Abah,
Bagi yang mengenal pakem pewayangan, saat melihat relief2 Candi Sukuh akan
berkesimpulan bahwa relief2 yang dibuat seolah2 begitu saja diambil dari cerita
pewayangan tetapi dengan variasi tertentu. Seni orang Hindu yang dimasukkan ke
Nusantara telah berkembang sedemikian rupa di tanah Jawa. Gaya candi Sukuh pun
berakhir di dalam perkembangan sejarah alam pikiran orang Jawa yang memiliki
norma hukumnya sendiri dan tidak dinilai menurut norma hukum yang lain. Candi
Sukuh adalah candi pemuja Syiwa, semua relief adalah untuk kepentingan Syiwa.
Cerita wayang di relief Sukuh adalah variasi cerita Sudamala (suda=bersih,
mala+dosa). Itu adalah nama yang diberikan oleh Dewi Uma kepada Sadewa. Mengapa
Sadewa diikat dan ditakuti2 oleh Dewi Kunti ibunya yang lagi dirasuki ? Itu
karena rekayasa Btari Durga. Hanya Sadewa yang bisa meruwat dan membebaskan
Durga dari kutukan Batara Guru karena berbuat serong dengan seorang gembala.
Muka Durga adalah raksesi (raksasa perempuan), sebenarnya dia adalah dewi yang
cantik. Durga jadi raksesi, diusir dan turun ke dunia di Setra Gandamayu. Dan
akhirnya, memang Sadewa berhasil membebaskan kutukan Durga. Maka, dinamakanlah
dia oleh dewi Uma (Btari Durga) Sudamala - yang membersihkan dosa.
Ada relief juga bagaimana Bima membunuh seorang raksasa bernama Kalantaka. Pada
bidang relief terdapat inskripsi (tulisan) berangka tahun 1371 Caka (1449 M,
Caka 1 = 78 M). Nah, jelaslah kapan candi ini dibangun.
salam,
awang
[EMAIL PROTECTED] wrote:
Sdrk Awang
Kalau nyermpet pewayangan , saya jadii ingin tanya nih.
Seingat saya dalam MahaBarata tidak terceriterakan bahwa
Dewi Kunti pernah bermaksud "membunuh" putra terkecilnya Sadewa.
Jadi , apakah ini suatu rekaan ceritera Mahabarata , yang dikarang
oleh manusia pada masa itu , seperti dalang saat ini?
Padahal Mahabarata kan dianggap sakral oleh penganut Hindu !
Si Abah.
---------------------------------
Yahoo! Mail for Mobile
Take Yahoo! Mail with you! Check email on your mobile phone.