emang hasil dari cepu buat rakyat   ???? 

kayaknya kalau hasil bumi indonesia buat rakyat enggak akan ada deh yang 
busung lapar....

Regards

Kartiko-Samodro
Telp : 3852





"Parlaungan (RTI)" <[EMAIL PROTECTED]>
22/06/2005 12:06 PM
Please respond to iagi-net

 
        To:     <[email protected]>
        cc: 
        Subject:        RE: [iagi-net-l] Cepu lagi .. siapa yang tanda tangan 
WK Cepu?


Cak,

Kita kan butuh minyak secepatnya, kalau nunggu habis masa TAC tahun 2010 
baru dikembangkan oleh Pertamina, lha produksinya tahun berapa? apa rakyat 
sabar rek?. Apa EM bisa dipaksa untuk produksi sebelum tahun 2010? 
Kemudian 2010 lalu angkat kaki? Kalau rakyat sih kayaknya saat ini nggak 
begitu peduli "siapa" nya tetapi hasilnya he he. 


-----Original Message-----
From: Ariadi Subandrio [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Wednesday, June 22, 2005 9:40 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Cepu lagi .. siapa yang tanda tangan WK Cepu?


Kontrak KKS WK Cepu - .

 

Seperti yang disampaikan oleh Rizal Malarangeng (juru bicara tim negosiasi 
versi pemerintah untuk penanganan blok Migas Cepu) semalam dalam acara 
Economic Challenge di Metro TV,  bahwa kemungkinan besar skim yang akan 
diterapkan untuk pengelolaan Cepu adalah PSC dengan komposisi split 85:15. 
Kontraktor yang berada pada split 15% tersebut adalah terdiri dari share 
ExxonMobil 45%, Pertamina 45% dan Pemda Bojonegoro 10% tanpa satu kata pun 
dijelaskan siapa yang akan menjadi Operator atas blok Cepu tersebut. 

 

Maka menjadi pertanyaan antara lain tentang :

 

Kontrak/Legall & Kepemilikan:

   Akankah kontrak existing (TAC) akan diputus saat ini, kemudian berubah 
menjadi kontrak PSC?
   Ataukah kontrak TAC tetap berjalan hingga 2010, kemudian WK kembali ke 
Negara melalui pemerintah, kemudian dilanjutkan dengan kontrak PSC?
   Dalam kontrak PSC tersebut, siapakah yang akan bertanda tangan kontrak 
atas WK tersebut? BP Migas dengan ExxonMobil atau Pertamina ?
   Jika yang bertanda tangan adalah Exxon Mobil, artinya kontrak WK Cepu 
beralih dari Pertamina (TAC) menjadi WK ExxonMobil (PSC), gimana dengan 
preseden hukumnya?
   Seandainya Tim Negosiasi Pemerintah membela "anak"nya sendiri, mengapa 
komposisi kepemilikan pada saham tak menggambarkan keberpihakan pd sang 
anak, misalnya EM 45%, Pertamina 46% dan Pemda Bojonegoro 9%, sehingga 
posisi sebagai operator adalah valid pada Pertamina.
   Bagaimanakah sistem akuntansi antara dua sistem kontrak tersebut 
(Pertamina/TAC hingga 2010 dan ExxonMobil/PSC paska 2010) - kebayang 
ruwetnya, keruwetanlah yang menjadi potensi ke-mbelingan nantinya.
   Tidakkah poin nomer 4 diatas menjadi preseden bagi kontrak-kontrak TAC 
yang lain. Medco juga berhak dong merubah kontrak TAC sanga-sanga menjadi 
kontrak PSC, kenapa hanya ExxonMobil yang memperoleh privilege?, juga 
dengan yang lain-lainnya.
   UU 22/2001 yang dilanjutkan dengan PP.35 (Hulu Migas) sebagai produk 
hukum Indonesia dengan memberikan jaminan kelangsungan kontrak TAC yang 
akan kembali ke Pertamina, kenapa musti dapat berubah wujud menjadi 
kontrak PSC dengan penghentian atas WK tersebut.
   maka tegakkah hukum Indonesia? bingung aku.

 Kemampuan :

   Apa yang disampaikan oleh Kurtubi, pengamat ekonomi perminyakan kondang 
Indonesia dengan konsep nasional-pragmatis, menyatakan "jika kita tendang 
ExxonMobil sekarang, toh Pertamina nantinya juga akan menggandeng pihak 
lain untuk pembiayaan pengembangan Cepu. Kan Pertamina kesulitan cash 
flow". ## kalimat beliau seolah menihilkan pola-pola pendanaan suatu 
project. Seolah dalam pengelolaan lapangan minyak kudu selalu bergantung 
pada dana perusahaan minyak asing. Padahal pasar uang diluaran sudah 
begitu banyaknya, NEXI, NEDO, HSBC, BCA, Konsorsium2 lembaga keuangan 
bahkan Lembaga Keuangan Syariah pun kini dengan mudah akan mengeluarkan 
dana untuk pola project financing bagi lapangan produksi (bukan 
eksplorasi)

 Lain-lain :

   Pengelolaan teknis? - gak usah diragukan dengan SDM kita.
   Pengelolaan manajemen ? Korupsi? - Tugas bersamalah untuk memeranginya.

Topik yang hampir selalu ditampilkan oleh tim negosiasi versi pemerintah 
ini adalah busung lapar, keperluan dana besar, posisi net importer kita, 
dll sebagai bagian penjelasan kepada publik. Seolah menjadi tanggung jawab 
extension contract Cepu untuk masalah keseluruhan negeri. Sementara 
parameter-parameter penting seperti besaran kompensasi, besaran klaim sunk 
cost yang disetujui, adusted split, perolehan kelola atas 29 struktur pada 
WK PSC versus satu struktur (Banyu Urip) pada sistem TAC, dll tak muncul 
kepermukaan. Yang penting biasanya disebut konfidensial, sementara sisi 
lain ada eksploitasi opini. Gelap banget sih negeri ini.

 

Mungkin pertanyaan-pertanyaan diatas terlalu naïf, ....aahhhh akhirnya, 
hanya sabar dan tawakal-lah yang menjadi pilihan.

 

lam-salam,
ar-.

Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:On 6/21/05, ismail 
wrote:
> Dari Economic chall. MetroTV Selasa malam ini, Kayaknya hampir 
dipastikan
> Exxon akan tetap di Cepu, apalagi juga ada dukungan dari Pengamat
> Perminyakannya.
> Dari diskusi yang sudah panjang lebar selama ini diberbagai forum 
tentang
> kasus ini, kayaknya dari apa yang disampaikan di MetroTV tsb, Alasan
> Pragmatislah yg diperhitungkan untuk memutuskannya.karena memang 
problemnya
> ada di pihak Indoz ( supaya cepat berproduksi shg dapat menambah 
penghasilan
> negara secepatnya guna menambah APBN).Rasanya alasan alasan masalah G & 
G ,
> Kemampuan mengelola sendiri , dll kalah dg alasan pragmatis tsb.
> 
> Ism

Kalau alasan pragmatis .... supaya lebih cepat lagi adalah
memanfaatkan fasilitas yg saat ini sudah ada di sana ... which is
operated by Pertamina JOB Petrochina ...
Ini akan lebih cepet lagi ... dibandinkan menunggu pembangunan
fasilitas dari EM.
Atau bisa saja joint operation ... Tinggal "pasang pipa pralon"
produksi dah jalan deh ...hehehehe

Jadi apa iya alasan pragmatis ? I doubt it 
Kalo politis sih saya yakin. Karena "longterm impact" tidak
berpengaruh terhadap popularisasi politisi2 yg duduk manis selama 5
tahun (satu siklus kepemimpinan / Pemilu)
Selain itu Cepu ini sebagai amunisi untuk memperkuat bargaining posisi
Indonesia dg Amrik terasa juga ketika Indonesia diembargo peralatan
senjatanya. Sampe2 Ambalat di goyang2 tetangga :(

Nah yg saya konsen saat ini adalah daerah untuk extensionnya sebaiknya
hanya lapangan2 yg "proven" saja. Sedangkan yg tidak produktif (Prob
and Poss) dikembalikan lagi ke Indonesia cq Migas.
Secara umum bisa saja ada 3 kategori cadangan (ini utk mempermudah saja) 
yaitu
- Proven (yg sudah berproduksi)
- Probable (yg sudah dibor tetapi belum produksi)
- Possible (yg belum dibor)
Sisanya mungkin kategori spekulatip dimana daerah ini saja yg sering
dikembalikan.

Seingatku belum semua reef prospects (kategori cadangan potential) di
daerah itu sudah dibor, baru 2 atau 3 yg sudah dibor, itupun menurut
saya jebakan itupun belum sepenuhnya di delineasi. Sehingga angka2
tersebut saya yakin masih bisa berubah. Bisa naik (lebih besar) bisa
pula turun (lebih kecil) dari yg diduga sebelumnya.


RDP

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau 
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------



 
---------------------------------
Yahoo! Sports
 Rekindle the Rivalries. Sign up for Fantasy Football


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau 
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------





---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke