Pak Herman, juga yang lain, Terimakasih komentarnya. Ini amat bermanfaat bagi kami. Kami masih menunggu komentar dari bapak-bapak lain. Kapan Pak Herman mau kirim daftar hadirnya ? Beberapa orang masih ada yang pingin diskusi lebih lanjut. Ada yang sebut ide-ide cemerlang, bisa cerita global hingga mendapatkan lokal menyatukan geologi dan geofisika (Pak Indra Budiman), baik sekali teorinya (Bpk. Fauzi Hasibuan, Pak Ade Kadarusman), banyak ide dasar yang terekam di Hipotesa Salam tentang global teori: tektonik, stratigrafi, perunahan muka laut, global warming, global magnetik-gravitasi, kelangsungan makluk hidup, dll. Juga banyak komentar-komentar ini adalah theori sangat universal.
Saya senang dengan informasi Pak Herman, bahwa akan lebih cocok Siklus Salam dipakai dibanding Milakovitch's. Mungkin juga karena Milankovitch's hanya berlaku di Kwarter, sedang Salam dari Big-Bang hingga next 50 Ga. Global tektonik mestinya ilmu geologi lebih bayak berperan, dari pada geofisika. Yang paling dominan cocok dengan hipotesa Salam adalah global tektonik. Banyak hal yang bisa dikerjakan pemakainnya dengan hipotesa ini, termasuk prediksi gempa, prediksi struktur di Indonesia, serta umur-umur stratigrafinya, pergerakan tektonik setiap basinnya, dll. Penentuan umur mestinya akn lbih akurat bila data-datanya adalah kwarter, dimana mempunyai standar deviasi pengukuran yang sangat baik (kecil). Memang hipotesa ini bisa menyangkut ilmu macam-macam, kalau tak dibilang ilmu apa saja. Bagaimana supaya saya bisa komunikasi dengan universitas Utrech itu ? Apakah ada alamat e-mailnya, web, atau lainnya ? Kami menungu kelanjutan diskusi. Salam, Maryanto. -----Original Message----- From: Herman Moechtar [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Friday, September 19, 2003 9:30 Pagi To: Maryanto Cc: Pak bambang; Sardjono; [EMAIL PROTECTED]; Awang Satyana; IAGI; Ukat Sukanta at CPI Subject: Re: Maryanto's Salam Hypothesis Pak Maryanto, Pengalaman menunjukkan banyak hipotesa yang kandas ditengah jalan karena masih atau belum dapat diterima akibat terkatung-katung. Pemikiran baru khususnya ilmu kebumian perlu pengujian, dan apabila gagasan tersebut belum teruji masih disebut ilusi.Banyak hipotesa menggunakan data sekunder seperti yang sebagian besar pak Maryanto kemukakan. Data sekunder tersebut perlu diuji melalui data primer sesuai keahliannya. Langkah yang menurut saya perlu dilakukan adalah: 1.Pengujian secara teoritis oleh kelompok teori geofisika (rasanya kita tidak miliki). 2.Secara teorits teruji, baru dilakukan eksplorasi geofisika (ini merupakan ekspedisi seperti yg sering kita dengar).Data primer ini baru akan diuji oleh berbagai disiplin ilmu kebumian. Kedua proses di atas memerlukan waktu apa yg kita sebut pasang-surutnya suatu hipotesa. Mulai dari ditolak,debat, dan diterima. Prosentasenya dapat naik-turun dalam kurun waktu yg cepat. Itulah yg tidak dapat kita elakkan. Semua hipotesa harus melewati itu, terakhir masalah Milankovitch yg pada th. 1993 dinyatakan oleh berbagai pakar sebagai tahunnya Milankovitch. Lebih dari 400 publikasi yang isinya hanya perdebatan, setuju dan tidak setuju hipotesa tsb sebelumnya. Geologi adalah sebagai pemakai, tidak perlu terlibat langsung didalam pengujian tersebut. Saya pribadi hanya tau bahwa ada hipotesa 7, dan menunggu apakah hipotesa tsb dapat diterima oleh ilmu yang berkompeten tentunya (geofisika). Tidak mungkin disiplin geofisika belum bisa menerimanya tapi sudah diterima oleh disiplin ilmu geologi. Saya menyadari bahwa hal tsb bukanlah sesuatu yg mudah khususnya di Indonesia: bayangkan suatu hipotesa yang sudah diakui kebenarannya dan mendunia (Milankovitch) buat kita di Indonesia belum tentu bisa menerimanya. Entahlah saya tidak memahaminya kenapa ?. Oleh karena itu: saya sudah sarankan agar supaya pak Maryanto dapat berkomunikasi dengan kelompok geofisika (Universitas Utrecht) dan Veining Meinesz Institut. Mereka sudah tau apa yg akan dilakukan selanjutnya. Pak Maryanto, Dlm presentasi saya menyadari bayak sekali kekurangan dari apa yg saya kemukakan. Saya sudah mempersiapkan data yg seminimum mungkin dan perlu bicara minimal 90 mnt (masalah geodinamik kaitannya dgn siklus-sekuen stratigrafi bukanlah hal yg sederhana). Tapi dlm kenyataannya saya hanya bicara 30 mnt dan baru 15 mnt sdh diingati. Tentunya saya mengalami kesulitan. Saya mohon maaf untuk itu (non teknis). Mudah-mudahan pd kesempatan lainnya saya tdk akan mengecewakan lagi. Wassalam, Herman Moechtar Dari ----- Original Message ----- From: "Maryanto" <[EMAIL PROTECTED]> To: "'Herman Moechtar'" <[EMAIL PROTECTED]>; "Ukat Sukanta at CPI" <[EMAIL PROTECTED]> Cc: "Pak bambang" <[EMAIL PROTECTED]>; "Sardjono" <[EMAIL PROTECTED]>; "Dr. Hermes