Rekan IAGI,
sebenarnya gempa di Aceh sudah sering terjadi bahkan dari sekitar 15 tahun yang lalu hal ini dirasakan ketika Om saya yang perwira TNI AL beberapa lama bertugas di Sabang dan Aceh. Bahkan pernah teradi gempa sampai menggoyangkan lampu2 gantung di dalam rumah cukup lumayan kencang. Jadi sebenarnya peringatan dari alam itu sudah ada sekian tahun yang lalu.
Pertanyaannya adalah kenapa baru sekarang kita terhenyak, para peneliti terhenyak, hasil2 penelitian dikorek-korek lagi, berbagai hal didiskusikan kembali, pemerintah kemudian tersadar perlunya Early Warning dsb...dsb......
Sebelum gempa Nias terjadi tidak ada peneliti yg muncul di Media massa....mungkinkah kita dinina bobokan oleh keadaan Aceh yg sudah mulai tenang????....
Mungkinkah kita ini termasuk saya punya budaya selalu euphoria ketika sesuatu telah terjadi? Budaya kebakaran jenggot....mungkinkah kita cukur saja jeggot kita biar tak tesundut api?
Mungkinkah suatu bencana hanya dijadikan ladang buat kita untuk menambah ilmu? Ohhh..gempa itu begitu to terjadinya...ohhh tsunami itu begitu to terjadinya......dsb..dsb......
salam weekend, PR
--------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

