Dari studi yang pernah dilakukan pada tahun 70 -80 an ( Progo basin study /
Yogyakarta Ground water resources study ) diketahui bahwa potensi sungai
bawah tanah daerah in cukup banyak al di Gua Bribin dg debit 700l/dt ( yang
sekarang lagi mau dikembangkan itu ) , Gua Ngobaran 220 l/dt , Gua Seropan
800 l/dt.Daerah yang merupakan dataran tinggi dr sistem Peg selatan ini juga
banyak ditemui sumber - sumber air ( tealaga/luweng) yang tersebar dan
sangat potensial dikembangkan, mengingat sedikitnya curah hujan didaerah ini
( kurang lebih 1700 MM dg pereode kemarau 5-7 bulan) Kalau diamati pola
penyebaran desa desa di daerah ini mengikuti pola keberadaan dari luweng
luweng ini.Sebetulnya pada pereode tsb di daerah ini telah banyak dilakukan
pemboran pemboran air tanah ( lebih 50 an sumur )dengan kedalaman kurang
lebih 100 an meter dan dimanfaatkan untuk air minum dan pengairan .
Mengingat curah hujan yang relatif kecil, maka kemungkinan besar sistem air
tanah didaerah ini disuplai dari sungai oyo yang melintasi daerah ini, yang
membentuk sungai sungai bawah tanah yang berpola sangat komplek.dan mengalir
kerah samodra hindia mengingat kemiringan tpografi yang mengarah ke selantan
dg kemiringan 10 an derajat.

Dari rencana akan dibangunnya PLTA bawah tanah yang akan menghasilkan
listrik 440 KVA ( 220 KVA akan dipakai untuk mengopersikan pompa), rasanya
ini suatu proyek yang sangat besar dari segi investasinya, bayangkan
bagaimana bikin bendungan dibawah tanah dan bangunan lainnya untuk
menggerakan turbin. Kalau dilihat dari biayanya yang akan diberikan oleh
Pemerintah Jerman ( saya tidak tahu yang dimaksud bantuan itu apakah ini
dalam bentuk grant,softloan, atau kredit export ) sebesar Rp.70 M ( 7,7 Juta
dollar dg 1 $ = 9000,- ) ini sangat besar sekali, karena untuk investasi
pembangkit listrik itu biasanya biayanya antara 1 - 2 juta dollar/MW , jadi
kalau kapasitas yang dihasilkan "cuma" 440 KVA atau 0,44 MW berarti I MW nya
bisa 14 juta dollar.
Jadi kalau secara ekonomi ( mungkin ada pertimbangan lain) kalau cuma untuk
mendapatkan daya listrik untuk menaikan air / memompa yang hanya 220 KVA tsb
, lebih praktis pakai disel saja.
Mungkin ada yang tahu apa hubungannya PLTA ini dengan Nuklir tsb, kalau
tidak salah ilmu nuklir ( radio aktif) ini dapat dipakai untuk untuk
mengetahui aliran aliran bawah tanah arahnya kemana, mengathui kebcoran
kebocoran bendungan, aliran aliran fluida dalam suatu reservoar  , (
prisipnya untuk membantu mengetahui arah aliran fluida) disamping untuk
mengetahui umur batuan.atau ada yang lain mungkin.
ISM


----- Original Message -----
From: "Rovicky Dwi Putrohari" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, August 03, 2004 5:53 PM
Subject: [iagi-net-l] Masih soal bawah tanah di Jogja ... Pertama di Dunia,
Bendungan di dalam Tanah


