Mas Picky idenya top juga kalo mau menghargai bongkahan batu dari sekedar 25 perak jadi 10ribu perak..masalahnya sopo sing arep tuku alias sapa yg mau beli? paling2 sekedar mahasiswa yg dateng.....dan penjualan model begitu pernah saya lihat di Gua Tabuh Pacitan, tapi penjualannya yo ndak bagus, pasarnya terbatas karena konsumennya dikit. Bagi masyarakat mendingan ndongkel batu trus saya jual sama orang kota sebagai bahan bangungn hasilnya lebih kelihatan cepet laku cepet ngepulin asap dapur.....


emang ndak mudah mem versuskan antara kebutuhan perut VS kebutuhan ilmiah....
memang selama ini ada teritorial khusus dgn yg disebut sebagai lab alam tersebut....??


At 06:07 AM 06/23/2004 +0000, you wrote:
Kita (geologist) ini sedang berlomba adu cepat untuk menggali daerah KS (Karangsambung) ini.
Penduduk "menggali tanah" mencari batu, sedang geologist "menggali ilmu". Ya kalau kita melihat sebagai fenomena alam maka hanya terlihat proses survival saja. Nah manusia yg memiliki inteligent (otak) tentunya dituntut lebih utk dapat memanfaatkan menjadi sebuah simbiosa mutualis, dari zero sum game (win-loose) menjadi "nonzero sum game" yang win-win, namun mesti cermat sebab kalau salah langkah malah menjadi "nonzero sum game" tetapi lost-lost.


Selama ini, sejauh mana geologist "menggali ilmu" di KS, apakah sudah optimum? Jangan sampai hanya karena dulu wektu sekolah belajar disini trus menjadikan 'memorabia'.... sayang kalau dihilangkan .... trus mo dibikin monumen perjuangan :) .
Dari sisi geologipun banyak kok yang memungkinkan dapat digugat soal KS ini misalnya: berapa banyak tulisan ilmiah keluar dari KS ini ? Berapa yg sebelumnya dan berapa yg diperkirakan akan muncul lagi berikutnya ?. Kalau saja sudah mulai jenuh, ya sudah tinggalkan saja KS sebagai lab geologi dan kita "preserved" yang perlu-perlu saja, trus didokumentasikan semua tulisan-tulisan ttg KS ini, kalau perlu dimuat dalam CD dan disebarkan bebas (free copy).


Banyak juga kok cara-caranya kalau mau memuliakan batu-batu ini, Salah satu dari sekian simbiose mutualis yg win-win misalnya mengajari penduduk untuk memberokah "harga" batu karangsambung menjadi batu mulia, nah ini jelas usaha yg mulia. Nah kalau saja batu-batu ini dijuwal dengan "harga" yang bukan harga "ombyokan" (dihitung pakai volumen kubik atau truk), tetapi batu tsb diberi "nilai tambah" dengan tulisan ..."Batuan Formasi Waturondo Karang Sambung, Jawatengah, Indonesia. Usia batu 45 juta tahun. Batuan piroklastik hasil gunung api ini terbentuk bersamaan dengan punahnya Dinosaurus di China, Australia, dan Afrika" (btw, Waturondo piroklastik bukan sih ... aku ngawur saja nih :). Kayaknya Pak Jatmiko yg ahli soal "menghargai" batu-batu ini.

Nah kalau saja satu "glundung" batu yg tadinya dijuwal 25 perak, sekarang bisa dihargai dengan 10 ribu perak. Dengan demikian tentunya masyarakat sekitar akan ikutan menjaga harta bendanya yang berharga ini. Dan penggalian batu bongkahan ini akan "relatif tertahan lajunya", dan sang ahli geology pun masih punya tambahan kesempatan untuk "menggali ilmunya".


RDP "no one can monopilised the truth"

_________________________________________________________________
The new MSN 8: smart spam protection and 2 months FREE*
http://join.msn.com/?page=features/junkmail


---------------------------------------------------------------------

To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/

IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi



Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id

Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])

Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])

Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])

Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])

Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])

---------------------------------------------------------------------


---------------------------------------------------------------------

To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/

IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi



Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id

Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])

Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])

Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])

Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])

Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])

---------------------------------------------------------------------



Kirim email ke