Typical source rocks (SR) di Tarakan dan Kutei deepwater umumnya tipe II/III 
dengan tipe III dominan (terrestrial-deltaik). Kontribusi dari Eosen dicurigai 
karena ada age-diagnostic biomarker (mis : bisnorlupanes dan norlupanes) yang 
muncul di sampel minyak di salah satu lapangan deepwater Kutei. 
 
Secara molekuler, SR Miosen dan pre-Miosen dapat dibedakan. Minyak2 deepwater 
Kutei punya unique molecular signatures yang absen di Miosen SR tetapi hadir di 
Eosen SR. Ini mengindikasi bahwa SR Eosen (ekivalen Lower Tanjung di Barito) 
matang dan has generated oils di bawah deepwater dan akan punya dampak besar 
untuk eksplorasi di basin floor fan Kutei. Ini penemuan baru.
 
Eosen SR di Tarakan akan berbeda setting source facies-nya dengan yang di Kutei 
sebab setting tektonik pada Eosen antara Kutei dan Tarakan berbeda. Rifting 
Eosen sama-sama terjadi tetapi hanya Kutei sampai Mangkalihat yang pernah 
terikat dengan Sulawesi Barat.
 
Tarakan onshore dalam hal ini adalah daratan NE Kalimantan yang termasuk Kab. 
Berau dan Bulungan, tidak termasuk Pulau Tarakan dan Bunyu yang prolifik dari 
dulu. Di onshore ini hanya ada Lapangan Sembakung dan Bangkudulis dengan 
beberapa sumur discovery yang tak dikembangkan. Tetapi play2 lapangan2 ini 
masih mirip lapangan di Tarakan dan Bunyu. Di luar ini risky akibat kualitas 
reservoir yang banyak volcanic impurities, tektonik yang kuat, jalur migrasi 
yang rumit, dan pengangkatan yang cukup parah. Tapi, beberapa operator mulai 
bergiat mengerjakan wilayah ini. Risky, but it has to be proved.
 
Ketidakhadiran antiklinorium hanya mengurangi kemungkinan terbentuknya trap 
yang berjajar-jajar ala Kutei onshore-offshore sejak dari Sanga-Sanga field di 
inner trend of anticlinorium sampai Sisi-Nubi fields di outer trend of 
anticlinorium. Di Tarakan, ponded basins yang menjebak deposit pasir masih 
terbentuk di deepwater bersamaan dengan toe-thrusting migration.
 
Bisa saja bagus di deepwaternya, asal efek sand maturation via winowing 
terpenuhi untuk pencucian fine materials. Juga harus dilihat kapan timing2 
deposit LSPW (lowstand prograding wedge) terjadi agar tak hanya berharap dari 
winowing tanpa supply pasir agak besar via lowstand system tracts.
 
salam,
awang

[EMAIL PROTECTED] wrote:
Pak Awang,

apa typical source rock (type i, 2, 3..?) yang mengisi reservoir di deep 
offshore tersebut...? dan apakah dari eosen juga..?

kenapa di petroleum geology wilayah onshore tarakan lebih risky...? 
bukankah sudah terbukti dengan adanya field - field di onshore tersebut 
sehingga membuktikan bahwa ada petroleum system di situ...?

Ketidakhadiran dari antiklinorium prolifik apakah mempengaruhi banyaknya 
input reservoir untuk delta di tarakan....? kalau input reservoirnya tidak 
bagus di deltanya..apakah kita bisa mengharapkan ada reservoir bagus di 
offshorenya...?

Regards

Kartiko-Samodro
Telp : 3852





Awang Satyana 
16/06/2005 05:04 PM
Please respond to iagi-net


To: [email protected], [EMAIL PROTECTED]
cc: 
Subject: Re: [iagi-net-l] Transgresi-Regresi dan Sengketa Ambalat

Padahal di minyak2 yang ditemukan di reservoir Mio-Pliosen itu ada ciri2 
geokimia biomarker bahwa ada kontribusi source rocks Eosen kepadanya, 
nah..

Tetapi, eksplorasi di onshore Tarakan ini sedang menggiat dan akan 
menggiat dalam dua tahun ini. Semoga ada penemuan baru, walaupun secara 
petroleum geology wilayah onshore Tarakan lebih risky dibandingkan 
offshore-nya.

Ketidakhadiran antiklinorium yang prolifik seperti di Kutei adalah salah 
satu kekurangan Tarakan dibandingkan Kutei. Regime tektonik Tarakan tak 
bisa membuat antiklinorium yang prolisfik seperti di Kutei berkembang 
dengan baik di Tarakan.









__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke