Yep, you right Pak Awang ...... TIDAK ADA JAMINAN ttg penemuan di
basin2 tsb dengan kembalinya org ini ....

Tetapi "brain gain" (kebalikan dari "brain drain") ini ini hanyalah
bagian dari USAHA, dan sama juga lagi tidak ada jaminan bahwa usaha
itu akan berhasil. Tetapi sangat jelas bahwa yg berusaha akan lebih
menghasilkan ketimbang yg tidak berusaha. Bagian dari usaha ini adalah
penyediaan human resources atau siapapun yg mau mengerjakannya. Nah
kalau orangnya saja ndak ada, trus piye ? Apalagi wongkito ini jelas
akan lebih tahu daerahnya sendiri ... (yg ini bener ndak ya ? atau
bulenya lebih tahu ?)

Terlampir contoh gambar ttg benar tidaknya sebuah basin itu tidak
produktip atau karena tidak dikerjakan/disuahakan secara produktip
sehingga tidak berproduksi ... looh piye to kok mbulet !!

Gambar itu adalah perbandingan gulf of mexico (GOM) dengan salah satu
basin SES yg kita miliki. Coba bandingkan ukuran luasnya, keduanya
sama saja kan ?. Nah kalau kita punya data statistik lengkap coba juga
bandingkan jumlah sumur yg sudah dibor "per-km persegi". Juga jumlah
reserves yg sudah dihasilkan per km2. Jumlah sumur per km ini
menunjukkan bagaimana "USAHA" dilakukan untuk "memeras" isi perut GOM
dibanding SES. Banyak yg tertarik dengan GOM karena dianggap masih
"menjanjikan" secara geologi, masih banyak potensi yg dapat digali di
GOM. Ini karena banyakny ailmu yg digali, banyaknya sumur yg dibor,
banyaknya studi independen yg dilakukan, juga banyaknya publikasi yg
terbitkan.

SES atau basin2 lain banyak yg dianggap mature hanya melihat creaming
curve (discovered reserves versus time) dimana lapangan baru hanya
kecil2. Namun metode creaming curves ini seringkali menjebak atau ada
"pit fall", sehingga yg perlu diubah adalah cara pandangnya atau
metode menyatakan mature tidaknya sebuah cekungan.

Oke lah kita mungkin menyatakan bahwa keduanya beda setting
geologinya, Tapi coba bandingkan luas GOM dengan Delta Mahakam yg
mungkin setting geologinya mirip, maka akan kelihatan bahwa USAHA yg
kita lakukan ini belumlah optimal.

Kenapa GOM sangat rame mengundang orang untuk berusaha ? Ini pe-er
buat kita semua. Coba kita bandingkan beberapa item saja, apa yg ada
di GOM :
- Luas konsesi di GOM itu kecil2, sehingga pemainnya juga pemain
kecil2an. Dan biasanya pemain kecil ini lebih "berani" sebagai "dukun"
untuk ngebor sumur eksplorasi.
- Datanya terbuka (open file policy) sehingga dengan konsesi kecil2,
maka perusahaan kecil ini masih mungkin membuat studi regional-semi
regional untuk mendukung justifikasi teknis dari  daerah konsesi
prospeknya yg mungkin kurang 5km persegi.
- .... Yang saat ini atau pernah kerja di GOM mungkin bisa nambahi
info ttg GOM ...

Bahkan dengan perbandingan sederhana begini saja, saya dapat
berkesimpulan bahwa semua basin di Indonesia adalah belum diusahakan
optimum atau IMMATURE !!!

RDP

On Wed, 16 Feb 2005 18:26:03 -0800 (PST), Awang Satyana
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Vick, kelihatannya tak ada jaminan bahwa brain itu pasti menemukan minyak, 
> walaupun Wallace Pratt pernah bilang "oil is firstly found in the minds of 
> men". Dan saat brain itu kembali ke negeri ini pun tak ada jaminan juga bahwa 
> akan menemukan minyak. Pikiran memang harus bagus, tetapi kalau tempatnya 
> memang kering (contoh : Melawi, Ketungau, Mandai, Keriau, Kahayan), ya akan 
> tetap kering juga sebagus apapun pikiran itu. Upper Kutei Basin itu pernah 
> dikerjakan oleh lebih dari 10 operator expat dari akhir tahun 1969an, tentu 
> banyak yang punya beautiful mind pernah mengerjakannya. Toh sampai sekarang 
> pun di peta status basin Indonesia ia tetap  : drilled basin, no discovery.
> 
> Tapi benar, bahwa dengan go international semua pengalaman dan keahlian 
> (semoga) akan bertambah,  hanya rasanya tidak selalu berkorelasi positif 
> dengan penemuan hidrokarbon.
> 
> Salam,
> awang
> 
> Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> ----deleted
> Namun kalau dihitung "hasil kerja" yg dilakukan si pekerja tsb (berupa
> laporan tenis, nilai ilmu, nilai intelektual dll) tentunya bernilai
> lebih dari 10-20 rb $/bl. Nah seandainya nilai "brain" ini akhirnya
> dipakai utk melakukan pengeboran dan menghasilkan minyak jutaan barel
> minyak yg bernilai lebih dari jutaan $$$, maka nilai "brain" ini
> menjadi tak ternilai lagi tingginya. Sehingga jelas bahwa negara yg
> mengalami brain drain akan "rugi" kehilangan kesempatan untuk
> memperoleh jutaan $.
> ----deleted
>

<<attachment: GOM.jpg>>

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL 
PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke