Assalam'ulaikum wr. wb., Sdr-2 Sekalian, Dalam bulan Ramadhan ini orang suka tinggal dimesjid lama-lama. Timbul suatu pikiran seperti dibawah ini. Melihat perkembangan IAGI yang boleh dikatakan pesat dan menyesuaikan dengan perkembangan ilmu dan teknologi kebumian baik di dalam mupun di luar negeri, saya mengusulkan seperti berikut. IAGI menekuni bagian-bagian dasar dari ilmu kebumian seperti halnya, kalau di Amerika, AMERICAN GEOPHYSICAL UNION. Mengapa demikian? Sekarang sudah kelihatan IAGI menuju ke intinya ilmu kebumian. Kalau disetujui, nama IAGI dirubah, yaitu Ikatan Geologi dan Geofisika Indonesia ( Indonesian Geological and Geophysical Union). Jadi subjeknya yang ditekankan bukan orangnya. Kalau hal-hal yang mencakup geokimia bagaimana? Ini sudah tercakup dalam geologi. Saya pikir dengan perubahan ini ilmu kebumian di Indonesia akan maju lebih pesat.
HAGI bagaimana? HAGI tetap, tetapi menekuni atau bergerak dalam bidang eksplorasi. Pengembangan metode eksplorasi geofisika adalah sangat didambakan di Indonesia. Eksplorasi ini meliputi hidrokarbon, mineral, batubara, air, panasbumi dan arkeologi. Untuk konsentrasi ke bidang ini sudah barang tentu memerlukan energi yang luar biasa besar. Bukankah metode eksplorasi kini dikuasai oleh asing? Hampir 100% metode eksplorasi ini berkecimpung dalam geofisika. Siapa lagi kalau bukan para geofisikawan Indonesia yang akan menangani itu? Metode eksplorasi ini menyangkut semua aspek, yaitu akusisi data, pengolahan data dan penafsiran. Hal tersebut diatas hanya sebuah pemikiran. Boleh ditanggapi boleh tidak. Syukur-syukur ada yang berpikiran sama. Para senior IAGI mungkin kaget membaca ini. Dengan lama-lama dzikir di masjid ternyata tidak ketiduran tapi pikiran jalan juga. Konsekuensinya yang mungkin berat ialah merubah AD/ART. Wassalam'ulaikum wr.wb. M. Untung Anggota senior IAGI dan salah seorang pendiri HAGI

