Pak Awang, Membandingkan mutu lulusan tentu saja tidak sederhana, tapi kalau membandingkan 'jumlah' apa yang mahasiswa S1 kita dan mahasiswa di luar negeri pelajari, saya pikir S1 kita bisa disamakan dengan Bachelor (Honours). Dengan demikian mestinya bisa langsung ambil PhD tanpa perlu kuliah S2, walaupun kuliahnya di luar negeri.
Yang kuliah di Jerman kan bisa tuh ambil DR. rer nat atau apalah namanya, enggak pake S2 kan Pak? Awalnya waktu masuk memang dibilangin ambil Master, tapi setelah evaluasi tahun pertama dianggap mampu, langsung saja lanjut ke S3. Yang dari Honours ke PhD juga demikian, tahun pertama dianggap ambil Master, setelah dinilai dan dianggap cakap, langsung dijadikan PhD. Minarwan On 5/30/05, Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Pertanyaan dasarnya, mengapa S1 kita yang rata2 kuliah 5 tahun itu disamakan > dengan "bachelor" kalau mau ambil sekolah di LN ? Di LN, dalam 5 tahun itu ya > sudah lewat bachelor dan master umumnya. Seorang lulusan S1 di Indonesia > karena dianggap bachelor maka mesti sekolah 2 tahun lagi untuk sampai master, > maka jadinya 7 tahun untuk bachelor + master. > Anehnya, seorang Drs di Belanda (S1 di Indonesia) bisa mengambil langsung > PhD, tanpa perlu master-masteran dulu, nah kok S1 Indonesia yang sistem > pendidikannya diwarisi dari Belanda tidak bisa ??! > > Lalu, sekolah2 di Indonesia pun ternyata ikut-ikutan "mendowngrade" kan > lulusan S1nya, dengan menganggap mereka bachelor kalau mau ambil S2 > (master/magister). > > Apakah mutu S1 kita itu = mutu bachelor di LN ? Saya tidak percaya. > > salam, > awang (tetap S1) > -- - 100 Gmail invitations to go, contact me if you're interested. - Articles on Liverpool FC at http://minarwan.spymac.net/blog --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

