Vita, Istilah �frontier exploration� mengemuka sejak 1988 saat pemerintah (Pertamina saat itu) ingin mendorong eksplorasi di luar daerah klasik dan konvensional untuk mencari kemungkinan penambahan cadangan migas dalam jumlah besar. Inilah definisi resmi dari Pertamina saat itu : �a frontier area is a geographic area within a sedimentary basin in which exploration can only be accomplished through the application of special (unconventional) technology. Also, exploration in the frontier area is more costly than in conventional areas because of remote location, logistical difficulties or lack of supporting infrastructures�. Ada evaluasi/kriteria tekno-ekonomi tersendiri untuk memutuskan bahwa suatu blok frontier atau bukan.
Blok2 pertama (awarded Februari 1989) yang menerima kategori frontier area (kategori ini penting sebab akan berpengaruh kepada insentif bila berproduksi) adalah : Amoseas Misool, Amoses Soe Timor, Mobil Makassar Strait, BP Sakala-Sailus-Satenger, Union Texas Tanimbar-Kei-Rebi, Amoseas Kalumpang, dan Arco Kalosi. Insentif ini juga kemudian berlaku mundur buat blok2 di-award sebelum paket insentif diluncurkan, yaitu untuk Mobil West dan East Lengguru, Conoco Warim, Conoco Buton, BP Sula, Amoseas Manui. Bisa dilihat bahwa semua blok itu ada di kawasan Indonesia Timur. Sebuah blok di Indonesia Barat baru2 ini mengajukan usulan untuk meninjau kembali kategorinya dan mengusulkannya sebagai frontier exploration mengingat risikonya yang tinggi walaupun ada di Indonesia Barat. Usulannya tidak bisa disetujui. Sebenarnya di Indonesia Barat pun tentu saja bisa berkategori frontier exploration, misalnya blok2 di forearc basin seperti offshore Bengkulu. Harusnya saat negosiasi dengan Ditje n Migas calon operator sudah membicarakan kemungkinan ini, bukan di tengah jalan baru mengusulkan perubahan. Terlalu banyak implikasi negatifnya bila usulan disetujui. Bagaimana Pemerintah mendorong frontier exploration ini bisa dilihat dengan betapa seringnya Pemerintah mengeluarkan paket insentif yang berhubungan dengan frontier exploration. Dalam waktu hanya 5 tahun Pemerintah pernah mengeluarkan paket insentif sebanyak 4 x (1988, 1989, 1992, 1994). Bisa dijamin, bahwa Pemerintah sangat mendorong iklim berinvestasi di daerah frontier. Salam, awang [EMAIL PROTECTED] wrote: The subject speaks for itself sebenernya: yang dimaksud dengan Frontier Exploration itu tepatnya apa ya? Definisinya? Saya tahu, tapi kepingin tahu definisi resminya, terutama dari instansi pemerintah (i.e. BP Migas/Pertamina). Apa lebih berat ke new play, atau ke new technology? Parvita H. Siregar Geologist-ENI Indonesia Kuningan Plaza, South Tower 9th Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C 11-14 Jakarta 12940 Indonesia Tel: (62-21) 3000-3200 ext. 2916 Fax: (62-21) 3000-3230 mailto:[EMAIL PROTECTED] There is no such thing as stupid questions. There are only stupid answers. --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) --------------------------------------------------------------------- --------------------------------- Do you Yahoo!? vote.yahoo.com - Register online to vote today!

