> Saya yang jawab lagi nih, semoga gak bosan, silakan komentar dari rekan2
> lainnya.
>
> Paling tidak, ada empat penyebab Eocene rifting di sisi
> Kalimantan-Sulawesi itu yang bisa saling berhubungan.
>
> 1. Kondisi middle Cretaceous to pre-Eocene telah terjadi akresi benua
> dan prisma akresi karena collision dan subduction ke sisi SE Sundaland.
> Dengan cara ini, core Sundaland yang semula di sekitar Schwaner (timur
> Pontianak sekitar Nangapinoh) telah tumbuh ke selatan, tenggara, dan
> timur sampai ke Jawa bagian utara dan Sulawesi Selatan. Inilah proses
> "the growth of continent". Kerak akresi ini menghalangi satu convection
> cell di astenosfer. Selanjutnya, mantle upwelling akan meretakkan massa
> akresi ini, maka mulailah rifting. Kebetulan ia mengambil garis lemah
> akresi di selatan Makassar Strait. Rifting ini bisa diartikan sebagai
> slivering of continent. Growth-slivering-growth-slivering-etc. adalah
> rutinitas benua.

lho kok kayak teorinya v.Bemmelen  teori undasi.
Hanya dilihat dari sisi lain, menambahkan dorongan dari luar. sedangkan
undasi, mungkin lebih berdasar dorongan dari tengah, yang dapat juga
memberikan retak dan pergeseran .
 Apakah pertumbuhan ke sumatra tidak jalan? kalo dari teori lama,
berkembangnya dari asia tenggara.

saya kurang faham/memang tidak faham, bagaimana caranya menentukan core
dari Sundaland, karena memang bukan bidang saya. kalo corenya
granit/metamorf di Nangapinoh, apa tidak sama dengan yang ada di
Malaya,Bangka belitung, Karimata??

> 2. Rifting Eocene adalah perwujudan tektonik ekstrusi. India membentur
> Eurasia sekitar 50 Ma, middle Eocene. Suatu collision harus disertai
> ekstrusi massa2 kerak disebelahnya yang diakomodasi strike-slip fault.
> Sebuah lengan strike-slip keluar secara divergen dari collision itu dan
> mencacah Indocina-Laut Cina Selatan-Kalimantan-Sulawesi yang dextral. Di
> sisi Makassar Strait sekarang pada perbatasan antara Paternoster
> Platform yang dangkal ke selatan Kutei yang offshore, sesar ini mengoyak
> dan melebarkan (pull-apart) Selat Makassar bagian selatan, dengan cara
> itu rifting Eocene terbentuk.
>
> 3. Karena mekanisme backarc spreading/rifting. Kerak Pasifik menunjam di
> bawah Lengan Sulawesi Selatan sebelum Bone Bay terbentuk Produk
> volkaniknya adalah Langi volcanics yang Eosen di Sulawesi Selatan.
> Karena posisi ini, maka Selat Makassar ada di back-arc, dan sebagaimana
> halnya di seluruh SW Pasifik, umum dijumpai marginal sea spreading of
> backarc akibat subduction ini (lihat paper Dan Karig, 1971 di Journal of
> Geophysical Research tentang marginal sea  spreading di SW Pacific).
>
> 4. Sulawesi Sea pada saat yang bersamaan membuka dan sebuah lengan
> spreadingnya masuk ke North Makassar Basin. Dengan cara itu juga North
> Makassar rifted-spread.
>
> Yang rifting adalah ada yang benua (Makassar South), ada yang
> transisi-oseanik (Tarakan-North Makassar). Rifting terjadi di seluruh
> timur Kalimantan dari Tarakan-Kutei-Makassar South, hanya mekanisme
> rifting berbeda-beda. Sampai saat ini baru gravity yang mendekati bahwa
> yang rifting adalah benua/oseanik. Sumur2 hanya terbatas di Paternoster
> Platform. Belum ada sumur yang menembus basement di offshore Tarakan
> atau Kutei.
>
> Kalau halnya rifting di cekungan2 Sumatra dan Jawa itu adalah lebih
> kepada mekanisme roll-back akibat subduction diperlambat pada 50 Ma itu.
> Sebuah collision yang besar India vs. Eurasia tentu akan memperlambat
> rate of subduction.
>
> salam,
> awang
>
> [EMAIL PROTECTED] wrote:
>
> Rekan
>
> Mau nanya...
>
> kan pemisahan sulawesi dan kalimantan serta terjadinya cekungan kutai
> diawali dengan adanya rifting di eocene....
> Kalau melihat posisi dari kalimantan dan sulawesi yang diapit oleh 3
> plate yang terus mendesak, kenapa kok bisa terjadi rifting / extension
> ya...? Yang rifting / extension ini sebenarnya continental/oceanic crust
> ...? dan apakah rifting itu melalui semua tepi timur kalimantan ( dari
> utara sampai selatan ) atau hanya di timur dari kutai basin...?
> kalau hanya di tepi timur kutai basin apakah adang faults sebagai
> pengontrolnya...?
> Dan apakah ada bukti (selain gravity...) yang menunjukkan bahwa rifting
> itu kontinental /oceanic...?
>
> Terima kasih sebelumnya atas penjelasannya....
>
> Regards
>
> Kartiko-Samodro
> Telp : 3852
>
>
>
> This e-mail (including any attached documents) is intended only for the
> recipient(s) named above. It may contain confidential or legally
> privileged information and should not be copied or disclosed to, or
> otherwise used by, any other person. If you are not a named recipient,
> please contact the sender and delete the e-mail from your system.
>
>
>
> --------------------------------------------------------------------- To
> unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
> (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi
> SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
> Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
> [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
>
> ---------------------------------
>  Start your day with Yahoo! - make it your home page




---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke