Pak Sugeng,
 
Kalau tidak calcareous agak susah menerangkan kejadian itu ya. Bayangan saya, 
saat pembentukan Mudi carbonates ada fluktuasi susut dan genang laut. Saat 
susut, kawasan gamping tersingkap, lapuk, tererosi dan sedimennya diendapkan di 
atas gamping lebih tua. Sedimen re-deposited itu lalu mirip2 konglomerat karena 
menandakan suatu Batas Sekuen baru. Hanya, paket sedimen ini mesti gampingan 
sebab provenance-nya pun gamping. Atau, ada provenance yang granitik saat itu 
terus mengendapkan pasir konglomeratik kuarsaan ? Kalau dari geologi regional 
wilayah ini, agak sulit menerima ada provenance semacam itu. 
 
Di selatan Semarang, ada yang nama Lutut sands yang singkapannya menunjukkan 
batupasir konglomeratik kuarsaan dan umurnya Early-Middle Miocene, ekivalen 
dengan bagian atas Mudi carbonate itu. Tetapi ini terlalu jauh dengan wilayah 
Mudi. Lundin Blora 3 tahun lalu mengejar objektif ini di sekitar Ngawi, 
ternyata tak ada perkembangan sands itu sampai ke timur, apalagi ke Mudi. Kalau 
gejala sands konglomeratik kuarsaan ini menyebar secara regional di Blok Tuban 
dan ditemukan di banyak sumur2 Mudi, maka menarik untuk dikaji lebih jauh, 
terutama asal-muasalnya.
 
Pendapat/komentar saya tentang Cepu jelas pendapat pribadi Pak. Tetapi,  banyak 
teman2 di BPMIGAS berpendapat sama dengan saya, dari staf sampai top managers. 
Bulan lalu, EM mengirimkan surat ke BPMIGAS yang ditembuskan ke banyak pihak. 
Isinya, membuat banyak telinga pejabat di BPMIGAS merah, menyalahkan mengapa 
BPMIGAS mengeluarkan persetujuan membor Sukowati-3 dan -4 kepada PetroChina 
Tuban padahal menurut EM masalah Cepu belum beres. Kebetulan, inisiator 
persetujuan itu adalah saya sebab di bawah wewenang saya. Lalu Pak Luthfi, Ka. 
Div Eksplorasi BPMIGAS, memanggil EM. Expat-nya datang. Si inisiator surat EM 
tak bisa datang, mendadak sakit, (hm..padahal orang inilah yang mau dimarahi 
sebenarnya). Nah, Pak Luthfi, saya tahu, berbicara sambil menahan marah. 
Prinsipnya, kalau mau menulis surat lihat2 dulu dong. EM  mengira bahwa 
Sukowati-3 dan -4 itu sumur2 development, maka mereka protes sebab menurut 
perjanjian memang sumur2 development belum boleh dibor di Sukowati sampai 
 beberapa
 permasalahan di Sukowati selesai dan disepakati semua pihak. Tapi, Sukowati-3 
dan -4 adalah sumur2 eksplorasi delineasi bukan development. Maka BPMIGAS 
menjawab dengan mengirimkan surat teguran kepada EM. Dan, sekarang Sukowati-3 
tengah dibor, yang asalnya ditentang EM.
 
salam,
awang
(enak naik kendaraan umum kalau di Jakarta, atau ojeg kalau macet)

"sugeng.hartono" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pak Awang,
Yang muncul di tengah tubuh Tuban Carbonates itu adalah "conglomeratic
sandstone" dengan butir kwarsa yang sangat bundar. Jelas tidak ada reaksi
dengan HCl. Kurva log PEF juga menunjukkan kwarsa. Apakah sewaktu
berlangsung pembetukan karbonat sempat terjadi pengangkatan sehingga
diendapkan conglomeratic sandstone.
Pak, komentar-komentar Anda (sangat bagus lho) dalam milis ini merupakan
komentar sebagai wakil BP Migas atau pribadi Pak Awang?
Wassalam,

Sugeng
(Tidak menduga bisa ketemu Anda dalam Kopaja S.66 jurusan Blok M-Manggarai).


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke