Pak Awang,

Apakah hal yg sama terjadi di wilayah Jawa Barat dan Banten?
Candi2 di Jawa Barat dan Banten sepertinya jauh lebih sedikit daripada Jawa
Tengah dan Jawa Timur?  Apakah hanya faktor topography saja yg jd
perhitungan pada waktu itu?  Atau ada hal2 lain yg lebih memegang peranan?
Faktor tingkat kebudayaan mungkin?

regards,
-edwin-



                                                                                
                                                                   
                      Awang Satyana                                             
                                                                   
                      <[EMAIL PROTECTED]        To:       [email protected], 
[EMAIL PROTECTED]                                            
                      oo.com>                                                   
                                                                   
                                               cc:                              
                                                                   
                      08/02/2005 07:52                                          
                                                                   
                      AM                       Subject:  Re: [iagi-net-l] 
Borobudur : Posisi Geologi dan Geomantik                                 
                      Please respond to                                         
                                                                   
                      iagi-net                                                  
                                                                   
                                                                                
                                                                   
                                                                                
                                                                   




Pak Salahuddin,

Semeru tak seaktif Merapi, maka lebih banyak andesit dimuntahkan Merapi
daripada Semeru, sehingga jelas lebih banyak batu andesit di sekitar pusat2
kerajaan Buddha-Hindu. Itulah yang jadi bahan baku candi2 di Jawa Tengah.
Ini belum termasuk muntahan andesit dari Merbabu, Sundoro, dan Sumbing di
ex Kresidenan Kedu. Maka, tak kurang dari 50 candi besar kecil ditemukan di
dataran tinggi ini. Dan, sampai zaman Mataram Hindu, pusat kerajaan ada di
Jawa Tengah, bukan di Jawa Timur. Mereka banyak mendirikan candi2. Setelah
itu, abad ke-12, pusat kerajaan bergeser ke Jawa Timur menuju Kediri lalu
Majapahit di sekitar Trowulan Mojokerto sekarang.

Candi-candi Jawa Tengah dan Jawa Timur jelas berbeda. Ciri-ciri langgam
Jawa Tengah : (1) bentuk bangunan masif, kokoh, tambun, (2) atap nyata
berundak-undak, (3) puncak berbentuk stupa, (4) gerbang pintu dan relung
berhiaskan kala makara, (5) relief dipahat dalam dan naturalis tak
simbolik, (6) letak candi di tengah pelataran, (7) kebanyakan menghadap ke
timur, (8) kebanyakan terbuat dari batu andesit (basaltik sebagian).

Akan halnya candi2 Jawa Timur, inilah langgam2nya : (1) bentuk bangunan
ramping, (2) atap tak nyata berundak2, (3) puncak mengubus, (4) tak ada
makara, hanya ambang atas pintu relung punya kepala kala, (5) relief diukir
tipis dan simbolik seperti wayang kulit, (6) letak candi di belakang
pelataran, (7) kebanyakan menghadap ke barat, (8) kebanyakan terbuat dari
bata.

Kalau sempat jalan2 ke candi-candi di Jawa Tengah dan Jawa Timur, silakan
perbandingakan ciri-ciri di atas (jangan lupa bawa kompas he2..)

Kalau Kraton Boko memang bukan candi tetapi istana raja, ditemukan bekas
benteng dan gang kering (bekas selokan) tempat pertahanan di luar benteng,
juga bekas2 perumahan (mungkin perumahan tentara kerajaan). Karena Kraton,
tentulah harus bergengsi.

salam,
awang

Salahuddin Husein <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pak Awang, saya ikut bertanya perihal geo-arkeologi candi.

Mengapa candi-candi di Jatim tidak menggunakan batu alam seperti
candi-candi di Jateng? Misalkan kesulitan bahan baku batuan beku, kenapa
tidak menggunakan batugamping, misalkan.
Atau apakah ada perbedaan trend arsitektur di kedua wilayah tersebut
pada saat itu, misalkan di Jatim dianggap keren dengan batubata karena
istana-istana dibangun dengan batubata, atau bisa juga pembuatan
batubata saat itu masih dianggap baru dan teknologi impor jadi
mempergunakannya sebagai tempat ibadah bisa menambah gengsi rohani sang
penguasa. Sebaliknya di Jateng batualam dianggap mahal dan berkelas
karena trend arsitektural bangunan istana masih "menyatu dengan alam"
(contoh Kraton Boko di Jogja, tetapi tampaknya ini dibangun sebelum era
Borobudur).

Salam,
Salahuddin

Awang Satyana wrote:

>Candi-candi di Jawa Timur tentu berbeda dengan candi-candi di Jawa Tengah.
Candi di Jawa Timur tak pernah menggunakan batu masif andesit basaltik
seperti di Jawa Tengah, tetapi banyak menggunakan tanah liat yang dibakar
mirip batamerah.
>
>

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
 Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com




The  information contained in this communication is intended solely for the
use  of  the  individual  or  entity  to  whom  it  is addressed and others
authorized to receive it. It may contain confidential or legally privileged
information.  If you are not the intended recipient you are hereby notified
that any disclosure, copying, distribution or taking any action in reliance
on  the  contents  of  this  information  is strictly prohibited and may be
unlawful.  If  you have received this communication in error, please notify
us  immediately  by  responding  to this email and then delete it from your
system. CNOOC is neither liable for the proper and complete transmission of
the  information  contained  in this communication nor for any delay in its
receipt.



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke