Menarik....
saya sempat baca sedikit ada beberapa unsur geokimia yang menunjukan
lingkungan karbonat
seperti 2-methylhopanes,hexahydrobenzohopanes,norhopane (c29 hopane )....
tapi saya tidak tahu detailnya unsur apa itu dan bagaimana dia ada di
sistem karbonat
Mungkin yang banyak bermain dengan geokimia bisa menambahkan beberapa
parameter geokimia lainnya..?
Regards
Ferdinandus Kartiko Samodro
TOTAL E&P Indonesie Balikpapan
DKS/TUN/G&G
0542- 533852
Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]>
06/15/2004 10:23 AM
Please respond to iagi-net
To: [EMAIL PROTECTED]
cc:
Subject: RE: [iagi-net-l] The Origin of Petroleum
Ferdi,
Karbonat (CaCO3) adalah zat anorganik, bukan organik, walapupun dipakai
sebagai cangkang hewan-hewan laut. Karbon pun sebagai unsur adalah
anorganik, sebagai senyawa ia bisa organik (seperti karbohidrat) atau
anorganik (seperti karbonat). Kapan ia anorganik atau organik bisa dilihat
di siklus karbon. Pembedaan organik dan anorganik di kimia berasal dari
Berzelius tahun 1806 yang punya konsep senyawa bisa disebut organik kalau
ia mempunyai daya hidup (vis vitalis).
Sintesis Fischer-Tropsch (FT) di laboratorium/industri berjalan melalui
hidrogenasi CO atau CO2 dengan bantuan katalis logam golongan VIII (besi,
kobal, nikel, platina, dst.). Ikatan C dan O akan diurai lalu diganti
menjadi ikatan C-H yang saling bereaksi sehingga bisa membentuk
makromolekul mirip hidrokarbon. Bahan mentahnya jadi harus ada sumber C
dan sumber H dengan bantuan panas dan katalis.
Di alam, sintesis FT bisa terjadi. Sumber C adalah karbonat yang diurai
oleh panas. Sumber H adalah proses serpentinisasi peridotit di lingkungan
berair dalam suasana reduksi (reduksi H2O). Katalis adalah batuan2 yang
banyak mengandung unsur logam golongan VIII yaitu ofiolit (Fe-Co-Ni-Pt).
Kalau melihat ini maka yang paling memenuhi syarat adalah sistem active
plate margin (baik subduction maupun collision) dengan subducted carbonate
masuk ke palung dan astenosfer, terurai jadi CO2 oleh panas, terurai lagi
jadi C, bersamaan dengan serpentinisasi peridotit di lingkungan palung dan
katalis ofiloit, membebaskan H, lalu reaksi C-H terjadi dan hidrokarbon
pun terbentuk. Akumulasi hidrokarbon di lingkungan2 geotektonik collision
dengan sistem karbonat yang tebal bisa dicurigai bahwa hidrokarbonnya asal
sintesis FT. Misalnya di Arabian Plate dan Zagros Mountains, Venezuela,
juga beberapa collision zones di Indonesia Timur (yang saya jadikan paper
di Majalah Geologi Indonesia vol. 18
, no. 1,
April 2003).
Di lingkungan intruded carbonate ? Yang sudah jelas dihasilkan adalah
penguraian karbonat jadi CO2 yang kemudian bermigrasi mencemari akumulasi
gas di sekitarnya. Banyak contoh mekanisme asal CO2 ini di Sumatra-Jawa.
Untuk jadi hidrokarbon ? Banyak syarat di sintesis F-T tidak dipenuhi oleh
sistem ini.
Akan menarik melihat ciri kimia hidrokarbon organik dan anorganik. Sayang,
sedikit sekali publikasi untuk hal ini. Apakah di hidrokarbon anorganik
ada biomarker seperti di HC organik, belum diketahui. Kalau sekedar ikatan
rantai C-H yang simpel ada, kalau sudah yang tidak jenuh, aromatik, dan
siklik seperti benzena, belum tahu. Pertanyaan yang lebih mendasar adalah
menentukan dengan pasti apakah suatu akumulasi yang diketahui ini organik
atau anorganik.
Di Indonesia, ada beberapa akumulasi gas skala besar-giant yang rasanya
sulit dijelaskan kalau ia terjadi secara organik. Saya sedang mengumpulkan
data gas geochemistry-nya sebelum terburu-buru bilang ini anorganic gas.
Salam,
awang
KARTIKO-SAMODRO Ferdinandus <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pak Awang
sebenarnya bagaimana definisi yang dikatakan biogenic dan abiogenic...?
karena kalau dari tulisan ini ,
Untuk membuat hc dengan sistem abiogenic dibutuhkan carbonate ( sebagai
penyumbang unsur C ), sedang carbonate sendiri sebenarnya adalah zat
organic juga ( pada awalnya)....
Jadi apakah sistem fischer - tropsch ini bisa berlaku di area yang
merupakan jalur subduction/colision tanpa adanya carbonate...?
Apakah dengan sistem ini bisa juga digunakan untuk daerah carbonate yang
terkena intrusi..? dan apakah jenis intrusinya juga mempengaruhi proses
pembentukan hc dari carbonate ini...?
misalnya komposisi kimiawi intrusinya asam / basa dsb.....(karena kalau
serpentinit berarti berhubungan dengan magma yang basa.. sedang sistem
vulkanik / gunung api lebih ke asam...cmiiw) sehingga mungkin kita tidak
akan menemukan hc dari carbonate di daerah vulkanik....
kalau kita melakukan test geochemia terhadap hc yang diperkirakan dari
organic dan dari anorganic apakah ada significant perbedaan unsurnya ...?
Regards
Ferdinandus Kartiko Samodro
TOTAL E&P Indonesie Balikpapan
DKS/TUN/G&G
0542- 533852
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Friends. Fun. Try the all-new Yahoo! Messenger
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------