Pak Miko,
 
Terima kasih telah berbagi pengetahuan. Masyarakat sangat tertarik dengan 
batumulia (lihat saja kalau ada tukang cincin di trotoar, pasti selalu laku 
dikerumuni orang) dan kalau mereka ingin tahu lebih banyak soal batumulia 
mereka akan menanyakan kepada ahli geologi, padahal tak semua ahli geologi itu 
tahu banyak tentang batumulia seperti Pak Miko. Maka, kalau Pak Miko berbagi 
pengetahuan, lumayan ada bekal buat menjawab pertanyaan orang-orang soal 
batumulia. 
 
Bagaimana kita menghargai sepotong batumulia itu, maka mirah delima Tanzania 3 
kg bisa berharga Rp 100 juta dan bahkan berani ditawarkan Rp 1milyar ? Lalu, 
karena mirah delima itu variasi mineral korundum yang punya kekerasan Mohs 9,0 
apakah ia waktu diuji hanya bisa digores dengan intan yang punya skala 
kekerasan Mohs 10,0 ? Dulu saya diajari kalau skala Mohs 1-2 bisa digores kuku, 
1-3 bisa digores uang tembaga, 1-5 bisa digores pisau,  1-6 bisa digores kawat 
baja; apakah ini masih berlaku ?
 
Tentang genesa mirah delima, ia berwarna merah katanya karena ada chromium-nya. 
Karena chromium itu penyusun chromite dan chromite itu berasosiasi dengan 
ofiolit, apakah langsung bisa kita katakan kalau mau mencari mirah delima cari 
saja dulu wilayah2 mineralisasi kromium di deposit ofiolit, misalnya Sulawesi 
Tengah-Tenggara ? Yang mirah delima Tanzania, karena zoisite itu mineral 
metamorfik kan kebetulan juga Sulawesi Tengah-Tenggara itu salah satu wilayah 
metamorfik terbesar di Indonesia (Toboli Complex). Siapa tahu kita bisa dapat 
mengkonsentrasi deposit mirah delima di situ. Hanya, apa yang biasa menjadi 
country rock mineralisasi mirah delima itu ?
 
Punten, jadi banyak pertanyaan Mang Okim.
 
salam,
awang

sujatmiko <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Rekan-rekan IAGi yang budiman,
Marilah kita tinggalkan sejenak topik hemat energi yang dalam minggu ini telah 
sedemikian banyak mengundang pendapat. Saya ajak rekan-rekan untuk menyimak 
suatu dunia yang jauh dari gunjang-ganjing kritik dan politik. Topiknya 
mengenai gemstone atau batumulia, batu permata atau batu aji (dibakukan oleh 
Dept. Energi dan Pertambangan dengan istilah batumulia). Isinya bukan yang 
rumit-rumit atau kuliah, melainkan pengalaman praktis yang semoga dapat 
menambah wawasan rekan-rekan IAGI. Bagi rekan-rekan yang interested, mari 
bergabung dalam Gemstone Lovers (penggemarnya di Indonesia lebih dari 50% dari 
penduduk dewasa). Dongeng pertama ini insyaallah akan disambung dengan 
dongeng-dongeng yang lain, baik dari saya ataupun dari teman-teman gemstone 
lovers yang lain ( disarankan dari pengalaman ). OK ?!



KISAH SEPOTONG BATU MIRAH DELIMA 

Rekan-rekan IAGI,

Pak Gunawan adalah seorang anggota Masyarakat Batumulia Indonesia yang juga 
pemilik sebuah toko emas dan permata di kawasan Pasar Baru Bandung. Pada suatu 
hari dia datang membawa sepotong batu berwarna merah daging yang terbungkus 
lapisan batuan tipis berwarna hijau tua. Beratnya sekitar 3 kg. Dari pengamatan 
secara quick look dan uji gemologi sederhana, dapat dipastikan bahwa batu Pak 
Gunawan adalah sejenis RUBY atau MIRAH DELIMA, sedangkan lapisan batuan tipis 
berwarna hijau yang menyelimuti bagian luar adalah mineral ZOISITE. Menurut 
Cursio Cipriani, 1986 , di dunia, kombinasi mirah delima dengan mineral zoisite 
hanya ditemukan di Tanzania (there is nothing like it in the mineral world).

