Di tayangan Expedisi Metro, ada yang melakukan penyelaman setelah (2
minggu?) tsunami , di daerah
P Weh (kalo gak salah), pada kedalaman 0-30 kondisi dasar laut berantakan,
bahkan sampah-sampah
peradaban manusia tersebar di dasar laut, tetapi di kedalaman >30m,
terumbu karang dan ikan-ikan baik-baik saja.
Regards,
=============================
AMIR AL AMIN - DKS/OPG/WGO
TOTAL E&P INDONESIE
BALIKPAPAN
(62-542)-534283 - (62)-811592277
=============================
"Noor Syarifuddin" <[EMAIL PROTECTED]>
03/02/2005 03:27 AM
Please respond to iagi-net
To: <[email protected]>
cc:
Subject: Re: [iagi-net-l] Re: Paleo-Tsunami
Pak Awang,
Beberapa hari setelah kejadian di Aceh, di Tv saya lihat ada kisah 'true
story' tentang beberapa orang yang sedang menyelam di lepas pantai
Thailand.
Mereka sama sekali tidak sadar bahwa telah terjadi tsunami yang begitu
dasyat sampai mereka merapat ke pinggir pantai.
Pada saat menyelam mereka hanya mengamati bahwa air laut berubah menjadi
keruh, sehingga mereka berhenti menyelam dan naik ke permukaan (ini
kayaknya
cocok dengan air laut yang berwarna gelap keruh pada saat tsunami).
Kemudian
di permukaan mereka melihat banyak 'sampah' sehingga mereka ngomel orang
kok
pada buang sampah sembarangan.....
Pada saat mendekati pantai mereka barulah sadar ada yang aneh, karena
banyak
mayat yang terapung dilaut. Begitu melihat ke arah daratan, mereka begitu
shok karena bangunannya sudah pada rata dengan tanah......
Nah, dengan cerita ini (dan juga ada seruan bagi kapal-kapal supaya tetap
di
lepas pantai saja karena lebih aman), apakah kira-kira sejalan dengan
"berpindah"nya reef di dekat mercusuar itu.....
salam,
> Gelombang tsunami tak ada hubungan dengan angin, tak ada hubungan dengan
gerak pasang surut. Ia berhubungan dengan gempa bawah laut, ia
dibangkitkan
gempa. Perbedaan menyolok terjadi dengan windwave. Dari titik episentrum
di
dasar laut sampai ke permukaan laut, semua materi air bergerak. Di seluruh
kolom air yang di atasnya ada tsunami semua bergerak. Jadi bisa
dibayangkan
betapa merusaknya gelombang ini baik di pantai maupun di lautnya sendiri.
Banyak terumbu karang dengan mudah dicabut, dasar laut dikocok-kocok,
sedimen dibulak-balikkan dengan gerak turbulen upper dan lower regim-nya.
Walhasil : tak mengherankan kalau warna air laut gelombang tsunami keruh
kotor menghitam. Pantai rusak oleh tsunami, tapi dasar laut pun rusak oleh
tsunami di sepanjang perjalanannya.
>
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy
Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------