Bung Vick,
Wah tulisan mengenai Is geologist a profession sangat menarik lho.
Bisa menjadi koreksi untuk kita semua.
Ada pengalaman menarik bbrp tahun yll, di laut Jawa, program: Drill 5'-10'
into basement, lalu coring. Rupanya sang basement sedikit lebih tinggi dari
prognosis. Mudlogger lebih dulu mengenalinya dan mendeskripsi sebagai "meta
sediment", sementara wellsite geologist (expat) masih menamakan "sandstone".
Ada sedikit perdebatan,ilmu geologi dari Yogyakarta berhadapan dengan ilmu
dari UK, akhirnya mudlogger berkata: You do your job, I do my job. Jam 05.00
mudlogger dipanggil Companyman karena dalam morning report dilaporkan "meta
sediment" sementara wsg menyebut "sandstone". Companyman pun uring-2 an.
Eloknya, si mudlogger bersikukuh, enggan menyebut sandstone. Siang hari
setelah ngebor 200-an ft tanpa ada progres, barulah semuanya terjawab.
Buntutnya, untuk bbrp bulan si wsg expat tidak pernah muncul lagi.
Contoh lain, di Salawati Basin, ada program coring di Kais limestone. Ada
pesan untuk wsg: hati-2 jangan keliru coring di "U Marker". Takut ngebornya
kebablasan, masih dalam middle U marker (ada oil show) langsung drilling
distop, dan coring. Hasilnya: 30 ft core adalah lempung-gampingan yang
memang mirip Kais limestone. Buntutnya si wsg disuruh belajar deskripsi
cutting sample di kantor untuk bbrp bulan.
Masih ada contoh lain yang lebih menarik lho.

Wassalam,
Sugeng

Ikut sedih, kok masih ada banjir bandang dengan korban yang begitu banyak
dan sama sekali tidak pernah terdeteksi sebelumnya.


-----Original Message-----
From: PUTROHARI Rovicky
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: 11/4/03 3:59 PM
Subject: RE: [iagi-net-l] Is geologist a profession ?

Ndak usah kecil hati Sofi ....

Aku pernah ngebor preTertiary Basement .... ndak cuman 200 tapi 800 ft
!!, 

sederhana juga critanya ..... wektu itu sumur keduaku sebagai wellsite 
geologist baru. 
Perintah si boz sederhana juga. 
"Decide to TD the well after you penetrated basement !"
"What is the basement lithology ?", tanyaku
"Well you know that, you are geologist " kata si Boz
Akhirnya karena ketemu limestone ya aku bablas saja lah yaw .... !!! 
Bahkan aku ndak dipercaya boz kalo aku bilang itu limestone di diskripsi

litholog yg kukirim, karena masih 'cecunguk' baru naik rig dua kali ....

Setelah itu baru dibawa sampelnya ke Corelab dan ditemukan Conodont
(?nano 
atau polen ?) yg menunjukkan Pre-Tertiary Basement setelah 800 ft baru 
STOP !

The message .--> apakah sebagai profesi kita semua telah melakukan tugas

keprofesian dengan benar ?
Bagaimana dengan banjir bandang di Bahorok yg mirip sekali dengan
tragedi 
Pacet tahun lalu .... yg mustinya geologist juga konsen ...?
Do we learn something ?

RDP
"we all did a stupid thing in the past, didn't we ?"




"Thoha, Shofiyuddin" <[EMAIL PROTECTED]>
04/11/2003 03:34 PM

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke