Judul di atas terasa absurd atau provokatif ? Kita akan berkata "tidak" kalau saja 
kita coba memahami lebih mendalam apa yang sesungguhnya telah terjadi di sana - di dua 
kota kecil di selatan Laut Mati 4000 tahun yang lalu.
 
Empat tahun yang lalu, saya memulai pencarian ini, dimotivasi oleh perasaan bahwa 
seorang geologist harus bisa menerangkan segala sesuatu yang menyangkut geologi yang 
ditemukan di Kitab Suci yang dipercayainya. Jurnal2/buku2 arkeologi, Kitab Suci2 agama 
Kristen-Islam-Yahudi (teman saya yang Muslim membantu saya meneliti ayat2 yang 
berkaitan di Al Qur'an), dan tentu saja geologi, dikumpulkan. Di akhir riset pribadi, 
sebagai kenangan/catatan untuk penelitian lebih lanjut, saya tulis sebuah artikel 
un-published berjudul, "Judgment Day of Sodom and Gomorrah : Geological Evidence of a 
Biblical Truth" Ini pernah saya bagi ke beberapa teman sebagai bagian dari kesaksian. 
Di bawah ini beberapa ringkasannya.
 
Dengan berpedoman kepada kitab2 suci, ekspedisi arkeologi telah dilakukan berkali-kali 
untuk mencari di mana lokasi Sodom dan Gomorrah. Kesimpulannya, dua kota ini ada di 
ujung selatan Laut Mati (Sedom/Bahrat Lut) di wilayah sengketa Israel-Palestina dan 
Yordania. Di ujung BD laut ini sekarang ada sebuah pegunungan bernama Usdom (Har 
Sedom/Jabal Usdum). Penggalian arkeologi tahun 1924 menemukan sisa2 kehidupan Zaman 
Perunggu Tengah (2000-1500 BC) yang prolific, lima mata air tawar, dan barisan benteng 
dengan banyak sekali peninggalan kebudayaan, begitu kayanya sehingga sering ditulis 
"like the garden of God" dengan dating absolut 2500-2000 BC. Pada 2000 BC seperti 
semuanya berhenti begitu saja. berdasarkan itu, para ahli memutuskan bahwa Sodom dan 
Gomorrah terletak di ujung selatan Laut Mati, terkubur dalam perairan dangkal di 
selatan Tanjung Al Lisan. 
 
Laut Mati (Yam Ha-Melah/ Al Bahr Al Mayyit) dibatasi oleh Pegunungan Judea ke barat 
dan Plato Transyordania ke timur. Sangat kontras kedalamannya dengan 400 m di bagian 
utara dan makin mendangkal ke selatan sampai hanya 4 meter saja di tempat di mana 
diduga Sodom dan Gomorrah terkubur. 
 
Data geologi menunjukkan sesuatu yang menakjubkan. Laut Mati adalah tepat merupakan 
transform boundary terhadap Arabian Plate dalam hubungannya dengan Lempeng Afrika dan 
Eurasia. Bisa dipastikan, rift valley dan strike-slip fault membentuk Laut Mati. Lebih 
ke selatan lagi, kita akan takjub, ternyata Laut Mati dan Sungai Yordan yang 
mengalirinya adalah ujung utara sistem retakan di Bumi yang sangat terkenal : East 
African Rift Valley. dari Sungai Zambesi di Afrika Timur ke Laut Merah ke Sungai 
Yordan. Saat Lempeng Arab bergerak ke timur, membukalah Laut Merah dalam mekanisme 
incipient sea floor spreading. Ke utara, rifting Laut Merah bercabang dua splay, ke BL 
membentuk Teluk Suez, ke TL membentuk Teluk Akaba-Laut Mati-Sungai Yordan. Rift Teluk 
Suez kemudian aborted, mati, seperti aulacogen berhungan dengan collision African 
Plate vs. Anatolian Plate, sementara Teluk Akaba-Laut Mati-Yordan aktif.
 
Bisa diyakini, bahwa Laut Mati adalah pull-apart basin berbentuk rhombohedral, 
merupakan blok yang tenggelam diapit dua sesar besar : Sesar Moab dan Sesar Yudea. Air 
dari Laut Mati tidak keluar ke Teluk Akaba karena sebuah tinggian Dataran Tinggi 
Negev. Endapan di sekitar Laut Mati terdiri atas endapan khas Timur Tengah : gipsum, 
rocksalt, clay, marl, evaporit, karbonat, lempung tebal. Endapan aspal ditemukan di 
mana-mana dan telah biasa digali sumur untuk memperolehnya sejak zaman dulu pun.
 
Kiamat di Sodom dan Gomorrah, berdasarkan data di Kitab Suci2, arkeologi, dan geologi, 
adalah lebih mungkin karena gempa di jalur strike-slip fault dan mud-volcano. Sebuah 
gempa membentuk vertical wrench fault yang memecahkan sealing overpressured shales 
yang plastis dan buoyant. Release tekanan itu mengekspulsi pore fluids, air, minyak, 
gas dan semua materi di sekitar Teluk Mati termasuk garam dan aspal. Di dekat sesar, 
clay menjadi liquefied dan buoyant dan akan terekstrusi melalui zona sesar sebagai mud 
diapir dan mud volcano di permukaan lengkap dengan material ekstrusinya.Sebuah letusan 
mud volcano bisa sangat katastrofik. Letusan mud volcano di Waimata Valley Selandia 
Baru bisa mengerupsi 100.000 ton viscous mud hanya dalam waktu sejam. Banyak mud 
volcano di Timor ('poton' mereka menyebutnya) benar2 mengeluarkan api dan gelegar 
petir. Sebuah poton besar di Pulau Kambing utara Timor tak akan mudah membedakannya 
dengan sebuah gunungapi magmatis.
 
Begitulah, suatu subuh 4000 tahun yang lalu Tuhan yang sudah geram melihat kejahatan 
penduduk Sodom dan Gomorrah, memerintahkan geologi Bumi di sekitar Laut Mati untuk 
memporakporandakan, menggulingkan, membolak-balikkan (dengan gempa) dan membakar kota 
ini menghujaninya dengan batu, lumpur, api, belerang, aspal, dan garam (dengan letusan 
gununglumpur). Istri Lot (Luth) yang masih berat hati meninggalkan Sodom dan Gomorrah, 
tewas dalam pelarian - mengerak ditutupi garam. Di selatan Laut Mati itu, banyak pilar 
garam, sisa endapan erupsi, dan orang2 sana menyebutnya dengan istilah "istri Lot".
 
Kitab Kejadian 19 di Alkitab (Bible) atau Surat Hud Juz XII ayat 69-83 di Al Qur'an 
menceritakan kejadian itu dan geologi membuktikan kebenarannya. Semoga bermanfaat 
menambah keimanan - bahwa benarlah Kitab Suci itu.
 
Salam,
awang


                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail Address AutoComplete - You start. We finish.

Kirim email ke