Bu Dyah, Terimakasih atas tanggapannya. Agak sulit menjawab pertanyaan ini. Saya tidak ingin memberi semangat kepada geologist ataupun geophysicist. Wong semuanya semangatnya sudah tinggi, kok. Kalau geologist sudah jelas arahnya. Geophysicist di Indonesia dan juga di negara manapun, asalnya dari mana-mana. Ada yang dari math., fisika, geologi, geografi dan mereka yang cukup pengetahuannya dalam math. dan fisika dan dalam Mipa secara umum. Pada kala menekuni dan memahami pekerjaan geofisika, mereka berkembang masing-masing sesuai dengan dasar pendidikannya. Mereka yang asalnya dari math. dan fisika, setelah mengetahui dasar falsafah geofisika, akan condong kepada pengembangan metode. Larinya ke metode eksplorasi dan juga ke ilmu dasar. Misalnya kemagnetan bumi, gravitasi bumi, mula-buka terjadinya alam semesta dan bumi kita ini, mekanisme gempa bumi.. Mereka yang asalnya dari geologi, menerapkan metode yang ada. Penerapan ini jangan dianggap remeh. Harus mengerti benar tentang dasar-dasar metode tadi. Banyak kasus hasil dari penerapan ini. Lihat saja majalah "GEOPHYSICS" dan "EXPLORATION GEOPHYSICS" Dalam beberapa makalah oleh geologiwan kan banyak menggunakan data geofisika yang sudah jadi. Sampai dengan data jadi tadi yang menggarap kan geofisikawan. Demikian juga geofisikawan yang melakukan penafsiran datanya, dia juga menggunakan data geologi yang sudah jadi yang digarap oleh para geologiwan. Bu Dyah, saya setuju sekali dengan ungkapannya, kita harus maju bersama-sama. Sekian saja. Mudah2an jawaban ini cukup memadai, walaupun belum tentu memuaskan. M. Untung ----- Original Message ----- From: <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Thursday, October 30, 2003 1:35 PM Subject: Re: [iagi-net-l] mimpi yang perlu dipertimbangkan
> > > Pak Untung, > Apakah pendapat pak Untung ini bermaksud untuk mengobarkan semangat para > geologist Indonesia untuk lebih maju? > Bukankah banyak dari para geofisikawan kita yang kampungnya berasal dari kota > geologist...... > mengapa kita tidak berrgerak saja untuk IAGI maupu HAGI bersama-sama, dan kita > akan semakin kaya...... > > > salam, > Dyah A. Wulandari > > > > > > > "mohamad untung" <[EMAIL PROTECTED]> on 10/30/2003 01:23:24 PM > > Please respond to [EMAIL PROTECTED] > > To: [EMAIL PROTECTED], "Himpunan Ahli Geofisika Indonesia \(HAGI\)" > <[EMAIL PROTECTED]> > cc: (bcc: Dyah Wulandari/MAX) > Subject: [iagi-net-l] mimpi yang perlu dipertimbangkan > > > > > Assalam'ulaikum wr. wb., > Sdr-2 Sekalian, > Dalam bulan Ramadhan ini orang suka tinggal dimesjid lama-lama. Timbul suatu > pikiran seperti dibawah ini. > Melihat perkembangan IAGI yang boleh dikatakan pesat dan menyesuaikan dengan > perkembangan ilmu dan teknologi kebumian baik di dalam mupun di luar negeri, > saya mengusulkan seperti berikut. > IAGI menekuni bagian-bagian dasar dari ilmu kebumian seperti halnya, kalau di > Amerika, AMERICAN GEOPHYSICAL UNION. Mengapa demikian? Sekarang sudah kelihatan > IAGI menuju ke intinya ilmu kebumian. > Kalau disetujui, nama IAGI dirubah, yaitu Ikatan Geologi dan Geofisika > Indonesia ( Indonesian Geological and Geophysical Union). Jadi subjeknya yang > ditekankan bukan orangnya. Kalau hal-hal yang mencakup geokimia bagaimana? Ini > sudah tercakup dalam geologi. Saya pikir dengan perubahan ini ilmu kebumian di > Indonesia akan maju lebih pesat. > > HAGI bagaimana? HAGI tetap, tetapi menekuni atau bergerak dalam bidang > eksplorasi. Pengembangan metode eksplorasi geofisika adalah sangat didambakan di > Indonesia. Eksplorasi ini meliputi hidrokarbon, mineral, batubara, air, > panasbumi dan arkeologi. Untuk konsentrasi ke bidang ini sudah barang tentu > memerlukan energi yang luar biasa besar. Bukankah metode eksplorasi kini > dikuasai oleh asing? Hampir 100% metode eksplorasi ini berkecimpung dalam > geofisika. Siapa lagi kalau bukan para geofisikawan Indonesia yang akan > menangani itu? Metode eksplorasi ini menyangkut semua aspek, yaitu akusisi > data, pengolahan data dan penafsiran. > > Hal tersebut diatas hanya sebuah pemikiran. Boleh ditanggapi boleh tidak. > Syukur-syukur ada yang berpikiran sama. Para senior IAGI mungkin kaget membaca > ini. Dengan lama-lama dzikir di masjid ternyata tidak ketiduran tapi pikiran > jalan juga. Konsekuensinya yang mungkin berat ialah merubah AD/ART. > Wassalam'ulaikum wr.wb. > M. Untung > Anggota senior IAGI dan salah seorang pendiri HAGI > > > > > > > > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > > Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) > Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) > Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) > Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) > Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) > --------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