Panggabean, M.Sc" <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; "Awang Satyana" <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Thursday, September 18, 2003 1:51 PM Subject: Maryanto's Salam Hypothesis > > Pak Herman, > Terimakasih atas komentarnya. Sungguh suatu hal yang amat langka, kami bisa > presentasi dihadapan ahli-ahli geologi, doktor-doktor kelas dunia. Disini > pusat ilmu geologi Indonesia dikembangkan, termasuk bidang tektonik > Indonesia serta stratigrafinya. Berpedoman itu semua, dan kami takut akan > mengecewakan, maka kami usahakan untuk semua yang terbaik, pada isi > presentasi untuk ilmu geologi. Kami pakai juga pertama kali simpanan jas 7 > tahun kami beli itu. Tak banyak yang bisa kami berikan, tetapi suatu harapan > pengembangan ilmu geologi dunia, serta seluruh ilmu yang bisa terkait untuk > kami ulas. > > Harapan agar kami bisa memperbaiki diri, kami mohon komentar, saran, arahan > bapak-bapak. Adakah isi presentasi yang berguna untuk bidang geologi ? > Seberapa jelas kami bisa menerangkan ? Apakah perlu 2 jam untuk menerangkan > ? Atau cukup 1 jam presentasi dan 1 jam pertanyaan. Apakah perlu satu hari > presntasi, pelan-pelan dimengerti tentang konsep-konsep fisika, pendahuluan > stratigrafi, pendahuluan stuktur tektonik, atau yang lain ? Kami sering > minta waktu pertanyan lebih lama agar kami dapat banyak. > > Presentasi kami kemarin adalh 50 menit, lalu dilanjutkan presntasi Pak > Herman 30 menit, lalu 1 jam pertanyaan 4 kali sesi dari masing-masing 3 > orang penanya, yang rata-rata 3 pertanyaan per orang. > > Ada yang mengatakan ini hipotesa yang sangat konseptual, mendasari seluruh > ilmu yang ada, sederhana persamaannya. Ada satu hal yang menyebabkan, satu > saja, yakni pergerakan seluruh benda-benda angkasa mempengaruhi pergerakan > kemagnitan core-mantel, menggerakkan lempeng, perubahan : tektonik, > temperatur, curah hujan, sedimentasi, jumlah batuan induk, flora-fauna, > kebudayaan, politik, dll. Hipotesa Salm menyatukan seluruh nama-nama > stratigrafi, menjadi satu nama yang sederhana angka-angka dengan satu huruf > M dimukanya. Kita akan predik dengan baik tentang gempa tektonik, "global > warming", kapan suatu kota akan tenggelam, banjir, dll. Kami amat-amat > terbuka dengan kritik, karena dengan itu kami akan lebih maju. Taka akn maju > kalau saya tidak dikritik. Kami memerlukan daftar peserta presntasi, agar > kami bisa lebih jauh juga berdiskusi. Mohon juga ditanyakan > komentar-komentar mereka yang lain, yang tak masuk dalam email kita ini. > > Kami menantikan komentar Bapak-Bapak. > > Salam, > Maryanto. > > > > -----Original Message----- > From: Herman Moechtar [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Sent: Thursday, September 18, 2003 11:45 Pagi > To: Ukat Sukanta at CPI > Cc: Pak bambang; Sardjono; Maryanto; Dr. Hermes Panggabean, M.Sc; > [EMAIL PROTECTED]; Awang Satyana > Subject: Re: Seminar > > > Pak Ukat Sukanta, > > His opinion well without any problem. It was original of new hypotehsis or > problem to applied bringing me to reconstruct of composite Seven stratal > patterns on cyclo-sequenstratigraphy. > > Probably, It was very nice starting to examen concerning the basin dynamic > and geophysical explorations by geodynamic research, before used by > geologist. Without support by global of evolution and dynamics of the crust, > earth structure including planetary dynamics, and earth materials ofcourse > very difficult to recieved by scientics especially geologist. This work will > be more take long times. > > Wassalam, > > Herman Moechtar > ----- Original Message ----- > From: "Ukat Sukanta at CPI" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]> > Cc: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; > <[EMAIL PROTECTED]>; "Ukat Sukanta at CPI" <[EMAIL PROTECTED]> > Sent: Thursday, September 18, 2003 11:00 AM > Subject: Seminar > > > > Hallo Bapak-Bapak, > > > > Sekalipun untuk kelas cpi, dijaman sekarang ini susah sekali seseorang > > diizinkan untuk keluar dari tempat kerja, termasuk izin Pak Maryanto > seminar > > ke Bandung. > > > > Oleh karena itu, saya (yang berdiri di tengah-tengah) memohon kometar dari > > seminar itu, Maaaf sekali Mas BD, > > > > 1) Ucapan terimakasih atas diizinkannya Pak Maryanto, > > 2). Berikan komentar seminarnya Pak Maryanto, menarik, baik untuk > dipelajari > > atau dikembangkan, dll, > > 3). Tamu-tamu yang hadir-kira-kira berapa, dan darimana saja > > > > Maaf lagi, pakai bhs. Ingris Yah, salah satu Boss Pak Maryanto yang > > mengizinkan ke Bandung adalah orang bule, yang satunya pak Yarmanto. > > > > Sementar sekian aja Mas-maaf saya sekarang kadang-kadang error, > > > > Wassalam, > > US > > > > > --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

