Itu angka2 total dari inventory prospek dan lead dari seluruh blok KPS dan JOB 
di Indonesia di luar Pertamina. Melimpah memang, tetapi banyak sekali yang 
harus dikerjakan dan panjang waktunya untuk membuat itu terwujud. Masukan bagus 
dari Rovicky yang ada juga di angan2 saya., tetapi, hm...saya sering greget 
menyaksikan yang terjadi. Ada BPMIGAS ada Dirjen Migas dan ada para kontraktor 
KKS (kontrak kerja sama). Ketiga pihak itu mestinya saling bekerja sama untuk 
mewujudkan bilyunan dan trilyunan resources tsb. Dan, ketiga pihak itu juga 
masih sering terkait2 dengan departemen yang lain (misalnya Dep.Keuangan, 
Kehutanan). 
 
Greget karena beritanya belum menggembirakan seiring menuju perwujudan. Kontrak 
dengan reserve-based harusnya memang mulai diambil oleh Dirjen Migas (yang 
membuat kontrak), dan nanti BPMIGAS yang akan  bekerja sama dengan para 
kontraktor untuk mewujudkannya. Lalu kalau ada masalah dengan departemen lain 
(misalnya tumpang tindih lahan perminyakan dengan kehutanan) jangan dibiarkan 
berlarut-larut tak jelas seperti sekarang ini. Problem ini sudah demikian 
kompleksnya, dan perlu gong saja dari RI1. 
 
Akses data yang dipermudah memang masih tersendat2 jalannya. Maka akibatnya 
sudah kita lihat sekarang : banyak data black market. Mungkin mirip2 VCD 
bajakan yang laris manis..
 
Tetapi tak perlu pesimis, kita sedang menuju perbaikan, memang hasilnya tidak 
segera terlihat. Semoga...semoga...membawa udara segar.
 
Salam,
Awang H. Satyana - BPMIGAS

Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Potensi masih besar. Kita punya paling sedikit 60 cekungan. 22 di antaranya 
> belum dibor. Kita punya 700 prospek 700 lead yang menunggu diupgrade untuk 
> ditindaklanjuti. Kita punya 50 firm petroleum system dan 100 speculative 
> petroleum system. Hitungan di atas kertas kita masih punya sumberdaya di 
> tempat 134 bilyun barel oil dan 252 trilyun cubic feet gas. Tugas para 
> eksplorasionis petroleum lah untuk mewujudkannya. Potensi masih besar..
> 

Tugas berat dan memakan biaya adalah menjadikan "resources" menjadi
"reserves". Sumber daya alam kita memang melimpah ruah, namun
"cadangan" kita yg sedikit. Sedangkan seluruh perhitungan ekonomi
mengacu kepada "reserves" (cadangan).

Bagaimana membuar resources ini menjadi reserves. Tentunya ini adalag
tugas BPMigas utk memicu serta memacunya. Salah satu cara misalnya
dengan melihat data statistik besarnya potential reserves utk prospek2
(700an) yg sudah teridentifikasi ini. Tentunya kita tahun yang namanya
Giant barangkali hanya lucky break saja, tetapi bukan break trough.
Jadi tinggalkan saja impian menemukan giant field.
Ketika kita tahu rata-rata besarnya cadangan ini tentunya kita (Host
Country, BP MIgas) dapat "bermain-main" disini. Nah kalau saja
perjanjian PSC diarahkan kepada reserves2 tertentu tentunya para
investor akan terpacu utk mengebor prospek2 yg ini, biasanya prospect2
ini reservesnya relatif kecil atau bahkan marginal. Tentunya perlu
'exercise' tersendiri utk menghitung besaran marginal field ini.

Ditempatku kerja sekarang reserves yg relatip kecil (<30MMBOE,
offshore) menjadi sangat menarik ketimbang reserves yg lebih besar.
Cut-off keekonomian pada reserves <30 MMBOE ini dituliskan dalam
perjanjian PSC. Dulu kumpeni lain ketika masuk ke blok ini mempunyai
cut-off cadangan yg lebih besar sehingga lapangan2 ini sebelumnya
tidak ekonomis buat kontraktor, namun karena disadari bahwa besarnya
cadangan relatif kecil2 maka perjanjian PSCnya dimodifikasi.

Sepertinya di MY masing2 block mempunyai PSC term yg berbeda2,
tentunya memerlukan penanganan tersendiri artinya kerja ekstra buat
PMU, Kalau di Indoensia ya Pak Awang dkk (BP Migas).

Cara memacu yang lain adalah ... emmberikan akses mudah untuk
"melihat-lihat data". Seperti yg pernah dituliskan pak Aris Setyawan
ttg kemudahan melihat data di Petronas yang gratis ... bentul melihat
data di open acreage di Petronas itu 'free of charge".. skali lagi
'ngga mbayar" ... Bandingkan dengan melihat data di Indonesia yg mesti
membayar 5rbu USD kalau mengkopi 60ribu USD.

== Pakdhe di milist geologi ugm ===

Saya pernah ngreview gratisan kayak begitu di KL (lt. 26 East Tower..?).
Memang gratis manis ... pakai disuguhin kopi en kue lagi .... Cuman memang
gak boleh dikopi ... Supaya dapat banyak data maka ya pakai ... digital
camera ...!
Nek di PND kalo kita mau ngreview data maka ongkosnya US$2500 dolar per blok
per hari.. hari berikutnya tambah 500 dolar lagi ... juga gak boleh di kopi
.... Dapat kopi en kue zuga ....!!!

===

Nah tentunya investor akan menengok yg geratis dulu kan ... apakah
kita hanya menginginkan pemasukan 5ribu USD saja ? tentunya tidak kan
?

Jadi walopun belum open file (karena setiap yg ngeliat mesti ijin dan
ada pernyataan konfidentialiti egrimen). Mungkin free of charge utk
melihat data ini akan mengurangi maraknya blak market serta lebih
menarik investor asli yg bukan perusahaan minyak2an ... :p

Kalau mau lebih afdol lagi tentunya ya dengan kebijakan "openfile",
tetapi pasti memerlukan perangkat perundangan dulu yg bisa memakan
waktu 3-4 tahun. Waktu ini terpakai utk pembentukan team penyusun,
trus menyusun draft, digodog didalam team, dibawa ke DPR, dibahas
bersama, disyahkan DPR, dibuat lembaran negara, dibuat juklaknya ...
trus dikhiri dengan "pembubaran panitia" ... howgh ... pasti kelamaan
kan ?.


RDP

-- 
my blog :
http://putrohari.tripod.com/Putrohari/

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL 
PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------


                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 All your favorites on one personal page � Try My Yahoo!

Kirim email ke