Bagus Pak Teguh, publikasikan saja secepat dan sebanyak mungkin. Kebanyakan paper yang ditulis pun adalah "writing while studying". Jangan kalah cepat. Soal mutu paper, nanti juga akan membaik sendiri atau akan ada orang yang memperbaiki. Memang kita tahu bahwa di bawah sana itu persis seperti yang kita tulis ? Tidak kan. Nah, jangan mau kalah, jangan terlambat, jangan sekedar jadi guide atau asisten atau pembantu, atau telah puas sekedar jadi co-author, jadilah tokoh intelektual juga yang setaraf dengan mereka. Hanya sulitnya, jurnal2 ilmiah dan konvensi2 internasional pun pun banyak "mafianya", banyak keberpihakannya. Ada jurnal2 ilmiah/konvensi2 internasional yang sulit ditembus kalau tidak oleh golongan2 tertentu. Banyak sekali paper bagus di proceedings2 IAGI yang tak diakses secara internasional. Terutama, hambatan bahasa penyebabnya. Orang2 LN itu kebanyakan tak mengerti bahasa Indonesia. Maka, PIT IAGI nantinya harus lebih go-international, pengumuman harus di jurnal2 internasional (bahkan untuk memasang iklan ada PIT IAGI di jurnal seperti Explorer pun gak gampang - Herman Darman bisa konfirmasi ?), dan kalau bisa paper ditulis dalam bahasa Inggris, lalu kalau di ruang presentasi cukup banyak bulenya, pakailah bahasa Inggris, biar mereka mengerti dan mereka akan meneruskan ke rekan2nya bahwa PIT IAGI itu using english. Model2 joint convention seperti IAGI-Geosea di Yogyakarta 2001 merupakan ide bagus untuk go-international (walaupun Geosea-nya tak terasakan, minimal sudah mulai kan). Kalau di Indonesia, menulis paper memang harus ada izin. Ditjen Migas yang mengeluarkannya via BPMIGAS. Sekarang pun saya sedang memproses izin 113 paper yang akan dipresentasikan di Konvensi IPA tahun ini. Saya tak melihat bahwa prosedur izin paper adalah penghambat orang menulis paper. Umumnya izin akan keluar, apalagi kalau untuk kepentingan akademik dan kemajuan sains. Seingat saya, tulisan tentang Cepu di AAPG Explorer itu tak pernah ada permintaan izinnya masuk ke BPMIGAS. Harusnya, KPS yang bersangkutan, apabila terlibat di studi itu, mengajukan izin untuk publikasi. Sekali lagi PUBLISH OR PERISH. salam, awang
[EMAIL PROTECTED] wrote: Kelihatannya kok kita selalu kalah cepat, dari berbagai diskusi yang saya amati disini. Dari soal manusia Flores, Cepu discovery, dan sekarang tentang East Java Basin. Mungkin pada malu-malu publish paper ya ?? Karena itulah maka saya ngotot mempublish apa aja yang saya kerjakan di KL sini, biarpun menurut saya kwalitas 'paper'nya amat amburadul, karena saya tidak mau kalau kontribusi orang Indonesia dalam Field Development di Malaysia, yang katanya adalah 'the fastest field development plan' yang memecahkan "Malaysian Record", hilang begitu saja. Kalau ada istilahnya adalah 'writing paper while drilling' kali ya ?, karena selama dua tahun disini saya drilled 50 lobang sendirian aja, tapi saya coba untuk publish '3 papers', dua di Geological Society of Malaysia dan satu di SPE (waktu itu di Perth). Karena saya berpacu dengan waktu kontrak saya, soalnya kalau tidak pasti nggak ada satu namapun orang Indonesia yang diingat. Selesai kontrak pasti hanya 'Thanks for your service' dan habis itu pasti "gone with the wind".......... Seperti kata pak Awang Publish or Perish............. Saya hanya berpikir, walaupun amburadul, tapi nama orang Indonesia sudah melekat di salah satu field yang kononnya memecahkan record Malaysia. Mengenai sasaran atau tidak ? Hanya waktu yang akan mengatakan, yang penting saya sudah berusaha. Walaupun mungkin kontribusinya sangat kueciiil sekali, tapi paling tidak semoga orang ingat, kalau Indonesia tidak hanya pembantu dan tukang bangunan. Mungkin ada baiknya untuk 'paper-paper' IAGI, terutama buat yang bekerja dgn perusahaan asing, selalu dalam bahasa Inggris. Dan PIT IAGI, 'flyer'nya di publikasikan di IPA bulletin, Jakarta post, kalau bisa malah di AAPG Explorer. Biar banyak orang bule tahu, kalau ada PIT IAGI dan IAGI-nya sendiri. Salam, __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com