Rekan - rekan IAGI,

Sekitar sebulan kemudian, Pak Gunawan datang lagi membawa mirah delimanya, 
tetapi kali ini sudah tidak utuh. Bagian bawahnya telah terpotong. Saya 
tanyakan kenapa sampai terpotong, Pak Gunawan menjelaskan bahwa mirah delimanya 
diperiksakan ke sebuah kantor di Bandung dimana selain dipotong, sertifikatnya 
menyatakan bukan mirah delima melainkan batuan ultra-basa (tidak spesifik 
menyebutkan zoisite). Bagian batuan yang berwarna merah ternyata tidak 
dijelaskan. Batuan ultra basa yang dimaksud adalah lapisan batuan tipis 
berwarna hijau yang prosentasenya kurang dari 1%. Melihat kenyataan ini, 
peminat mirah delima yaitu Pak Kasigawa, seorang pengusaha Jepang yang kenal 
saya, langsung meminta Pak Gunawan untuk memeriksakan ulang ke Pak Miko. 
Alhamdulillah, kali ini konsultasi yang saya berikan mendapatkan imbalan duit 
karena harus mengeluarkan sertifikat. Hasilnya tetap seperti pada kesimpulan 
pertama yaitu MIRAH DELIMA TANZANIA, hanya disebutkan bahwa telah dipotong. 

Menurut cerita Pak Gunawan, sepulangnya dari pemeriksaan quick look pertama, 
sebelum masuk ke tokonya, dia bertemu Pak Kasigawa yang sengaja mengunjunginya. 
Ketika ditanya tentang batu yang dibawa, Pak Gunawan menjelaskan bahwa batunya 
adalah mirah delima (ruby) dengan harga satu milyar rupiah. Perlu diketahui 
bahwa pada saat itu, mirah delima Tanzania memang masih sangat langka. 
Mendengar penjelasan Pak Gunawan, Pak Kasigawa yang pengusaha, langsung 
tertarik dan minta sertifikat. Tanpa pikir panjang, Pak Gunawan pergisebuah 
kantor di Bandung, menemui beberapa ahli geologi yang pekerjaan sehari-harinya 
memeriksa batuan granit dan sejenisnya. Karenanya tidak heran kalau mirah 
delima Pak Gunawan diperlakukan seperti batu granit, langsung dipotong dan 
dibuat sayatan tipis agar bisa diperiksa dengan mikroskop polarisasi. Akibat 
pemotongan tersebut, berat mirah delima berkurang sekitar 300 gram.

Rekan-rekan IAGI,

Sungguh kasihan nasib Pak Gunawan. Mirah delima punya orang lain yang harga 
penawarannya seratus juta rupiah, langsung ditawarkan ke Pak Kasigawa satu 
milyar rupiah. Keuntungan besar yang sudah dibayangkan ternyata berubah drastis 
menjadi musibah. Akibat dipotongnya mirah delima tersebut, Pak Kasigawa tak 
tertarik lagi bernegosiasi dan selain dari itu Pak Gunawan dipenalti oleh 
pemilik mirah delima sebanyak tiga puluh juta rupiah, suatu jumlah yang saat 
itu sama nilainya dengan harga sebuah mobil kijang baru. 

Dari kisah nyata di atas kiranya perlu diketahui oleh rekan-rekan IAGI bahwa 
testing batumulia secara prinsip tidak merusak. Testing kekerasan misalnya, 
goresan pensil kekerasan atau hardness pencil maksimum hanya meninggalkan 
goresan kecil di tempat yang tidak menyolok. Oleh karenanya, berhati-hatilah 
dalam memeriksakan batumulia agar anda tidak bernasib malang seperti Pak 
Gunawan.

Sampai bertemu lagi di kisah lain. Untuk para peminat Gemstone Lovers, 
seandainya ada pertanyaan di bidang batumulia, jangan ragu-ragu 
menyampaikannya., insyaallah akan dicarikan jawabannya. Salam hangat , Mang 
Okim.


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke