Problem datang dari terlalu dangkalnya perairan di sekitar Ujung Pangkah akibat 
sedimentasi Bengawan Solo : offshore bukan onshore bukan di sekitar Lap. Ujung 
Pangkah itu, transisi tepatnya. Ini menyulitkan operasi seismik (yang harus 
dilakukan khusus transisi, dan ini lebih mahal daripada seismik offshore dan 
onshore). Ini juga menyulitkan operasi bor karena rig yang khusus transisi 
harusnya swamp barge, tetapi sulit mencari rig swamp barge, maka sumur dibor 
miring dari wilayah offshore yang kedalaman lautnya masih mengizinkan untuk 
jack up atau submersible.
 
Di bawah sedimen Bengawan Solo di wilayah laut Pangkah ini dibenamkan 
ranjau-ranjau laut PD II, dan itu menjadi pekerjaan sendiri yang memakan biaya 
cukup tinggi untuk menyapu ranjau sebelum operasi seismik atau bor dimulai.
 
Shofiyuddin, Amerada Hess, anggota milis ini juga, tentu bisa bercerita lebih 
banyak.
 
Namanya alam, tak bisa diakali oleh manusia, ia akan menagih perubahan yang 
ditimpakan manusia kepadanya, bisa sekarang, bisa puluhan atau ratusan tahun ke 
depan. Maka butuh AMDAL, paling tidak untuk mengantisipasi akibat perubahan2 
yang memang harus dilakukan.
 
salam,
awang

Salahuddin Husein <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Terima kasih Pak Awang, ulasannya betul-betul mencerahkan. Memang kalau
dilihat dari bentukan morfologinya, delta-delta di pesisir utara jawa
memang lebih dominan fluvial process-nya, yang mengindikasikan rate of
sediment supply relatif tinggi.

Btw, saya tertarik dengan kesulitan yang dialami Amerada Hess dengan
delta Bengawan Solo. Apa saja kesulitannya itu, Pak?

Trims,
Udin,-

-----Original Message-----
From: Awang Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Tuesday, June 21, 2005 10:36 AM
To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: RE: [iagi-net-l] Bornoe Delta (Borneo Delta maksudnya..)

Bengawan Solo, sungai terpanjang di Jawa, selain lembah2nya kaya akan
artefak dan penemuan fosil hominid Pliosen, sungai ini juga menumpahkan
begitu banyak sedimen. Belanda telah menyadarinya sejak dulu bahwa
sungai ini bisa mengancam Tanjung Perak Surabaya. Maka, mereka menyodet
sungai ini dan membelokkannya sampai ia akhirnya bermuara ke utara
menuju Ujung Pangkah. Nah, giliran Amerada Hess sekarang yang cukup
punya kesulitan seismik dan bor dengan sedimen Bengawan Solo ini.





---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------


                
---------------------------------
Yahoo! Sports
 Rekindle the Rivalries. Sign up for Fantasy Football

Kirim email ke