Saya jadi inget film Joan D'Arc....(yang sutradaranya Louis Besson )
bagus banget film itu (walaupun banyak adegan kekerasan di
dalamnya..namanya juga film perang )....
Tapi yang paling berkesan adalah di bagian akhir di mana dia sebelum
dihukum mati, dia berdiskusi dengan Tuhan....
Dalam salah satu diskusinya dia mempertanyakan mengapa dia sampai
tertangkap dan kalah padahal dia berperang untuk Tuhan dan agamanya...
Ia merasa Tuhan menyuruhnya untuk berperang dengan tanda - tanda yang
selama ini dia interpretasikan ...dan Tuhan menunjukkan pada saat itu bahwa
apa yang dikira oleh
Joan D'arc sebagai suara Tuhan yang menyuruhnya berperang sebenarnya adalah
pikirannya sendiri dan dendamnya sendiri karena kakaknya mati diperkosa
tentara Inggris...
Tapi sebenarnya "mungkin" Joan D'arc sudah benar sampai Raja Perancis naik
tahta ..dan tercipta perdamaian...tapi pikirannya sendiri yang menolak
perdamaian dan ingin terus berperang
dan pada saat itulah ia tertangkap oleh tentara inggris...
Akhir cerita Joan D'arc menyadari kesalahannya ..bertobat dan menerima
berkat Tuhan dan akhirnya mati dibakar dengan tenang....
Film itu sempat membuat saya bengong dengan cerita dan adegannya.....
"Ternyata sebegitu sulitnya mengetahui perbedaan antara memang kehendak
Tuhan dan rasa egoisme pribadi...."
Nonton sendiri deh filmnya....sayang banget kalau belum nonton...bagus
banget
Pagi - pagi ngomongin film di millist geologi....
Regards
Kartiko-Samodro
Telp : 3852
|---------+---------------------------->
| | Eko Prasetyo |
| | <[EMAIL PROTECTED]|
| | .com> |
| | |
| | 24/07/2005 08:06 |
| | PM |
| | Please respond to|
| | iagi-net |
| | |
|---------+---------------------------->
>-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------|
|
|
| To: [email protected]
|
| cc:
|
| Subject: [iagi-net-l] Re: RENUNGAN BOM BUNUH DIRI DI LAUT MERAH,
MESIR |
>-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------|
Bagaimana dengan gejala keputusasaan dan gejala ingin memberikan
pernyataan bahwa penganut agamanya dan tidak membelia diri dengan
benar walau terus terinjak-injak dan ditipu dan diberi makan barang
haram?
Bagaimana dengan niat tulus ingin memberikan sesuatu kepada agamanya
dengan mengorbankan diri sendiri?
Bagaimana dengan kenyataan bahwa mereka-mereka ini orang yang ilmunya
terbatas? Seharusnya mereka ini adalah tanggung jawab para alim ulama
yang hidupnya di menara gading dan dikasih makan oleh
omongan-omongannya.
Sepertinya "kelompok terkelabui" yang Bapak maksudkan di atas itu
lebih pantas Bapak tujukan kepada kelompok Ahmadiyah, Sikh, Shiah,
Jaringan Islam Liberal, LDII, dan penganut NU yang sukanya menjilat
kaki Gus Dur !!
On 7/25/05, sujatmiko <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> RENUNGAN BOM BUNUH DIRI DI LAUT MERAH, MESIR
> Rekan-rekan IAGI yang budiman,
>
> Bom bunuh diri kembali mengguncang dunia, kali ini di kawasan pariwisata
> Laut Merah di Mesir. Korbannya tak kalah hebat dibandingkan dengan bom
bunuh
> diri di London, mencapai hampir seratus jiwa tewas dan seribu luka-luka.
> Kali ini, korban yang tewas dan luka-luka sebagian besar beragama Islam.
> Mereka pasti sering melaksanakan perintah Allah SWT, sholat lima waktu,
baik
> sendirian ataupun berjamaah bersama isteri atau suami , anak-anak dan
> anggota keluarga yang lainnya. Dalam pelaksanaan sholat mereka, sejak
awal
> sampai usai, mereka berulang-ulang menyampaikan doa dan pernyataan kepada
> Allah SWT. Di antara doa dan pernyataan mereka adalah :
>
> Iftitah :
>
> Ya Allah Tuhan Semesta Alam,
>
> Sesungguhnya,
>
> sholat hamba, ibadat hamba, hidup hamba
>
> dan mati hamba hanyalah untuk Mu semata.
