Sekedar merenung menatap paradoks nasib ratusan ribu saudara2 kita TKI di negara
yang sama, Malaysia, yang katanya lebih tepat dijuluki Pahlawan
Devisa, tapi nasibnya amat merana.
"Muscle Drain", barangkali itu terminologinya (atau "Soul Drain"?). Ada yang mati, diperkosa, dipenjara, dianiaya ... Terakhir, boro-boro terima ribuan dolar, malahan tidak dibayar majikan dan dideportasi pulang.
Sekali lagi maaf OOT -- sekedar merenung.
Rovicky Dwi Putrohari bertutur pada 2/17/2005 6:59 AM:
Mau dilihat dari sudut atas bawah, kiri-kanan, utara-selatan ... kayaknya 'brain-drain is brain drain' . Kerugian sepertinya akan ada dipihak yg mengalami 'kebocoran' brain, dalam hal ini pihak Indonesia yg akan rugi.
Berapa sih nilai devisa yg masuk ke negeri ini ?
Taruhlah gaji 6000-7000USD/bulan ... upst buka kartu ! Biaya cost yg habis yg dipakai di negara tempat kerja sekitar 2-3 rb USD. nah sepertinya devisa yg masuk 3-5 rb USD/bulan.
Namun kalau dihitung "hasil kerja" yg dilakukan si pekerja tsb (berupa laporan tenis, nilai ilmu, nilai intelektual dll) tentunya bernilai lebih dari 10-20 rb $/bl. Nah seandainya nilai "brain" ini akhirnya dipakai utk melakukan pengeboran dan menghasilkan minyak jutaan barel minyak yg bernilai lebih dari jutaan $$$, maka nilai "brain" ini menjadi tak ternilai lagi tingginya. Sehingga jelas bahwa negara yg mengalami brain drain akan "rugi" kehilangan kesempatan untuk memperoleh jutaan $.
Memang secara tak sadar kita akan menyatakan bahwa ini "hukum pasar" dan hukum pasar "supply demand" merupakan nilai ukur "pembenaran". Akhirnya tak terasa kita (termasuk saya dulu) menilai bahwa kejadian brain drain ini adalah keniscayaan. Namun jelas dari sisi Indonesia hal ini sangatlah merugikan !
RDP "kapan mulih, vick ?"
--------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

