Prediksi kapan gempa terjadi jauh lebih sulit daripada prediksi kapan Jupiter 
akan dibentur komet Shoemaker-Levy dan kapan gerhana Matahari serta gerhana 
Bulan terjadi. Kita sudah saksikan Jupiter dihantam komet tersebut tahun 1994 
persis pada waktu hari, jam, menit, detik yang diperhitungkan. Kita juga telah 
mengalami gerhana beberapa kali persis dengan saat detail yang diprediksikan.
 
Harus diakui memang bahwa pengetahuan manusia tentang angkasa luar sana, dalam 
hal prediksi, mengungguli pengetahuan manusia tentang prediksi kapan gempa 
terjadi. Ini tidak berarti bahwa astronomi mengungguli geologi dan bahwa para 
astronom lebih hebat daripada para ahli kebumian. Para ahli kebumian belum saja 
menemukan metode yang hebat untuk prediksi gempa. Ilmu dan teknologi berkembang 
terus, pasti prediksi gempa akan semakin baik. Astronomi telah berkembang sejak 
300an BC lengkap dengan observatorium-nya, bukan sekedar pengamatan mata 
telanjang ala Aristoteles. Geologi baru saja di abad 17an, terentang waktu 
ratusan tahun.
 
Benar memang, pengetahuan manusia tentang big bang jauh lebih detail dengan 
pengetahuan manusia tentang deep outer core Bumi, ada growth tectonics bergerak 
dengan massa spiral di sana. Baru itu saja, itupun berkembang baru 10 tahun 
yang lalu. Nah..big bang telah ditemukan sejak Edwin Hubble melihat galaksi2 
saling bergerak berpisah menjauhi titik sentral di alam semesta. Itu ditemukan 
tahun 1920an...
 
California, AS adalah gudang para ahli gempa kaliber dunia dilahirkan (sebut 
saja Hugo Benioff, Charles Richter, Hiroo Kanamori, yang belakangan a.l Kerry 
Sieh yang banyak meneliti Sumatra Barat, juga Kang Danny Hilman lulusan Calif 
juga). Tahun 1994, dilaporkan bahwa para ahli itu hanya berani mematok 86 % 
peluang kejadian gempa besar dengan magnitudo > 7.0 akan melanda Southern 
Calfornia di 30 tahun mendatang (dari 1994). 11 tahun telah berlalu sejak 
pernyataan itu dibuat, nah masih ada 19 tahun lagi untuk menggenapi  angka 30 
tahun. Maka di antara 2005-2024 akan ada gempa itu. Penduduk Southern 
California dalam penantian...Itu kalau pendapat para ahli betul, bagaimana 
dengan peluang gagal 14 % ?? Maka bisa dilihat : prediksi kapan gempa terjadi 
itu sulit. Tapi tentu manusia dengan fitrah curiosity-nya tak akan menyerah.
 
Salam,
awang
 
 
Prasiddha Hestu Narendra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Rekan IAGI,

sebenarnya gempa di Aceh sudah sering terjadi bahkan dari sekitar 15 tahun 
yang lalu hal ini dirasakan ketika Om saya yang perwira TNI AL beberapa 
lama bertugas di Sabang dan Aceh. Bahkan pernah teradi gempa sampai 
menggoyangkan lampu2 gantung di dalam rumah cukup lumayan kencang. Jadi 
sebenarnya peringatan dari alam itu sudah ada sekian tahun yang lalu.

Pertanyaannya adalah kenapa baru sekarang kita terhenyak, para peneliti 
terhenyak, hasil2 penelitian dikorek-korek lagi, berbagai hal didiskusikan 
kembali, pemerintah kemudian tersadar perlunya Early Warning dsb...dsb......

Sebelum gempa Nias terjadi tidak ada peneliti yg muncul di Media 
massa....mungkinkah kita dinina bobokan oleh keadaan Aceh yg sudah mulai 
tenang????....

Mungkinkah kita ini termasuk saya punya budaya selalu euphoria ketika 
sesuatu telah terjadi? Budaya kebakaran jenggot....mungkinkah kita cukur 
saja jeggot kita biar tak tesundut api?
Mungkinkah suatu bencana hanya dijadikan ladang buat kita untuk menambah 
ilmu? Ohhh..gempa itu begitu to terjadinya...ohhh tsunami itu begitu to 
terjadinya......dsb..dsb......

salam weekend,
PR


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL 
PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------


                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Make Yahoo! your home page   

Kirim email ke