Wah, jadi ingin tanya nih, semoga pak Untung yang sudah lama
malang-melintang di IAGI dan malah ikut mendirikan HAGI, mau berbagi
cerita. Siapa tahu cerita beliau ada kaitannya dengan pemikiran hasil
nggloso di masjid sekarang ini.
Ini pertanyaannya pak, bagaimana sejarahnya sehingga waktu itu ada
pemikiran untuk melahirkan HAGI? Banyak klasifikasi, salah satunya menganut
bahwa geofisika itu sebagaimana cabang ilmu lainnya seperti geokimia,
geologi batubara, dll, adalah cabangnya geologi. Sekali lagi, cabang ilmu
geologi. Jadi mestinya bisa diwujudkan adanya komisi geofisika (seperti
adanya komisi sedimentologi atau lebih populer dg sebutan FOSI; adanya
komisi batubara, adanya komisi pertambangan, dsb).
Jadi bagaimana ceritanya ya?
Terimakasih dan salam,
Syaiful
"mohamad untung"
<[EMAIL PROTECTED] To: <[EMAIL PROTECTED]>, "Himpunan
Ahli Geofisika Indonesia
in.net.id> \(HAGI\)" <[EMAIL PROTECTED]>
cc:
10/30/03 01:23 PM Subject: [iagi-net-l] mimpi yang
perlu dipertimbangkan
Please respond to
iagi-net
Assalam'ulaikum wr. wb.,
Sdr-2 Sekalian,
Dalam bulan Ramadhan ini orang suka tinggal dimesjid lama-lama. Timbul
suatu pikiran seperti dibawah ini.
Melihat perkembangan IAGI yang boleh dikatakan pesat dan menyesuaikan
dengan perkembangan ilmu dan teknologi kebumian baik di dalam mupun di luar
negeri, saya mengusulkan seperti berikut.
IAGI menekuni bagian-bagian dasar dari ilmu kebumian seperti halnya, kalau
di Amerika, AMERICAN GEOPHYSICAL UNION. Mengapa demikian? Sekarang sudah
kelihatan IAGI menuju ke intinya ilmu kebumian.
Kalau disetujui, nama IAGI dirubah, yaitu Ikatan Geologi dan Geofisika
Indonesia ( Indonesian Geological and Geophysical Union). Jadi subjeknya
yang ditekankan bukan orangnya. Kalau hal-hal yang mencakup geokimia
bagaimana? Ini sudah tercakup dalam geologi. Saya pikir dengan perubahan
ini ilmu kebumian di Indonesia akan maju lebih pesat.
HAGI bagaimana? HAGI tetap, tetapi menekuni atau bergerak dalam bidang
eksplorasi. Pengembangan metode eksplorasi geofisika adalah sangat
didambakan di Indonesia. Eksplorasi ini meliputi hidrokarbon, mineral,
batubara, air, panasbumi dan arkeologi. Untuk konsentrasi ke bidang ini
sudah barang tentu memerlukan energi yang luar biasa besar. Bukankah metode
eksplorasi kini dikuasai oleh asing? Hampir 100% metode eksplorasi ini
berkecimpung dalam geofisika. Siapa lagi kalau bukan para geofisikawan
Indonesia yang akan menangani itu? Metode eksplorasi ini menyangkut semua
aspek, yaitu akusisi data, pengolahan data dan penafsiran.
Hal tersebut diatas hanya sebuah pemikiran. Boleh ditanggapi boleh tidak.
Syukur-syukur ada yang berpikiran sama. Para senior IAGI mungkin kaget
membaca ini. Dengan lama-lama dzikir di masjid ternyata tidak ketiduran
tapi pikiran jalan juga. Konsekuensinya yang mungkin berat ialah merubah
AD/ART.
Wassalam'ulaikum wr.wb.
M. Untung
Anggota senior IAGI dan salah seorang pendiri HAGI
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------