Mas Maryanto, Kita semua tahu bahwa Einstein sekitar tahun 1916 merumuskan kembali gravitasi Newton dua abad sebelumnya ke dalam teori relativitas umumnya berdasarkan ruang-waktu berdimensi empat yang melengkung, bukan atas unsur satu dimensi. Dan dalam teorinya, waktu tidak menjadi lebih cepat, tetapi justru lebih lambat karena ia harus menempuh ruang melengkung, bukan datar, maka dikatakan waktu pun melengkung. Secara singkat, Einstein mengatakan hadirnya gravitasi di alam ini karena melengkungnya ruang waktu. Untuk membayangkannya, selembar taplak karet melayang di angkasa (dimensi dua), kita taruh bola kaki di tengahnya, maka taplak akan melengkung di sekitar bola kaki itu, membuat ruang (3 dimensi). Kita taruh lagi bola tenis di dekatnya, ia pun melengkungkan taplak, tetapi bola tenis akan cenderung bergerak ke lengkungan bola kaki yang lebih dalam. Einstein mengatakan ketertarikan itu adalah gravitasi akibat ruang yang melengkung. Kita analogikan bola kaki = Bumi, dan bola tenis = Bulan. Ini analogi sederhana, tetapi biasa dipakai untuk menerangkan ruang-waktu melengkung yang sulit dibayangkan itu. Tentu ada rumusan2 matematika atas konsep ini. Lagipula hal ini sudah terbukti atas gejala alam sendiri. Cahaya dan waktu juga dibelokkan atau melengkung karena gravitasi di ruang melengkung ini. Kembali ke Bumi. Dalam semangat ruang melengkung Einstein ini, lebih baik baik kalau kita melihat gerak-gerak lempeng tektonik sebagai gerak2 di atas bola dan bukan di atas bidang datar. Di atas bola bumi, sebuah segitiga tidak akan pernah punya sudut 180 deg bukan ? Sebab bidang lengkung Bumi akan membelokkan sisi-sisi segitiga sehingga ia bagaimanapun tidak lurus dan akan membuat jumlah sudutnya lebih tumpul. Kemudian, gerak lempengnya tak murni translasi tetapi rotasi, sekecil apa pun busur yang ditempuhnya. Kemudian, coba kita amati busur-busur kepulauan dan busur palung atau busur MOR, semuanya mengindikasikan gerak ayunan di atas sebuah bola. Maka, tak tepat kalau kita menerapkan geometri bidang datar Euclidean kepada gerak-gerak dan dimensi lempeng itu, harus menggunakan geometri bidang lengkung Euler. Harus kita akui bahwa tak banyak riset tentang ini. Mas, kalau boleh saya komentari sesuai janji saya dulu, kelihatannya pengembangan SALAM menjadi loncat sana loncat sini, menyabet sana-menyabet sini, mengaburkan benang merahnya yang semula. Kemudian, terlalu menghubung-hubungkan satu dengan lain hal yang sebenarnya bagai bumi dengan langit; dan maaf, menyalahi beberapa prinsip fisika atau ilmu alam yang lazim. Kalau saya boleh sarankan, lebih baik membatasi penelitiannya di riset siklus-nya saja, seperti saat diusulkan 2-3 tahun yang lalu. Kalau itu bisa terbukti, itu sudah lebih dari cukup sebagai suatu kontribusi buat pengetahuan Bumi (saja), bukan ke Alam Semesta. salam, awang
"Maryanto (Maryant)" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Syukurlah dhen Mas Hery, mantab benar sudah banyak belajar tentang Mars, yang tentu sudah ada "Mars Hery Harjono". Bagaimana isinya Mas? Lewat "Selat Sunda" pun, kalau memang rahmat, ya sampai juga ke Mars. Disinilah, saya lihat LIPI, juga dari gudang doktor-doktor bumi lain (P3G, BPPT, Vulkanologi, BMG, Lemigas, BATAN, dll), ku semakin semangat mengatakan ada yang segera menjawab pertanyaan Eisntein, guna memperbaiki rumusnya, atau tambah data setidaknya. Mungkin Dr. hery, atau Dr. Djedi, Dr. Bijaksana, di lain tempat ada Mas Awang, Mas Rovicky, Mas Taufik, dll, atau yang sudah profesor, asuhan embahnya geologi Prof. Koesoema et al., atau yang lain. Kedalaman geologi amat membantunya, yang minim di ketahui oleh fisikawan (ilmuwan alam). Dari pulang kampung seminggu, ku tulis (tak banyak sih hasilnya) : Oleh-Oleh dari Sempol, di ambil di sini dengan abstract sbb: http://www.geocities.com/maryanto7/OlehOleh.Dari.Sempol.pdf Abstract: Bidang lengkung Einstein jadikan alam berdimensi satu lebih banyak, akan menganggap jarak amat jauh menjadi amat dekat, serasa satu titiknya saja. Bukti-bukti pernyataan itu di tambahkan di sini. Di bahas dimensi untuk langit ke 7 atas pendapat Prof. Achmad Baiquni, serta Ir. Agus Mustofa, setelah Prof. Herman Johannes. "SALAM Calendar", "ARIF", "SYUKUR" Flower Structure di korelasikan dengan tambahan level-level atom, misal ada 9 pasang electron pada satu level atam untuk mencapai satu pereode sifat unsure atom. Susunan atom sepertinya adalah prototipe sekala kecilnya materi lain yang disusunnya, termasuk molekul, bumi, tatasurya, galaksi, jagadraya. Tidakkah umumnya pada setiap cekungan ada 100 sub cekungan? Juga tidakkah satu sub cekungan terdapat 100 sub-sub cekungan? End of abstract. Ada yang tahu/punya buku tentang "Evolusi jagad" ? Misalnya: evalution of the earth, atau global tectonic, atau global-global lain? Mohon japri (beberapa sudah ku dapat seperti daftar di bawah). Belum sempat lihat daftar buku di geologi UGM kemarin, walau sudah masuk seperempat jam. Asyik ketemu Tom Heidrick di sana, walau belum diskusi lama. Mungkin saja buku tsb ada di UNPAD, ITB, UI, Trisakti, atau yang lain. Setelah membaca sebagian besar dari 7 buku tentang evolusi jagad di dapat April lalu, diskusi dengan dosen fisika UNS, dan UGM, serta tambahan 10 buku evolusi jagad kemarin, akan menambah perbaikan teori SALAM. Semoga bisa cepat sarikan yang sudah di baca 7 buku itu diantaranya: 1. Kent C. Codie & Robert E. Sloan, 1998, Origin and Evolution of the Earth. Prentice-Hall, Inc. 2. Kearey & Vine, 1996: Global Tectonic, Blackwell Science. 3. Ronalds T. Merrill, et al. 1996, The Magnetic Field of the Erath, Academic Press. 4. Neil D. Odyke & James E.T. Channell, 1996, Magnetic Stratigraphy, Academic Press. Seminggu cuti, ternyata nambah jawaban adanya pasangan superplume yang kuharapkan waktu berangkat dulu. Setelah cabut PBUD anak semata wayang masuk Kedokteran Trisakti, lalu urusin PBUD Kedokteran UNS, Solo. Dapat kost bagus dan murah banget, pulang Sempol (Pakem, Sleman, Yogya) lalu balik lagi PKU. Asyiikkk.. Wassalam, Maryanto. -----Original Message----- From: Hery Harjono. Den bei Salam, Tahun 1984 saya ditawari riset seismologi di Mars..... terus jadinya di Selat Sunda he he he. Gimana kabarnya? Hery --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) --------------------------------------------------------------------- __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com

