Teori evolusi yang diumumkan Charles Darwin melalui bukunya yang terkenal "The Origin 
of Species..." (1859) - buku terjemahan edisi bahasa Indonesianya baru saja 
diterbitkan oleh Yayasan Obor Jakarta 2004 - ternyata bak sebuah drama dan tidak lepas 
dari iklim persaingan antar ilmuwan pada masa itu. Demikian kesan saya setelah membaca 
dua buku relatif baru : Swischer, Curtis, Lewin (2001) : The Java Man, dan Gribbin and 
Gribbin (2002) : Science - A History.
 
Dan, ternyata penelitian zoologi Alfred Russel Wallace di Kepulauan Halmahera, 
Indonesia lah (bukunya yang terkenal the Malayan Archipelago sudah pula diterjemahkan 
2 tahun yang lalu dengan judul Menjelajah Kepulauan Nusantara) yang mendorong Darwin 
cepat2 mengumumkan teori evolusinya sebelum didahului Wallace. Dan, Charles Lyell, 
geologist Inggris terkenal saat itu dan yang mempopulerkan konsep uniformitarianisme, 
kawan akrab Darwin di the Linnaen Society Inggris, terlibat dalam persaingan antar 
naturalist kelas dunia ini.
 
Charles Darwin dan Alfred Wallace bersahabat, Wallace lebih muda 14 tahun. Wallace 
sering main2 ke rumah Darwin dan melihat-lihat koleksi Darwin hasil ekspedisinya ke 
pulau-pulau di Pasifik dengan kapal survey HMS Beagle. Saat itu, Darwin belum 
menuliskan hasil penelitiannya menjadi buku terkenal itu. Rupanya, Darwin agak ragu 
dan lama berpikir untuk mengumumkan teorinya. Wallace, sebagai sesama naturalist juga 
sering melakukan ekspedisi ke pulau2 yang belum dikenal dengan baik saat itu. Sebelum 
ke Malaya dan Indonesia, dia pernah melakukan ekspedisi besar ke Amerika Selatan, dan 
Wallace menjadi pemasok koleksi2 binatang dan tumbuhan untuk Darwin.
 
Tahun 1854, Wallace berangkat ke Malaya dan memulai perjalanan muhibahnya sebagai 
naturalist, ini kira-kira enam bulan sebelum Darwin mulai mengumpulkan catatan2 
perjalanannya untuk menulis buku. Sebaga naturalist yang Wallace hormati, Wallace 
tetap berhubungan dengan Darwin di Inggris untuk meminta pertimbangan2nya. Tahun 1855 
Wallace menerbitkan sebuah paper dan mengagetkan Darwin sebab teori spesiasi 
(bagaimana spesies berubah menjadi spesies baru) adalah persis seperti yang sedang 
dipikirkan Darwin. Charles Lyell segera memprovokasi Darwin : "Ayo, cepat-cepatlah 
kamu publikasikan hasil2 penelitianmu, sebelum Wallace atau orang lain mendahuluimu" 
begitu kira-kira. Saat itu, Darwin telah 19 tahun kembali dari perjalanannya. Ada 
beberapa paper yang telah dia tulis, tetapi belum diterbitkan karena masih ragu apakah 
teorinya benar, Darwin hanya mendiskusikannya dengan kawan2 dekatnya termasuk Lyell.
 
Dan, di bulan Februari 1858, saat Wallace telah sampai di Halmahera dan tengah 
terbaring sakit oleh demam, dia menulis sebuah paper penting yang diilhami oleh 
penelitiannya (terutama serangga) di gugusan Kep. Halmahera, berjudul, "On the 
Tendency of Varieties to Depart Indefinitely from the Original Type" Paket ini 
diterima Darwin tanggal 18 Juni 1858. Darwin shock dan segera ingat tulisannya di 
tahun 1842-1844 yang belum ia terbitkan. Kekagetan Darwin bertambah dengan tiba2 
meninggalnya anaknya yang masih kecil Charles Waring Darwin akibat demam tinggi 
(scarlet fever). Darwin menceritakan kekagetan yang beruntun ini kepada Charles Lyell 
dengan note :
 
"Your words have come true with a vengeance - that I should be forestalled...I never 
saw a more striking coincidence; if Wallace had my MS sketch written out in 1842, he 
could not have made a better short abstract ! ... I shall, of course, at once and 
offer to send it to any journal"
 
Charles Lyell, yang lebih sering berperan sebagai tempat Darwin curhat, segera 
bertindak cepat dan sigap. "Jangan kuatir" katanya. Tentu Darwin senang sebab saat itu 
Darwin pasrah saja oleh kekagetan yang datang bertubi2. Darwin menyerahkan segalanya 
kepada Lyell dan dia pergi untuk memakamkan anaknya. 
 
Apa yang dilakukan Lyell ? Lyell menggabung paper unpublished Darwin tahun 1944 dengan 
paper Wallace, dan memberi judul baru, "On the Tendency of Species to Form Varieties; 
and on the Perpetuation of Varieties and Species by Means of Selection" oleh Charles 
Darwin, Alfred Wallace; dikomunikasikan oleh Sir Charles Lyell dan Joseph Hooker 
(Hooker adalah kalangan inner circle Darwin lainnya). Apakah Wallace yang sedang 
terbaring sakit di tengah belantara Halmahera dikonsultasikan ? tentu tidak...
 
Dan, setahun kemudian terbitlah buku Darwin yang sangat terkenal itu "On the Origin of 
Species by Means of Natural Selection, or the Preservation of Favoured Races in the 
Struggle for Life", diterbitkan oleh John Murray pada 24 November 1859. Kalau sempat 
membacanya, kita akan tahu bahwa pasti banyak campur tangan geologist Sir Charles 
Lyell di dalamnya. Darwin menulisnya hanya butuh waktu setahun, sebab dia dikejar 
ketakutan didahului oleh siapa pun...
 
Apa yang terjadi dengan Alfred Wallace di Indonesia ? Dia tidak marah, tetap santun, 
dan tetap meneruskan ekspedisinya dari Halmahera ke pulau2 lain di Indonesia. Bahkan 
Wallace menyebut teori evolusi sebagai Darwinisme. Dan Darwin menghormati Wallace 
dengan menyebut cukup sering namanya di bukunya. Pulang ke Inggris, Wallace pun 
dihormati sebagai ilmuwan besar oleh pihak Kerajaan Inggris, tetap berkawan dengan 
Darwin, menerima uang pensiun setahun 200 pundsterling dari Ratu Victoria, terpilih 
sebagai anggota the Royal Society tahun 1893, menerima Order of Merit tahun 1910, dan 
meninggal tahun 1913.
 
Begitulah, dari pojok timurlaut Indonesia, di gugusan Kepulauan Halmahera di Ternate, 
Tidore, Bacan, dan Morotai, sebuah paper yang dikirim Wallace membuat Charles Darwin 
segera menuliskan bukunya yang menggoncang dunia itu.
 
Mungkin, sebuah pelajaran bagi kita "Publish or Perish" 
 
Salam,
awang




                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Win 1 of 4,000 free domain names from Yahoo! Enter now.

Kirim email ke