BU-1 dan BU-2 adalah tidak lain dari Banjuurip-1 dan Banyuurip-2. BU-1 dibor oleh H Patragas, dan sudah mendapatkan minyak dalam core dalam clastics di atas Kujung Fm serta dalam RFT, bahkan profil tekanan reservoir terhadap profil tekanan hidrostatik menunjukkan masih ada minyak sampai kedalaman di bawah base dari reef., tetapi karena pada waktu itu pemboran sudah dikuasai oleh Mobil, waktu masuk ke top Kujung distop oleh Mobil dengan alasan H2S, kemudian disuruh pindah ke Cendana-2, juga distop pada waktu mau masuk Kujung dengan alasan yang sama. Kemudian kedua sumur itu suspended untuk 2 tahun, dan BPPKA waktu itu tidak melakukan tindakan apa2. ----- Original Message ----- From: "Ariadi Subandrio" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Wednesday, May 25, 2005 3:20 PM
Subject: RE: [iagi-net-l] Blok Cepu, ExxonMobile & strategi besar Pertamina


Jadi :
1. ini yang musti diurus, ditelusuri ulang proses-proses yang dilakukan, karena informasi rekan2 Pertamina WP&B terakhir pun juga gak ada. Terakhir konon adalah BU-1 apa BU-2 itu. Kalau EMOI ngebor tanpa ada approval dari BP Migas atau Pertamina, lho, ini juga pertanyaan baru pak Awang, kok bisa-bisanya ya. Berarti memang Cepu adalah daerah koboi, pantes bupati Bojonegoro juga berkelakuan koboi.

2. Dan kalau anda inget, saat Pertamina ngebor KTB, rekan Pertamina mau ngecek ke pemboran sumur EMOI Cepu ini pun diusir, kini rekan kita ada di BP Migas, saudara Avicenia Darwis mungkin bisa cerita banyak. Gambar Log dari sumur ini sangat kimplah-kimplah ruah, sayangnya data tersebut entah ada dimana (konon Pertamina pun tak punya. Wallahualam)


ar-.


Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Ar,

Lho...kok selama ini tak ada laporan ke BPMIGAS kalau mereka melakukan eksplorasi ? Memang eksplorasi mereka sudah terhenti sejak tiga tahun lalu saat perpanjangan kontrak menjadi begitu alot. Tetapi, usulan2 seismik mereka dan bor Jimbaran tak melalui Pertamina BPPKA/MPS saat itu. Usulan terakhir yang masuk ke Pertamina MPS adalah Banyu Urip A-2. Jadi mereka usulkan ke mana ? Dan semua closed-out AFE eksplorasi mereka pun tak satu pun saya terima.

Memang TAC tak boleh eksplorasi. Kalau mau eksplorasi juga harus ada dua kontrak : satu kontrak TAC, satu kontrak eksplorasi via PSC. Misalnya : Medco di Tarakan, mereka punya kontrak TAC Tarakan, punya kontrak PSC Tarakan yang melakukan seismik, bor eksplorasi dll.

Nah, hanya satu saja TAC yang eksplorasi : Humpuss Patra Gas. (Humpuss bisa begitu kan karena ada "surat sakti" tadi).

salam,
awang

Ariadi Subandrio wrote:
Pak Awang,
Dalam sistem TAC yang lumrah tak dikenal adanya kegiatan eksplorasi, namun khusus untuk TAC Cepu ada eksepsi untuk dapat melakukan eksplorasi, nah karena ada option eksplorasi tersebut tersebut maka Blok Cepu berada dalam kontrol BPMigas (dulu BPPKA/MPS)-- ini ada SK-nya kok, barangkali ada yang tahu SK khusus ini.

Namun, karena rame-rame saat ini adalah masalah kontrak (perpanjangan atau tak ada perpanjangan) bahkan denger2 ganti kontrak menjadi PSC, maka EM juga konsentrasi pada masalah KONTRAK TAC-nya. Seperti pak Awang sampaikan bahwa kontrak TAC adalah dengan Pertamina dan dalam (PP 35, pasal 104 huruf e & g) jelas menyebutkan bahwa kontrak TAC (berakhirnya) adalah bagian Wilayah Kerja PT. Pertamina (Persero). Semoga UU dan berbagai aturan yang kita ciptakan sendiri ini tak dilanggar oleh siapa pun.

Wuik, klaim pengeluaran eksplorasinya EM sampai US $ 400 juta je, duit segitu gede itu lho buat eksplorasi apa saja ya Ki (atau dimana saja ya?).

ar-.

site!

---------------------------------
Do You Yahoo!?
Yahoo! Small Business - Try our new Resources site!


---------------------------------
Do You Yahoo!?
Yahoo! Small Business - Try our new Resources site!


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL 
PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke