Wah menarik sekali diskusinya.

"Mars Baker Model" menunjukkan Mars lahir dan lalu berupa lautan magma
pada umur 4.550 Gaa "Giga annum ago", lalu terjadi plate tectonic hingga
4.1 Gaa, dan menjadikan dua superplume sejak 3.9 Gaa hingga kini.
Superplume itu Northern Oceanic plume, serta Southern continental plume
sejak 3.9 Gaa itu. Banyak model lain, yang banyak di sebut sebagai "Mars
Awang", yang di sebut sudah tak ada plate tectonic lagi. "Mars Rovicky"
juga sudah banyak di jelaskan. Lahir juga "Mars Heru", sebut ada
perbedaan antara tektonik di Mars dengan hal ini di Bumi. Mungkin
maksudnya sudah tak ada pergerakan lempeng walau lempengnya ada. Begitu?
Model "Mars Doddy" anjurkan kemiripan susunan lempeng Mars-Bumi.

Model "Mars Maryanto", memang masih bisu, tak bisa diskripsi banyak.
Menariknya, "Mars Baker" diskripsikan dua superplume: satu darat,
satunya laut. Seperti yang Collins, 2003, sebut untuk bumi : Near Affar
Triple Junction dan South Pacific. Yang lalu saya gabungkan dengan
Wagener, 1915, Carrey, 1945, Dietz and Holden, 1970, McClay, 1996,
Johnson, 1998, Zigler, 2000, dll, jadikan satu superplume continent di
AAN "Anticline of Arabian Nubian shield". Dan satu superplume oceanic di
Tahiti South Pacific. Peta geologi Johnson, 1998, sebut umur 3 Ga batuan
di tengah orogenic AAN, dengan jarak lateral 500 Km, sudah ada 0.5 Ga
umur batuan. Atau gradient lateral umur batuan tersingkapnya amat besar,
2.5 Ga/500 km.  

Mars Baker sebut umur 4.55 Gaa magma, sesuai dengan perkiraan SALAM
Calendar 4.617.373.522 BC untuk lahirnya semua Tatasurya. Lalu paper itu
sebut Tharsis superplume stop pada 4.1 Gaa. Ini sama dengan prediksi
SALAM Calendar 4.092 Gaa, sebagai maximum ekstensi siklus 700 Ma
pertama.  Waktu umur ini di bumi membentuk superplume1. Lalu paper itu
sebut dua superplume Mars terbentuk sejak 3.9 Gaa, tak berubah hingga
kini. Umur 3.9 Gaa ini sama dengan satu siklus 700 Ma sejak lahir. Bumi
sudah ada Supercontinent1 hingga Supercontinent7 dengan gerakan
sinusoidal compresi-ekstensi pereode 700 Ma itu. 

Pertanyaan kenapa dua superplume di suatu planet, tidak lebih? Kenapa
satu continent dan satu oceanik? "Mars Maryanto" masih bisu lagi, lalu
cari model "Earth Maryanto", dan jawab di ujung sana. 

Larson 1991 memulai difinisikan superplume, nyatakan sebagai hal yang
jadikan banyaknya vulkanik dan aktivitas intrusi magma pada Mid
Cretaceous tersebar di Pasific Barat. Masa ini Calendar SALAM sebut
extensi sejak 119 Maa hingga 83 Maa, dengan kecepatan ekstensi mulai
dari nol, membesar, lalu nol lagi, yang puncak kecepatan pada Mid
Cretaceous , 102 Maa. "Seamount chain and Ocean plateaux" terbesar,
sekitar 5 kali lipat dari waktu lain. Pada waktu yang sama di continent
terjadi "flood basalt", misal Parana Basalt, Brasil (Kearey &Vine, 1996:
Global Tectonic, Blackwell Science).

Kalendar tadi diskripsikan masa ini adalah kecepatan maximum extsensi
siklus 700 Ma sejak Supercontinent7,  277 Ma - 207 Ma PermianTriassic,
M62. Ada siklus compresi-ekstensi 70 Ma sejak Cambrium hingga Cenozoic.
Setelah Mid Cretaceous, maka maximum extensi  siklus 70 Ma pada 32 Maa
Cenozoic, di mana extensi dimulai dari 46 Maa Mid Eosin, hingga 13 Maa,
Mid Miosen. 

Sewaktu continental ekstensi, maka kecepatan Mid Ocean Ridge membesar,
dan waktu kompresi, kecepatan MOR mengecil.

ARIF "Alternating compression-extension in space and time periodically
Results in Imaging a Form of wave".  Pusat gelombang ada di pusat bumi.
Sewaktu ekstensi, maka jari-jari bumi mengembang, lithosfer mengembang,
terjadi continental divergent, dengan efek domino, banyak fault normal.
Ini ARIF dengan pusat bumi. ARIF pusat bumi ini melahirkan 6 ARIF
permukaan bumi sebagai "planetary cyclone": Laut Banda, Laut Karibia,
Mid Pangea, Mid Oceanic, Laut Artic, dan Benua Antartik. Gelombang ARIF
juga "composite graph", sinusoidal berebagai pereode jarak.  Satu
sinusoidal melahirkan satu fault. Satu composite melahirkan 10 fault.
Ini dalam satu grade flower structure. Grade3 flower structure, misal
Noth Aman Though, denngan 1o NNE-SSW faults, dan 10 NWW-SEE faults.
Grade2 flower, misalnya Central Sumatra Basin, dengan 10 N-S dan 10
NW-SE parallel  faults. Grade1 flower dengan gabungan 7 Mega plates.
Grade0, 10 faults, atau pemisah massa antar 10 massa Tatasurya.

Nah ada dua planetary cyclone yang berpasangan: Mid Continent dengan Mid
Oceanic, di mana satunya darat, satunya laut. Ini sepertinya satu
positif, satunya negatif.  Juga Laut Artic, yang oceanic, dengan
pasangannya Benua Antartic. Ini sepertinya juga pasangannya di Laut
Karibia sangat banyak Tornado, dan di Laut Banda (yang sama-sama border
oceanic-continental), tak banyak tornadonya. Walaupun ketemu, bahwa ada
dua engsel tektonik yang berpasangan, tapi belum di dapat kenapa satu
"positif", satunya "negatif" tadi.

Itu dulu, barangkali jalan-jalan seminggu cuti mulai besuk akan dapatkan
buku/ info jawababnya. 

Salam,
Maryanto.


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke