Pak Awang terimakasih, wah banyak amat pertanyaannya, Saya sendiri bukan ahli tentang intan, tetapi belajar dari teman-teman yang menekuni tentang intan baik itu intan alam maupun sintetik (mostly for scientific purpose) selama saya tugas belajar di Tokyo. Salah satu teman saya itu sekarang bekerja di DeBeers. > > Apa beda kimberlite dengan lamproite di Western Australia. Western Australia yang mensupport 1/3 kebutuhan intan dunia menyebut diamond-bearing rocks mereka lamproit bukan kimberlite. Secara deskriptif keduanya sama, merupakan batuan volkanik yang diinjeksiken ke permukaan dalam bentuk pipa. Hanya kalau kimberlit khusus terjadi di archean craton, sedangkan lamproit berada dipinggiran archean craton (proterozoic craton atau mobile belt-nya), Umur pipa kimberlit sangat tua umumnya >2,5 byr, tetapi pipa lamproit umumnya jauh lebih muda, sekitar dibawah 1,6 byr. Malah penemuan terakhir pipa lamproit bisa berumur Tersier. Saya lupa berapa umur persis Pipa lamproit di Argylle Diamond Mining North Australia, kalau enggak salah Tersier.
> > Tepatnya, di bagian mantel yang mana kimberlite berasal. Ada yang bilang dari upper mantle kemudian jadi throat/diatreme di gnapi, dari situ naik ke permukaan. Atau kimberlite dibawa naik ke atas oleh hot superplume ? Kalau halnya seperti itu, dan dikaitkan bahwa intan ternyata juga ditemukan di collision zone, apakah bukan segmen upper mantle yang punya kimberlite itu yang terkerat di antara dua mikro-kontinen kemudian obducted ? Kalau dinamakan kimberlit, yah sumber intannya berada di mantle yang berada tepat dibawah kontinen tua, sedangkan yang ditemukan di collision zone bisa berasal dari mantle wedge atau dari kontinental itu sendiri yang terbawa masuk mencapai stabilitas intan, dan kemudian naik ketasa kerana proses tektonik. > > Sebagian bilang Meratus adalah suture hasil obduksi antara Paternoster X Schwaner, sebenarnya intan di situ dari mana. Saya pernah lihat pendulangannya di Martapura, artinya itu alluvial diamond, yang primernya apakah ada di Peg. Meratus ? Rasanya belum pernah terdengar ada primary diamond di Kal-Sel. Yang di Sulawesi, apakah di Zona Metamorfik Sulawesi Tengah di timur Palu ? Sebagai informasi, van Bemmelen pernah menyebut Pulau Laut timur Meratus adalah centre of diastrophism. Dalam analisis tektonik undasi-nya, sebuah arus konveksi dinaikkan di situ, saya jadi teringat intan hasil hot superplume, jangan-jangan origin intan primer di Kal-Sel memang begitu ?? nanati saya jawab dalam e-mail berikutnya yah. > > Sedikit pertanyaan lain.. > > Berapa persen fase cair astenosfer ? Sebuah buku bilang 1 %. Apakah dengan rheology seperti ini mampu terjadi konveksi ? Tentu outer core lebih cair kan dibanding astenosfer. Mantle di asthenosphere sangat heterogen, konsentrasi melting dari asthenospher bervariasi antara 1-30 %. yang 1 % untuk daerah yang tidak terjadi konveksi, sedangkan yang tinggi memungkinnkan adanya konveksi dan proses magmatisme. Udah yah dulu Ade Kadarusman --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

