Dua tokoh legendaris perminyakan dunia pun bilang hal yang sama : 
 
"Oil is firstly found in the minds of men" (Wallace E. Pratt, 1943)
"First place to hunt for oil is LIBRARY" (A.I.Levorsen, 1922)
 
Semoga kita tetap mengasah pikiran kita dan berani menerima tantangan agar 
lebih banyak migas ditemukan.
 
Salam,
awang

"Gumilar, Bambang BSP-EPE/41" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Wah ini benar-benar pencerahan. Jadi ingat kuliah GMDGB-nya pak Koesoemadinata 
yang saya rangkum secara filosofis:

a. Oil does not occur underground. It does in the humans' mind.
b. You can always find oil using the old methods in the new fields.
c. However, you can also find oil in the old fields/regions with a new way of 
thinking.

Terima kasih bapak-bapak.
-bg

-----Original Message-----
From: Awang Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: 10 December 2004 13:58
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [iagi-net-l] Fw: Potensi Sumber Daya Migas Kita


Nah begini ceritanya ...

Semakin mempelajari Jawa Tengah, semakin menakjubkan wilayah ini. Rasanya, 
benar2 wilayah ini "terra incognita" buat kita. Kita sibuk dengan NW Java dan 
NE Java Basins dan mungkin lupalah kita akan Jawa Tengah. 

Saya pernah posting beberapa tulisan tentang Jawa Tengah kan, baik 
struktur-tektoniknya, volkanologi-nya, sedimentologinya, maupun petroleum 
geology-nya. Sebenarnya, kalau dicermati, itu semua saling berhubungan - sebab 
geologi tak pernah terkotak-kotak, petroleum potential pun bisa berhubungan 
dengan volkanologi.

Seperti kata Syaiful, di simposium deepwater & frontier exploration IPA kemarin 
saya presentasi deepwater & frontier HC potential di jalur Cekungan Bogor-North 
Serayu-Kendeng-Madura Strait. North Serayu terkait dengan Jawa Tengah ini. 
Belum banyak orang yang melirik jalur di tengah2 Jawa ini. Tujuan saya memang 
memanas-manasinya, tentu saja dengan alasan teknis, bukan asal ngomong. Jangan 
terlalu berharap ada data seismik di jalur ini. Walau ada di Jawa yang 
penduduknya padat, tingkat eksplorasi jalur ini sangat immature. Tapi kalau 
tidak kita mulai, kapankah kita akan mengetahui potensinya dengan pasti ?

Adalah van Bemmelen (1949) - jangan pernah mengecilkan karya2nya, sebaliknya, 
telitilah terus adikaryanya itu - yang menjadi referensi perama bekerja di 
wilayah frontier di seluruh Indonesia termasuk Jawa Tengah. Di bukunya jilid 
IB, akan ditemukan plotting semua rembesan minyak di North Serayu sejak dari 
Karangkobar ke utara ke lereng Ungaran dan memutar kembali ke selatan sampai di 
BL Boyolali. Rekan2 yang tidak familiar dengan Karangkobar, silakan buka peta, 
Karangkobar ada di utara Banjarnegara. Dalam geologi Jawa Tengah, Karangkobar 
penting, karena di sinilah garis pantai awal Miosen saat penenggelaman 
isostatik Jawa Tengah Utara terjadi akibat Serayu Selatan (baca Lok Ulo dan 
sekitarnya) terangkat.

North Serayu tenggelam secara isostatik, mengendapkan banyak sekuen volkanik 
klastik Miosen Awal - Akhir sampai ke Pliosen : 
Merawu-Penyatan-Bodas-Banyak-Ligung-Cipluk-Pemali series. Sebelum tenggelam ada 
mid-Eosen transitional Worowari klastik dan Oligo-Miosen Sigugur reefs di 
wilayah ini. Sambil tenggelam, terbentuklah apa yang biasa terbentuk di sebuah 
sistem gliding tectonics ala Kuching High dan lower stream delta di 
sekelilingnya seperti di Kalimantan : delta gravity faults. Hanya di sini 
adalah Lok Ulo High yang terangkat dan sekuen volkaniklastik North Serayu di 
lower stream-nya. Kita sekarang mengenalnya sebagai sistem toe-thrust, yang 
secara structural lebih banyak sebagai manifestasi ramp anticlines dari sebuah 
sistem decollement atau detachment. Decollement adalah sole-thrust dari sebuah 
sistem gliding tectonics.

Maka, terbentuklah trap2 toe-thrust di level2 Merawu, Penyatan, dan Banyak beds 
dengan pasir kuarsaan dan pasir tufaan sebagai reservoir. Cipluk Field di 
selatan Kendal adalah contoh salah satu lapangan dengan reservoir Banyak 
volkaniklastik turbidit dan perangkap yang terbentuk sebagai ramp anticline 
yang kalau ke bawah terus terhubung dengan sistem sesar vertical yang mengakar 
di sole thrust di level Merawu atau Penyatan. Nah, Merawu dan Penyatan punya 
sisipan serpih napalan yang bisa jadi source rocks, atau juga source bisa dari 
Worowari yang seumur dengan Ngimbang di Jawa Timur. Sementara itu, Sigugur 
reefs pun bisa sebagai trap yang langsung menerima HC charging dari Worowari 
yang tenggelam.

Semua rembesan minyak (sebagian masih aktif sampai sekarang pun) di North 
Serayu terjadi di volkano-klastik, kebanyakan di pasir tufaan. Itulah bukti 
hidup bahwa ada petroleum system yang aktif di bawah North Serayu. Dan, di 
lereng barat Gn. Ungaran, betapa banyaknya barisan rembesan minyak ditemukan. 
Gn. Ungaran adalah contoh backarc volkanism Jawa yang kemunculannya dipicu 
sesar besar Muria-Kebumen (ingat waktu kita diskusi indentasi struktural Jawa 
?). Nah, ternyata fault yang sama menjadi konduit pula buat migrasi hidrokarbon 
dari level Merawu/Penyatan naik ke permukaan.

Buat Pertamina, jangan hanya bergerak di sektor Pemalang-Tegal mencari model NW 
Java Basin, cobalah bergerak ke selatan mencari model khas North Serayu play 
types. Kalau kita tidak memulainya, kita tidak akan pernah menemukan cadangan 
migas baru...

Salam,
awang


                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 All your favorites on one personal page � Try My Yahoo!

Kirim email ke