Dating terbaru mineral garnet dan zircon dari granit (anateksis ?) hasil orogen 
collision antara India dan Eurasia menghasilkan umur 450-500 Ma. Ini bikin kaget 
sebab, kita tahu collision itu terjadi di sekitar Eosen 55-50 Ma. Umur collision itu 
suka kita pakai untuk basin initiation di Indonesia Barat. Nah loh... Hasil penelitian 
itu baru2 ini dipublikasi di : GSA Today no. 13 (2003) hal. 4-9 (Gehrels et al., 2003) 
berjudul : Initiation of the Himalayan Orogene as an Early Paleozoic Thin-Skinned 
Thrust Belt (dikutip di nature science update majalah nature -  www.nature.com) 
 
Kalau ini nantinya benar, sekarang implikasinya masih dipermasalahkan, maka 
rekonstruksi Gondwanaland dispersal yang selama ini kita pakai harus ditinjau lagi. 
Gehrels dkk. menjelaskannya bahwa pada Early Paleozoic India-Eurasia pernah collided, 
lalu release lagi (dispersal setelah collision adalah hal biasa, di SE Sundaland kita 
pun ada sejarah accretion dan dispersal), kemudian pada 50 Ma collided lagi. 
 
Rencananya, penelitian dating itu akan dilakukan lagi untuk cakupan daerah yang lebih 
luas mungkin di sepanjang collision sampai ke Assam orocline/syntaxis (bengkokan jalur 
pegunungan hasil collision). Kalau semuanya benar mengacu ke early Paleozoic orogen, 
wah tugas besar rekonstruksi tektonik assembly and dispersal of Pangaea menunggu. Yah 
kita tunggu saja beritanya. Sedikit banyak akan berpengaruh ke rekonstruksi tektonik 
di Indonesia.
 
Salam,
Awang - BP Migas


---------------------------------
Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Shopping - with improved product search

Kirim email ke