Total, Unocal, Conoco itu dari dulu terkenal banyak expat-nya. BPMIGAS suka merasa heran saja, jabatan mau dinasionalisasi, kok yang berkeberatan kelihatannya bagian SDM KPS juga manajer nasional di fungsi terkait di mana jabatan itu ada, sehingga mereka bolak-balik ke BPMIGAS untuk menegosiasi agar expat tetap di situ paling tidak diperpanjang 1-2 tahun lagi... Saya ngerti kok, mereka ada di posisi terjepit, sandwiched di antara dua kepentingan. Saya sih berharap BPMIGAS bisa hitam putih menangani RPTK/A, kalau waktu expat sudah selesai, ya putus saja, kalau sudah waktunya nasional naik, ya naikkan, jangan mengabu-abukan dan membuka forum negosiasi terlalu lama. Tapi, dalam banyak kasus ternyata memang terpaksa abu2. Belum lama ini saya merekomendasikan tidak memperpanjang tiga orang G&G expat dan menolak kotak baru yang diisi expat dari dua KPS. Dua disetujui dan mereka dalam proses pemulangan, satu tidak disetujui pemutusannya, dan kotak baru itu lagi dinegosiasikan. Kapan menarik, kapan mengulur, adalah gaya bekerja di BPMIGAS. Di atas semua itu, kita selalu belajar dari pengalaman yang ada, aturan2 baru bisa dikeluarkan, aturan2 lama bisa diamandemen. Salam, awang
Arief Budiman <[EMAIL PROTECTED]> wrote: berkaitan dengan expat : local dalam hal : jml, posisi, salary & benefit dll, ada baiknya mungkin kalo pak awang sekali2 buka filenya total indonesie. setahu saya kok banyak bener kulit putih di sana. saya tidak tahu apakah ada pelanggaran atau pengkadalan atau semua itu wajar2 saja? kalau memang benar bahwa sdm di kps2 banyak yg bermental bangsa terjajah, mungkinkah bp migas dapat menegurnya karena itu artinya kan menggerogoti kinerja bp migas secara tidak langsung? arief __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com

