On Fri, 22 Oct 2004 07:56:20 +0800,
[EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> kan perancis punya "total" yang ngambilin minyak dan gas dari seluruh
> belahan dunia...

Iya betul, ferdi.
Kita ini hanya "merasa" memiliki sumber minyak, tetapi tidak
benar-benar menikmatinya. Dalam era kapitalis saat ini yang disebut
produsen minyak tentunya bukan host country, negara as a state, tetapi
negara yg warga negaranya yang memiliki modal (kapital) untuk
mengambilnya. Jadi kalau Total yang saham (kapital) terbesarnya
dimiliki warga Prancis itu ya artinya warga perancis lah yg menerima
keuntungan terbesar dari sumberdaya minyak.

Satu pertanyaan yg sering menganggu pertanyaanku adalah ... berapa
harga minyak yg masih dibawah sana ?
Menurut cara perhitungan keekonomian manapun nilai sumberdaya mineral
yang masih dibawah sana adalah NOL !
Harga itu ditentukan setelah minyak serta mineral tambang itu berada
dipermukaan. Dengan nilai produksi sebagai ongkos, serta keuntungannya
(profit) adalah harga jual dikurangi ongkos.

Kalau kita bikin roti tentunya gandum, mentega serta bumbu lainnya
sebagai bahan dasar yg mempunyai nilai, nemun minyak yg kita hasilkan
tidak memiliki nilai awal.

Apakah 85:15 ini menunjukkan bahwa yg 85% lebih beruntung ?
Jawabnya bisa macem-macem .... dengan cara mudah anda akan tahu 85:15
ini tidak selalu menjadi 'nilai akhir' perhitungan. Ada banyak
komponen didalamnya.


Kontrol

Yang lebih membuat rumit lagi adalah 'kontrol', siapa yg mengontrol
eksplorasi-produksi-eksploitasi ini ?
Laporan IHS Energi yg aku posting dimilist sebelah cukup menrik utk
dibaca --> ( http://groups.yahoo.com/group/indoenergy/message/1441 )
menunjukkan bahwa industri perminyakan akan masih menarik. Namun
keteratrikan akan lebih banyak ditukan oleh kondisi geopolitik bukan
kondisi geologis. Ini juga sudah kita sadari, kan ?
Jadi kalaupun sumberdaya minyak yg dibawah sana jumlahnya "sak
erat-erat" (buanyak sekaleee), mungkin akan menjadi basi kalau tidak
ada yg mengambilnya. Nah yg mempunyai kuasa mengambil saat ini kan si
pemilik modal. Disinilah pentingnya investasi.

Dilema, kah ? .... mengundang investasi dari luar bisa diartikan
mengundang orang mengambil barang yang "rasanya" telah kita miliki.
Mau diambil sendiri kita takut risiko atau juga emang ndak punya modal
untuk mengambilnya.
Mungkin bukan dilemma tetapi memerlukan "kerja sama" artinya 'ya harus
sama-sama kerja'. Janganlah menyerahkan sepenuhnya kepada investor,
karena investor bisa saja nakal dan 'host country'nya pun bisa pula
diisi oleh anak-anak nakal (koruptor). Nah akhirnya yang rakyat
"merasa" memiliki resources juga tidak menerima apa yg tadinya pernah
lihatnya atau didengarnya sewaktu sekolah bahwa negara ini telah
"Indonesia ini diberkati dengan sumberdaya alam yg melimpah".
Sekarang malah dipertanyakan ... "ah apa iya kita ini diberkati  ?"

Perlukah modal dari 'host country' ?
Tentusaja perlu, namun seberapa perlu ini yg sering kita perdebatkan.
Mudahnya, host country sebagai penjual tentunya memiliki barang jualan
yg bagus (geologi). Nah untuk menarik pembeli tentunya harus
pandai-pandai mempercantik barang dagangannya. Aku ambil contoh di
Malaysia sini (ah, lagi-lagi rdp nengoknya ke Petronas mlulu ... surri
:). Petronas PMU (semacem BP Migasnya Indonesia), bermodal dan berani
melakukan pengeboran beberapa struktur (prospect) untuk meningkatkan
nilai jual, atau untuk mempercantik jualannya supaya dibeli orang.
Sumur-sumur ini ditargetkan untuk memberikan data serta 'iming-iming'
bahwa daerah ini cukup menarik.
Barangkali cara ini bisa ditiru oleh departemen pertambangan untuk
melakukannya dengan lebih agresif. Jadi kita tidak ikutan langsung
untuk eksplorasi yg memerlukan modal jauh lebih besar, tetapi kita
lebih manfaatkan modal keuangan kita untuk mempercantik barang
jualannya.
<guyon on>
Modal dari mana wong habis buat bayar KBC ...
Belom lagi untuk subsidi bbm .... 
 ... :(
<guyon off>


RDP

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke