Sdrk Awang

  Kalau nyermpet pewayangan , saya jadii ingin tanya nih.
  Seingat saya dalam MahaBarata tidak terceriterakan bahwa
  Dewi Kunti pernah bermaksud "membunuh" putra terkecilnya Sadewa.
  Jadi , apakah ini suatu rekaan ceritera Mahabarata , yang dikarang
  oleh manusia pada masa itu , seperti dalang saat ini?
  Padahal Mahabarata kan dianggap sakral oleh penganut Hindu !

  Si Abah.

  Pak Ismail,
>
> Mungkin yang dimaksud adalah Candi Sukuh ya, di lereng barat Gunung Lawu,
> Kab. Karanganyar. Ya, ini candi yang berbeda dengan Borobudur dan kompleks
> Prambanan. Candi Sukuh berasal dari abad ke-15, merupakan bangunan yang
> didirikan para pemuja Syiwa, yang di Indonesia berbentuk lingga dan
> digambarkan secara realistis sebagai alat kelamin laki2. Di salah satu
> reliefnya pembukanya ada relief laki-laki telanjang yang ingin
> mengingatkan bahwa permulaan hidup adalah bergantung kepada Lingga dan
> Yoni (laki-laki dan perempuan).
>
> Relief2nya sebenarnya tidak porno, hanya seadanya dan terkesan lugu.
> Relief candi mengisahkan cerita kuna Sudamala. Cerita ini dimulai dengan
> relief seorang yang diikat pada Kepuh Randu, di depannya berdiri seorang
> Dewi berwajah mengerikan, mengangkat sebilah pedang, dikawal serombongan
> dedemit dengan kepala lepas, tangan lepas dsb. Orang yang diikat ini
> adalah Sadewa, Pandawa termuda, yang akan dipersembahkan kepada Btari
> Durga (ratu para hantu) oleh ibunya, Dewi Kunti, yang sedang kerasukan
> setan. Dst..dst..
>
> Candi Sukuh juga unik karena punden berundaknya mirip piramid Aztec di
> Amerika Selatan. Apakah ada hubungan antara keduanya, bisa digali lebih
> jauh sebab kronologinya berdekatan.
>
> Di lantai Borobudur yang sekarang tertutup beton juga terdapat relief2
> gambaran manusia yang masih mengikuti hasratnya, termasuk yang menurut
> orang porno, itulah Kamadathu - bukan untuk menggambarkan hal2 porno,
> tetapi ingin menggambarkan manusia yang seadanya. Ditutup lantai beton
> juga bukan karena pornonya itu, tetapi karena fondasi Borobudur
> berindikasi ambles, maka diperkuat batu dan ditutup lantai beton. Tapi,
> foto2 relief Kamadathu bisa dilihat di Dinas Kepurbakalaan atau Museum
> Nasional Gedong Gajah.
>
> salam,
> awang
>
> ismail <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Pak Awang.
> Kalau tidak salah disebelah timur Solo , didekat Tawang Mangu ada candi
> namanya candi Sukun, candi ini ada disuatu perbukitan, yang istimewa dari
> candi ini konon kabarnya kalau dicandi candi borobudur or prambanan dan
> sekitarnya relief relief yang ada menggambarkan cerita cerita mahabarata
> (?)
> , maka yang di candi Sukun ini reliefnya dikatagorikan "porno" karena
> menceriterakan ttg hub laki perempuan kabarnya (?).
> Nah , bagaimana ini , kalau itu benar berarti ada perbedaan konsep dari
> candi tersebut, terus secara historinya bagaimana hubungan candi tersebut,
> termasuk umurnya.
>
> Ism
>
> Subject: [iagi-net-l] Borobudur : Posisi Geologi dan Geomantik
>
>
>> Candi Borobudur, Jawa Tengah, mesti mempunyai kesan yang sangat kuat
>> dalam
>> diri Daoed Joesoef, mantan menteri P & K 1978-1983. Daoed muda tahun
>> 1953
>> pernah mengunjungi candi ini dan menemukan bagunan kuno yang seram, tak
>> terurus, kotor, penuh sampah, dan tempat berpacaran saja. Sejak saat
>> itu,
>> bayangan ngeri tentang Borobudur yang semrawut menghantui pikirannya.
>> Waktu kuliah di Prancis awal 1970-an, Daoed menemukan bahwa Unesco,
>> badan
>> PBB yang bermarkas besar di Paris, punya dana bagi rehabilitasi
>> bangunan2
>> kuno yang punya nilai sejarah yang tinggi. Maka mulailah perjuangan
>> Daoed
>> menegosiasikan pentingnya rehabilitasi Borobudur. Dan, akhirnya
>> Borobudur
>> berhasil mendapatkan dana tersebut, memenangkan persaingan dengan kota
>> air
>> Venesia dan Mohenjodaro di Pakistan. Maka, dipugarlah Candi Borobudur 10
>> tahun lamanya, 1973-1983 (dana Pemerintah 2/3-nya, 1/3-nya sumbangan
>> Unesco). Dan sebagai seorang menteri, Pak Daoed Joesoef rutin
>> mengunjungi
>> restorasi tersebut dan sebagai seoran
>> g
>> pelukis, dia mengabadikan peristiwa itu.
>>
>> Tahun 2004, setelah lama pensiun dari kegiatan di badan2 Pemerintah RI,
>> Pak Daoed menerbitkan sebuah buku tentang sebuah candi yang menyita
>> perhatiannya setengah umur hidupnya itu, "Borobudur" (Gramedia, 2004) -
>> sebuah catatan tentang perenungan, perjuangan pemugaran, dan nilai seni,
>> budaya, keilmuan sebuah candi Budha terbesar di dunia. Juga, catatan
>> hitam
>> tentang pengeboman candi ini oleh orang-orang tak berbudaya dan biadab
>> dua
>> tahun sesudah candi selesai dipugar (Januari, 1985). Sebagai bangsa di
>> mana candi itu berada, tentu sebaiknya kita tahu sisik-melik candi ini,
>> masa orang asing lebih tahu dari kita ?
>>
>> Nah, tulisan ini hanya akan mengemukakan posisi geologis candi ini.
>> Semua
>> bangunan yang "dimuliakan" tentu tidak asal letak posisi dibangunnya.
>> Kita
>> sekarang mengenalnya dengan nama Feng Shui atau Hong Shui. Bangsa kita
>> pun
>> abad ke-9, tahun 825, sudah punya ilmu semacam itu - geomantik, untuk
>> menempatkan Borobudur. Posisi geomantik Borobudur tak akan dapat
>> dipahami
>> kalau tidak menghubungkannya dengan dua candi di sebelah timurnya :
>> Pawon
>> dan Mendut. Borobudur-Pawon-Mendut membentuk satu garis lurus. Mendut,
>> yang paling timur, dibangun di tepi timur Kali Elo. Pawon di tengah, di
>> bangun 1 km ke barat di tepi barat Kali Progo. Dua kali ini membentuk
>> huruf V, kedua candi dibangun sekitar 1 km di utara pertemuan kali,
>> sehingga kedua kali bertemu di antara kedua candi di sebelah selatannya.
>>
>> Mendut punya ruangan di dalamnya di mana ada patung Budha yang mungkin
>> paling besar di Indonesia. Pawon punya ruangan juga tapi kosong
>> melompong.
>> Secara simbolik, Mendut adalah lambang perempuan, lebih2 lagi di gapura
>> candi terdapat relief Hariti, dewi kekayaan yang sedang menyusui bayi.
>> Pawon adalah lambang laki-laki dengan ruang kosong di dalamnya
>> ditafsirkan
>> sebagai tak memiliki kandungan. Maka, Kali Elo adalah perempuan, dan
>> Kali
>> Progo adalah laki-laki. Pertemuan mereka di selatan kedua candi adalah
>> suatu physical intercourse, begitu makna simbolik mengartikannya. Dan,
>> Borobudurlah, buah kasih mereka.
>>
>> Adalah Nieuwenkamp, arsitek dan etnolog Belanda masa lalu, yang
>> mengajukan
>> tesis bahwa Borobudur dulunya dibangun di tengah-tengah danau, pada
>> sebuah
>> pulau. Tesisnya hanya didasarkan kepada bentuk arsitektur Borobudur yang
>> mirip teratai dan bunganya. Sebuah tesis yang mengejutkan, tetapi
>> dibenarkan oleh penelitian dua geolog Belanda ternama masa lalu : L.M.R
>> Rutten dan R.W. van Bemmelen. Mereka menyebut bahwa di dataran tinggi
>> Kedu, di mana Borobudur dibangun, terdapat beberapa danau yang sekarang
>> mengering. Nieuwenkamp dan para geolog Belanda saat itu, tahun 1937
>> mengadakan penelitian besar keberadaan Danau Borobudur ini. Hasil
>> penelitian menunjukkan bahwa memang pernah ada danau dengan ketinggian
>> muka air 235 meter dpl, dan Borobudur dibangun di tengah2nya.
>>
>> Apa makna simbolik tesis danau Borobudur ? Borobudur adalah janin yang
>> mengambang di tengah air ketuban rahim, hasil seksualitas Pawon dan
>> Mendut. Borobudur memuat sekaligus dua ajaran : Budhisme dan ajaran
>> kepercayaan Jawa Kuno tentang keterjelmaan manusia.
>>
>> Begitulah "dichtung und wahrheit" tentang Borobudur. Percaya atau tidak,
>> rasanya tak akan terlalu sulit buat kita untuk menelusuri penelitian
>> geologis Rutten atau van Bemmelen, bila mereka mengarsipnya.
>>
>> Kalau sempat mengunjungi Borobudur, mulailah menelusuri relief2nya
>> dengan
>> benar : yaitu mulai dari lantai 1 tangga timur, dan putarilah reliefnya
>> dari kanan ke kiri, memutar searah jarum jam, selesai satu putaran,
>> naiklah ke lantai 2 via tangga timur itu dan putari lagi searah jarum
>> jam,
>> begitu seterusnya sampai 10 tingkat Borobudur selesai, sebab Borobudur
>> adalah : "Bhumisambharabudhara" (bukit tumpukan kebajikan pada kesepuluh
>> tingkatan-tingkatan) - prasasti 842 M (de Casparis, 1950 -
>> interscripties
>> uit de Cailendra tijd).
>>
>> salam,
>> awang
>>
>> __________________________________________________
>> Do You Yahoo!?
>> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
>> http://mail.yahoo.com
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
> (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
> Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
> [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke