Itu dampak:
1) Marketing strategy si empunya sekolah. Makanya mereka bikin-nya dari yang
kecil dulu biar anak-2 yang "terindoktrinasi" ini terperangkap.
2) Makin amburadulnya kurikulum. Kalau gak salah anak-2 yang di sekolah plus
ini punya 2 rapor, internal dan external yang formalitas P&K.

Quick solution: jangan punya anak :-)

F. Hasan Sidi
Fugro-Jason Australia BV
Phone: +61 8 9420.6056
Fax: +61 8 9420.6060



> -----Original Message-----
> From: [EMAIL PROTECTED]
> [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Wednesday, March 17, 2004 3:32 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: RE: [iagi-net-l] Profesor termuda Nelson Tansu - pengalaman
> Houst on
>
>
>
> Bener sih, Qi, aku belum tahu jawabannya. Yg jelas, kalau
> masih demen di
> Bogor, ya di SBI Madania hingga kelas 7-9 (setara smtp) dan
> 10-12 (setara
> smta).
> Kalau nggak salah, putra (atau putri) pak Sumardiman sekarang
> sudah kelas
> 7.
>
> Salam,
> Syaiful
>
>
>
>
>
>                     "Musakti, Oki"
>
>                     <[EMAIL PROTECTED]       To:
> <[EMAIL PROTECTED]>
>                     antos.com>           cc:
>
>                                          Subject:     RE:
> [iagi-net-l] Profesor termuda Nelson Tansu - pengalaman
>                     03/17/04 02:01        Houst  on
>
>                     PM
>
>                     Please respond
>
>                     to iagi-net
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Masalahnya Ful, sekolah model tempat anakmu itu menerus jenjangnya.
> Maksudnya kalau dia lulus dari SD Madania , apakah tidak akan
> mengalami
> hambatan untuk masuk dan mengikuti pelajaran di SMP atau SMU yang
> 'klasik' (baca banyak hafalan dll). Sedangkan kalau mau masuk SMP/SMU
> yang 'plus' biasanya biayanya juga plus.
>
> Teman2 saya yang sedang study disini banyak yang pusing. Jadinya aku
> ikut pening juga. Takut kalau pulang nanti, anakku  bakal keteteran
> untuk mengikuti pelajaran SD di INA. Maklum, disini anak kelas 1 baru
> mulai di ajar baca dengan mengeja dan sampai kelas 4 SD pelajarannya
> masih banyak main-mainnya. Gimana kalau nanti disuruh menghapal Magna
> Charta dan HAM segala macam......?
>



---------------------------------------------------------------------

To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/

IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi



Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id

Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])

Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])

Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])

Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])

Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])

---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke