Kelak di Indonesia akan ditentukan oleh mazhab mana yang berlaku, apakah 
kreasionis atau evolusionis. 
 
Kansas merupakan basis kreasionisme terbesar di Amerika Serikat. Saya yakin, 
kubu kreasionisme akan menang dan menghapuskan ajaran evolusi di kurikulum 
biologi sekolah dasar dan menengah. Percuma ahli geologi berbantah juga sebab 
saat pemilihan gubernur, sang kandidat telah berjanji akan menghapus ajaran 
evolusi. Nah, tentu saja para politisi banyak yang oportunis, di negara 
pro-kreasionis dia akan mengharamkan evolusi. Di negara pro-evolusionis dia 
akan mengharamkan kreasionisme.
 
Hanya, alasannya lucu kalau mau memajukan kreasionisme dengan dasar agar 
pertanyaan2 susah dari murid2 bisa dijawab dengan satu kata : itu transendental 
- supranatural - tak bisa dijelaskan -  itu otororitas Sang Pencipta. 
 
Seperti yang saya suka tulis di milis ini, kebanyakan orang tak bisa membedakan 
mana teori evolusi Darwin dan mana teori evolusi non-Darwin. Bagaimana mau tahu 
kalau sudah berprasangka buruk mengenai evolusi. Teori evolusi non-Darwin pun 
memuat apa yang disebut revolusi DNA dan rekayasa alam genome. Tak melulu 
gradualisme dan seleksi alam. Itu pengetahuan 1859, kita kini sudah 150 tahun 
lebih maju.
 
Tahun 2000 yang lalu seorang pakar geologi di pengadilan di sebuah kota di 
Australia gagal memperkarakan sebuah buku kreasionisme yang diajukannya sebagai 
false science. Nah, kalau mau berperkara, lihat-lihatlah dulu kota ini menganut 
mazhab apa. Kalau di Kansas bisa kalah, kalau di California belum tentu.
 
Mari kita lihat apa yang akan terjadi di Indonesia. Di beberapa kota di Jawa, 
sepengamatan saya, sudah muncul beberapa LSM kreasionisme. 
 
Pelajarilah dengan detail dan sebaik mungkin sesuatu sebelum kita mendebatnya. 
Pelajarilah dari sumber asalnya, jangan dari pihak pendebatnya.
 
salam,
awang
 


[EMAIL PROTECTED] wrote:
bagaimana di Indonesia?

kalau saya lihat outcrop miosen di Mahakam sih, 
fosil kayu, kepiting, daun, akar nipah sama dengan 
bentuk sekarang.

Regards,

=============================
AMIR AL AMIN - DKS/OPG/WGO 
TOTAL E&P INDONESIE
BALIKPAPAN
(62-542)-534283 - (62)-811592277
=============================
...............................
Definisi yang diajukan tersebut membuat berang banyak ilmuwan. Mereka 
frustasi menghadapai kemungkinan masuknya pemikiran supranatural dalam 
pembahasan sains di dalam kelas. ''Ini akan membuat siswa memandang dunia 
dengan sangat tidak ilmiah,'' komentar Keith Miller, pakar geologi dari 
Kansas State University.
............................






Rabu, 18 Mei 2005

Teori Evolusi Darwin di Kurikulum Diperdebatkan 


KANSAS -- Dewan Sekolah Kansas, Amerika Serikat mulai mempertimbangkan 
faktor mendasar seputar sains yang nantinya akan mempengaruhi kurikulum 
pendidikan. Mereka sedang berpikir untuk mendefinisikan ulang sains. Di 
lain sisi, Dewan Sekolah Kansas juga mendapat desakan dari pendukung teori 
intelligent design untuk menolak definisi yang membatasi sains menjadi kejadian 
alam biasa 
terhadap apa yang diamati di dunia.
Kubu konservatif Dewan Pendidikan berencana untuk mengajukan perubahan 
definisi sains pada bulan Agustus mendatang. Mereka yakin usulan ini akan 
diterima. Keyakinan itu didasari teori intelligent design yang mengatakan 
kerumitan dan teraturnya dunia terjadi akibat peran intelligent cause, Sang 
Pencipta. Teori tersebut berlawanan dengan teori evolusi. Pendukung 
teori intelligent design, Stephen Meyer, menyatakan perubahan definisi sains 
dalam pelajaran di 
sekolah akan menghindarkan guru dari pertanyaan-pertanyaan yang sulit 
dijelaskan secara ilmiah. 
Seperti tentang fenomena munculnya kehidupan di Bumi dan bagaimana Bumi 
terbentuk. Menurut Meyer yang juga pengajar senior dari Discovery 
Institute, Seattle, definisi sains saat ini 'berbahaya.' Pasalnya, sains 
didefinisikan secara tidak netral. ''Keberpihakannya jelas terlihat. Teori 
Darwin moderen mengandung terlalu banyak penjelasan yang tidak memiliki 
bukti,'' ungkap Meyer. 
Harris, seorang pakar asam lemak omega-3, menolak untuk meyakini kehidupan 
sederhana kuno menjadi cikal bakal terbentuknya makhluk hidup yang lebih 
kompleks. Evolusi selama miliaran tahun diragukannya dapat mengantarkan 
suatu makhluk menjadi manusia, berang-berang, ataupun makhluk hidup 
lainnya. ''Jadi, adalah sangat masuk akal jika dikatakan kode genetik yang 
ada pada DNA diproduksi oleh intelligent mind,'' komentarnya. 
Lantas, siapakah desainer ulung tersebut? Harris yang juga pendiri 
Intelligent Design Network Inc. tidak mampu menjelaskannya. ''Sungguh, 
saya tidak bisa menjelaskannya,'' kata Harris.Menurut pendukung intelligent 
design, sains semestinya didefinisikan sebagai metoda sistematis dari proses 
investigasi berkelanjutan. Artinya, jawaban spesifik terhadap sebuah 
fenomena alam tidak perlu diberikan. Definisi sains terbaru ini rencananya 
akan dipublikasikan dalam bagian pendahuluan standar sains negara bagian 
Kansas. 
Definisi yang diajukan tersebut membuat berang banyak ilmuwan. Mereka 
frustasi menghadapai kemungkinan masuknya pemikiran supranatural dalam 
pembahasan sains di dalam kelas. ''Ini akan membuat siswa memandang dunia 
dengan sangat tidak ilmiah,'' komentar Keith Miller, pakar geologi dari 
Kansas State University.Tahun lalu, Dewan Pendidikan meminta rekomendasi 
dari sejumlah kelompok pengajar untuk memperbarui standar pengajaran 
sains. Dewan Pendidikan akhirnya menerima usulan dari dua kubu yang 
berbeda. Kubu pertama--yang didukung oleh mayoritas pendidik--tetap 
berpegang pada standar yang kini berlaku dan membenarkan teori evolusi. 
(rei/berbagai sumber ) 




                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Make Yahoo! your home page   

Kirim email ke