>
> Surat Al-Fatihah :
>
> Ya Allah, hanya kepada Mu lah hamba mengabdi dan
>
> kepada Mu lah hamba memohon pertolongan
>
> Tunjukilah hamba jalan yang lurus,
>
> seperti jalan yang Kau berikan kepada hamba Mu yang Kau beri nikmat
>
> dan bukan jalan mereka yang Kau murkai dan yang sesat
>
> Duduk antara dua sujud :
>
> Ya Allah,
>
> Ampunilah dosa hamba,
>
> Belas kasihanilah hamba
>
> Cukupkanlah segala kekurangan hamba
>
> Angkatlah derajat hamba
>
> Berilah rezeki kepada hamba
>
> Berilah kesehatan kepada hamba dan
>
> Berilah ampunan kepada hamba
>
> Doa penutup usai sholat :
>
> Ya Allah,
>
> Berilah hamba kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat
>
> Jagalah hamba dari siksa neraka
>
> Setiap usai sholat, mereka bercengkerama dengan keluarganya. Sebelum
> meninggalkan rumah, seorang ayah akan mencium isteri dan anak-anaknya,
dan
> seorang anak akan mencium tangan ayah ibunya. Tak lama setelah mereka
sampai
> di tempat kerja atau bersantai menikmati liburan, tiba-tiba saja bom
> berkekuatan besar meledak, menewaskan hampir 100 orang dan mencederai
1000
> lainnya yang luka berat ataupun ringan.Mereka yang tewas tidak akan lagi
> mencium isteri dan anak-anaknya atau mencium tangan ayah ibunya. Yang
> cedera, mungkin tidak akan bisa lagi mencari nafkah untuk anak isterinya.
>
> PELAKU BOM BUNUH DIRI
>
> Seperti halnya para korban, pelaku bom bunuh diri dipastikan melakukan
juga
> sholat lima waktu mengingat sangat kentalnya pemahaman keagamaan
teman-teman
> mereka yang telah tertangkap. Ritual sholatnya pasti sama, demikian juga
doa
> dan pernyataannya ke hadirat Allah SWT. Mereka pun dipastikan punya
> ayah-ibu, isteri, anak ataupun saudara kandung yang mereka cintai.
Bedanya
> dengan para korban, waktu berangkat meninggalkan rumah, mereka berniat
dan
> bertekad untuk meledakkan bom yang mereka yakini pasti akan mampu
merenggut
> nyawa banyak orang. Sebagian dari mereka bahkan bertekad bunuh diri
bersama
> bomnya. Ketika bom telah meledak, teman-teman dan pimpinan mereka yang
belum
> kebagian bunuh diri bersorak-sorai. Tayangan televisi diikutinya. Semakin
> banyak korban, semakin senang hati mereka. Mereka begitu mudah melupakan
isi
> dan makna sholat mereka, demikian juga doa-doa dan pernyataan mereka ke
> hadirat Allah SWT. Yang mereka tunggu kemudian adalah kata-kata pujian
dan
> perintah selanjutnya dari para pemimpin mereka. Nasib para korban yang
agama
> dan keyakinannya sebagian besar sama dengan mereka, tidak lagi menjadi
> pertimbangan penting, apalagi yang bukan seagama.
>
> KELOMPOK TERKELABUI
>
> Al Ghazali dalam bukunya "Orang-orang yang terkelabui karena Setan atau
> Ilusi diri sendiri" mengkategorikan kelompok semacam para pelaku bom ini
> sebagai kelompok yang terkelabui. Cirinya adalah mereka selalu puas diri
dan
> selalu mengira bahwa mereka telah meraih kedudukan yang istimewa di sisi
> Allah SWT. Dengan alasan demi kejayaan agama, demi kemuliaan ilmu, demi
> membela agama Allah, demi menghancurkan para ahli bid'ah yang menyimpang,
> mereka menghalalkan segala cara untuk merealisasikan ilusi mereka. Mereka
> tidak menyadari bahwa perbuatan mereka merupakan gejala keangkuhan,
gejala
> kecintaan pada kekuasaan, gejala keinginan untuk dipuji, gejala keinginan
> untuk dipuja dan gejala keinginan untuk dihormati. Mereka menjadi puas
diri
> dan lupa diri bahwa gejala-gejala tersebut merupakan keberhasilan mutlak
> dari perjuangan SYETAN.
>
> BELA SUNGKAWA UNTUK PARA KORBAN
>
> " Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun", segala sesuatu yang berasal dari
Allah
> akan kembali ke haribaan Nya. Semoga para korban yang tewas diampuni
dosanya
> dan diterima amalannya, dan keluarga yang ditinggalkan demikian juga yang
> cedera diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menerima cobaan berat ini.
> Dan semoga mereka yang terkelabui cepat diberikan kesadaran atas
kekeliruan
> pemahaman mereka akan kejihatan dan kesyuhadaan, Amiin. Salam , Miko
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)
-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------
This e-mail (including any attached documents) is intended only for the
recipient(s) named above. It may contain confidential or legally
privileged information and should not be copied or disclosed to, or
otherwise used by, any other person. If you are not a named recipient,
please contact the sender and delete the e-mail from your system.
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]),
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------