> Pertama di Dunia,  Bendungan di dalam Tanah
>
> Dengarkan Menristek Hatta Kertarajasa dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku
> Buwono X mendengarkan Pimpinan Proyek "Pembangunan Pembangkit Listrik
dengan
> Memanfaatkan dan untuk Eksploitasi Air Sungai Bawah Tanah Bribin,
> Gunungkidul" Prof Dr Ing Franz Nestnjann saat menjelaskan pembangunan
proyek
> tersebut. (Foto : SM CyberNews/Sugiarto)
> Gunung Kidul, CyberNews. Menristek Hatta Kartarajasa mengatakan, masih
> banyak masyarakat kita yang belum tahu manfaat teknologi nuklir. Selama
ini
> yang mereka tahu, bahwa kata nuklir disamakan dengan 'Bom' yang meletus di
> Hirosima dan Nagasaki, Jepang.
> Padahal apabila teknologi nuklir ini dikembangkan secara damai, justru
dapat
> mensejahterakan rakyat banyak. Seperti pembuatan dam di bawah tanah pada
> kedalaman 100 meter lebih di bawah tanah.
>
> ''Apabila teknologi nuklir ini dikembangkan secara damai, justru sangat
> bermanfaat bagi kelangsungan hidup umat manusia,'' kata Menristek Hatta
> Kartarajasa pada peresmian pengeboran Proyek Pembangunan Pembangkit
Listrik
> Dengan Memanfaatkan dan untuk Eksploitasi Air Sungai Bawah Tanah di
Bribin,
> Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Senin (2/8).
>
> Lebih lanjut Menristek mengatakan, salah satu contoh pengembangan
teknologi
> nuklir yang dilakukan secara damai adalah proyek pengeboran dan
pembangunan
> dam di dalam sungai bawah tanah. Dengan demikian, apabila teknologi nuklir
> itu dilakukan secara damai dan benar bisa menjadi tumbuhan hidup umat
> manusia.
>
> Apalagi, tambah Kartarajasa, air merupakan salah satu sumber kelangsungan
> hidup manusia yang harus kita lestarikan. Hal ini perlu disampaikan,
karena
> sumber air di dunia tidak lebih dari 3 persen. Untuk itu, kita bersyukur
> bisa mengembangkan sumber air yang ada di sungai dalam tanah.
>
> Semua itu bisa terjadi, karena kemajuan teknologi dan sumber daya manusia
> yang mumpuni. Dengan demikian, tidak menutup kemungkinan kelangsungan
hidup
> manusia akan datang menggantungkan pada teknologi. Proyek yang
dikembangkan
> di Bribin ini, tambah Menristek, merupakan salah satu contoh kemajuan
> teknologi dengan memanfaatkan sumber alam.
>
> Sementara Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam kesempatan itu
> mengatakan, proyek pengeboran dan pembangunan dam di bawah tanah serta
> pembuatan listrik tenaga air ini sepenuhnya dibiaya Pemerintah Jerman
> melalui Universtas Karlsruhe Jerman sebesar Rp 70 miliar. Proyek kali
> pertama di dunia ini, dikerjakan langsung oleh para ahli dari Jerman dan
> Badan Tenaga Atom Nasional (Batan).
>
> Peresmian pengeboran tanah ke dalam dasar sungai bawah tanah dengan
> disaksikan Menristek Hatta Kartarajasa, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku
> Buwono X dan pejabat DIY sudah berhasil mengebor sedalam 19 meter dibawah
> tanah. Pengeboran ke dinding sungai bawah tanah diperkirakan akan mencapai
> 104 meter dengan diameter 2,4 meter.  Untuk menyelesaikannya dibutuhkan
> waktu sekitar 4 bulan
>
> Pembangunan tahap awal hanya khusus pengeboran tanah ke dalam sungai bawah
> tanah. Sedangkan pembangunan tahap kedua, para ahli dari Jerman dan
> Indonesia segera membuat dam sekaligus membangun listrik tenaga air di
> sungai bawah tanah. Nantinya air di sungai bawah tanah itu disedot ke atas
> lalu didistribusikan ke masyarakat melalui jaringan pipa.
>
> Dalam sungai bawah tanah itu, menurut Sultan, akan dibangun bendungan air
> dengan tinggi 4 meter dan panjang 10 meter. Bendungan ini diperkirakan
mampu
> menampung air sungai Bribin 400 ribu meter kubik. Sedangkan turbin yang
> digerakkan melalui aliran sungai Bribin mampu menghasilkan 440 KVA.
> Sementara untuk mengoperasikan pompa air hanya membutuhkan 220 KVA,
sehingga
> kelebihanyya bisa dipergunakan penerangan jalan yang ada di daerah
tersebut.
>
> Sebelumnya untuk menaikkan air sungai bawah tanah Bribin menggunakan mesin
> diesel. Namun biaya yang dikeluarkan terlalu besar tidak seimbang dengan
air
> yang dialirkan yang hanya sebesar 80 liter per detik. Sedangkan dengan
> teknologi modern ini, debit minimum yang tersedia sebesar 2000 liter per
> detik pada musim kemarau. Sementara pada musim hujan debit air mencapai
4000
> liter per detik. Apabila proyek ini nanti berhasil, maka akan dikembangkan
> ke daerah lain.( sugiarto/CN07 )
>
> _________________________________________________________________
> Add photos to your messages with MSN 8. Get 2 months FREE*.
> http://join.msn.com/?page=features/featuredemail
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan
Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
>



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke