Sekedar pemikiran,
Ada badan International Union of Geological Sciences, dengan working group
a.l. Urban Geology dll. Diantara accomplishment 2003 adalah Intrenational
Workshop and Forum on Medical Geology 2003 in Brazil and  Malaysia dimana
wakil dari Indonesia juga berpartisipasi. Dalam kurun 1998-2003 membentuk
International Working Group sbg special project a.l. Environmental Geology
dan Medical Geology.
Apakah dalam proses kesesuaian geologi baik dalam jangka pendek maupun
jangka panjang issue  Medical Geology  akan dimasukkan dalam konteks Tata
Ruang Berbasis Geologi yang tentunya dengan melibatkan disiplin lain ?
Semoga.



                                                                                
                           
                      "Sekretariat                                              
                           
                      Pengurus Pusat"          To:      "IAGI-NET" 
<[email protected]>                   
                      <[EMAIL PROTECTED]         cc:                            
                             
                      .id>                     Subject: [iagi-net-l] TATA RUANG 
BERBASIS GEOLOGI           
                                                                                
                           
                      08/06/2005 11:14                                          
                           
                      AM                                                        
                           
                      Please respond                                            
                           
                      to iagi-net                                               
                           
                                                                                
                           
                                                                                
                           




Mohon tanggapannya tentang Tata Ruang Berbasis Geologi ini, karena akan
masuk dalam pembahasan (point ke 4) di Rapat Dengar Pendapat dengan
Komisi VII DPR RI


Terimakasih


-lina-


TATA RUANG BERBASIS GEOLOGI

Dalam perencanaan tata ruang dibutuhkan dua(2) tahap proses , yakni
proses kajian kesesuaian geologi dan kajian perencanaan tata ruang.Tata
ruang berbasis geologi merupakan salah satu bagian dalam menghasilkan
PETA KESESUAIAN GEOLOGI yang menggambarkan semua informasi potensi dan
kendala dari berbagai PETA DASAR (Peta Kemampuan Lahan). Peta ini harus
mampu memberikan informasi kemampuan fisik secara kuantitatif ataupun
semi kuantitatif. Berbagai peta dasarnya dapat berupa peta-peta bentang
alam, geologi teknik, daya dukung tanah, erosi dan gerakan tanah
(Bencana Geologi), airtanah, lokasi limbah, drainase, bahan galian dan
sebagainya. Setiap peta dasar mempunyai sebaran setiap unit lahannya.
Informasi potensi dan kendala, dari setiap unit lahan telah mampu
dinilai secara kuantitatif. Pada prinsipnya Peta Kesesuaian Geologi
merupakan peta gabungan dari berbagai peta dasar yang siap digunakan
oleh Ahli Perencana dalam membuat Tata Ruang Berbasis Geologi.
 Sebagai contoh untuk mendapatkan satu Peta Kemampuan Lahan Airtanah
(Peta Dasar Airtanah), maka kita harus mendapatkan semua informasi
airtanah (kuantitas dan kualitas) dalam wilayah peta tersebut. Datanya
dapat berupa data bor airtanah (dangkal/dalam) yang terdiri dari data
log bor (jenis akifer), uji pemompaan (debit/K/T), uji kualitas (air
bersih + unsur-unsur utama airtanah) dan mungkin ada data lain yang
terkait dengan airtanah. Semua data ini dapat menghasilkan informasi
POTENSI dan KENDALA dari AIRTANAH, yang akan menghasilkan unit-unit
airtanah (dikaitkan dengan unit geologinya). Setiap unit lahan yang
dihasilkan haruslah diberi NILAI(Penilaian) dalam kisaran  5(Terbaik)
hingga 1(Terburuk)/
 Begitu pula untuk peta dasar lainnya yang memungkinkan kita untuk
mendapatkan lebih dari delapan (8) lembar peta dasar, sesuai dengan data
dasar yang mampu diperoleh. Selanjutnya adalah menentukan RANGKING BOBOT
ke delapan peta tersebut dalam kisaran 5 (tertinggi) hingga 1
(tertendah), penentuan nilai bobot harus dilakukan secara bersama dalam
Tim Tataruang. Karena ke delapan peta dasar telah mempunyai Bobot, maka
kita tinggal mengalikan antara Bobot dengan Nilai unit lahannya. Dalam
tahap akhir setiap unit lahan dari peta dasar (Peta Kemampuan Lahan)
akan mempunyai nilai.
 Untuk mendapatkan Peta Kesesuaian Lahan, maka semua Peta Kemampuan
Lahan harus dilakukan tumpang-tindih (overlay), dan akhirnya akan
didapatkan beberapa unit lahan yang setiap unitnya mempunya informasi
potensi kendala, kisaran nilai dan rekomendasi untuk mengatasi kendala
ataupun terkait dengan informasi yang belum jelas. Peta Kesesuaian
Geologi yang dihasilkan telah digunakan oleh ahli perencana (planologi)
dalam merumuskan kebijakan tata ruang yang akan direncanakannya.
 Kalau setiap wilayah di Indonesia (Propinsi) telah melakukan Kajian
Tataruang Berbasiskan Data Geologi, maka beberapa hal sudah dapat
dilakukan ANTISIPASI/MONITORING/KONSERVASI yang terkait dengan :
Mitigasi dan Potensi Bencana Geologi ; Eksplorasi Sumberdaya Air dan
Tinjauan Geologi atas Konflik Kepentingan antar Sektor
Pertambangan/Lingkungan.







---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL 
PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke