Pak Awang,
Sewaktu sumur-sumur ini sedang dibor, saya sering mendapat tugas wsg ke
Karanganyar-1, Sukowati-1 dan 2, serta sumur-2 Mudi di Blok Tuban. Menurut
kawan-2 saya (expat-drilling rig crew dan services co.) bahwa drilling rig
sempat "standby" berbulan-bulan dengan alasan yang kurang jelas, diantaranya
ya itu tadi gas H2S. Jadi selama berbulan-bulan itu kegiatan/operasi hanya
sirkulasi dan sirkulsi, lalu wiper trip, lalu sirkulasi lagi. Istilah mereka
"easy money" artinya kerjanya santai saja. Rupanya ini ada "udang di balik
batu". Waktu itu kami hanya berpikir, apakah biayanya tidak membengkak ya?
Lalu siapa yang bakalan menanggung?

Ngomong-2, waktu membor sumur Mudi (8), kita sudah sampai di body Tuban
Carbonate (pay zone); tiba-2 terjadi los sirkulasi. Setelah berhasil diatasi
ternyata ditemukan lapisan "very well-rounded conglomeratic sandstone" yang
kenampakannya sangat mirip dengan gamping kristalin. Tentu saja ini membuat
wsg dan mudloggers kalang-kabut (apalagi terjadi jam 02.00 pagi). Tidak
menduga bakalan  ketemu pasir di tengah gamping yang tebal.
Apakah Pak Awang bisa kasih komentar?
Trimakasih dan salam,
Sugeng

----- Original Message -----
From: "Awang Satyana" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Thursday, May 26, 2005 4:49 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Blok Cepu, ExxonMobile & strategi besar Pertamina


> Iya Pak Koesoema, memang problem mekanis itu saya tahu dibuat2. Hanya,
> catatan resmi yang ada di file menyatakan begitu, walaupun yang terjadi
> tidak begitu. H2S Banyu Urip memang suka dikuatirkan, apalagi oleh Exxon
> yang safety standardnya "mungkin" terlalu tinggi. Saya pernah dilatih
> evakuasi H2S dulu sebelum menengok operasi pemboran BU-A1. Nah, bagian
> safety itu pula yang menyebabkan biaya tinggi. Reef2 lain di East Cepu
> High ini pun sama suka dikuatirkan tinggi (Pertamina dan PetroChina),
> tetapi ternyata tak menguatirkan. Maka, pemboran ditunda sampai 2 tahun
> tentu mengada-ada...
>
> salam,
> awang
>
> "R.P. Koesoemadinata" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Sebetulnya pada waktu BU-1 dibor Humpuss Patragas sudah bergabung dengan
>
> Ampolex (waktu itu sudah dibeli Mobil), jadi pemboran BU-1 dan Cendana-1
> itu
> walaupun operatornya HPG, tetapi pemboran dibiaya dan diawasi (bahkan
> dikuasai) oleh Ampolex/Mobil. Pada waktu itu praktis staff Humpuss
> selain
> personel rendahan tidak diperkenankan ke well site, dan sumur dinyatakan
>
> tight (cek saja di scout check report untuk tahun 1998). Tetapi saya
> sebagai
> advisor pada direksi HPG diberi kesempatan untuk melihat core dan well
> data
> lainnya untuk memberikan advise mengenai "penemuan" ini. Apa yang ada di
>
> laporan resmi mungkin saja berbeda dengan keadaan yang sebenarnya. Tidak
> ada
> problem mekanis pada waktu itu, alasan yang diberikan pihak Mobil pada
> wkatu
> itu adalah adanya H2S yang dikhawatirkan mencermari lingkungan, sehingga
>
> mereka "suspend" pemboran sampai masalah H2S ini bisa diatasi, yang
> ternyata
> memakan waktu 2 tahun?
> Ini yang saya ketahui dan alami sendiri, bukan berdasarkan laporan atau
> bisik2.
> Wassalam
> RPK
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL 
PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke