Bagaimana dengan regulasi utk merelease CO2 ke udara bebas ? Saya tahu gas ini tentunya bisa berbahaya bagi lingkungan. Namun kita juga tahu wong daun saja melepas CO2 kalau malam hari kan, apalagi kita yg menghembuskan nafas CO2 juga ? Berapa prosen masih "diperbolehkan" ? Dan siapa yg berhak melarang atau memperbolehkan ? pemerintah ? Apakah CO2 ini masuk dalam perjanjian emisi gas buang ?
Dua bulan kmaren saya ngobrol dengan salah seorang temen Indonesia di KL sini, yg crita bahwa mereka merilis CO2 ke udara, ntah berapa prosen yg dilepas ke udara bebas, hanya memberikan hint bahwa kandungannya asalnya lebih dr 50%. Tetapi katanya pemerintah My memperbolehkannya tentunya ada ambangnya, namun angka ini yg saya kurang tahu berapa prosennya. Btw, dalam sejarah geologi kandungan C02 ini di udara pernah jauuuh melampaui kondisi saat ini. Nah Pak Awang tentunya punya dongeng sejarah CO2 ini, sejak jutaan tahun lalu. RDP ======= On 8/9/05, Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Wajar kita takut dengan kandungan CO2 tinggi sebab CO2 akan langsung memotong > volume reserve dan sekalipun diproduksi akan butuh biaya tambahan sebab ia > gas korosif dan perlu teknologi serta alat khusus untuk memisahkannya dari > gas hidrokarbon. Sejarah perminyakan di Indonesia banyak menunjukkan > berakhirnya suatu blok karena CO2 yang tinggi, atau blok yang sudah sekian > lama tidur akibat CO2 tinggi. Sebagai eksplorasionis, maka kita sebaiknya > bisa berhitung dan meramalkan apakah blok2 yang akan kita ambil itu akan > punya CO2 tinggi atau tidak. Dengan modal data geokimia, geologi, dan > geofisika hal ini bisa kita prediksi dengan ketelitian cukup baik. > > Kandungan CO2 berapa pun bisa dipisahkan. Sampai 15 % CO2 kelihatannya masih > ok saja. Bahkan sekarang ada turbin yang friendly terhadap CO2 sampai 30 %. > Biasanya, kalau CO2 > 30 % di surface facilities sudah mulai ada usulan untuk > instalasi separator CO2. > > Alternatif 1-4 yang ditawarkan Pak Habibie itu akan wajar dan ekonomis kalau > produksi gas dari Natuna D-Alpha kecil saja, sehingga instalasi untuk > produksi 1-4 itu kecil saja dan ekonomis. Nah kalau produksi Natuna D-Alpha > 1000 MMCF ? Apa masih bisa ekonomis instalasi untuk produksi 1-4 ? Tidak. > Dan, Natuna D-Alpha hanya akan ekonomis bila diproduksi > 1 BCFG/day. Ingat > saja, cadangan lapangan gas super-raksasa ini 45 TCFG (sudah dipotong > kandungan CO2 yang 71 %). Maka, yang paling baik buat Natuna D-Alpha adalah > injeksi saja ke dalam reservoir. Jadi, teknologi yang ditawarkan Pak Habibie > bagus, tapi tidak tepat buat NAtuna D-Alpha. > > Gas yang punya CO2 tinggi tidak akan lebih dari 5 USD/MMBTU harga di wellhead. > > salam, > awang > > > > Bambang Murti <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Men temen, > > Biasanya kalau kita nemuin adanya CO2 di reservoir, kita akan menjadi > "takut" dengan biaya lifting yang tinggi. > > Ada yang tahukah, seberapa tinggi kadar CO2 yang bisa ditolerir dalam > suatu reservoir? Maksudku, dapat dipisahkan secara komersil? > > Disisi lain, masih teringat pidato Oom Habibie duluuuuu waktu opening > ceremony di IPA, beliau justru meng-address upside potential CO2 di > D-Alpha. > > Filosofi yang ditawarkan pada saat itu: > > 1. Bikin es kering (dry ice) di D-Alpha > 2. Bikin hydro power plant di Memberamo (Papua) > 3. Bikin proses hidrolisa untuk memisahkan H + O dari air > 4. Bikin synthetic methan dari kedua komponen tersebut (katanya > sih, CO2 + H2O --> Cx Hy , nah ini kan sudah jadi hidrokarbon rantai > pendek. > > > > Pertanyaannya : "Mungkinkah" eh, sorry, nanti dikira "underestimate" > sama si Oom, jadi, pertanyaannya dirubah menjadi "Kapankah ini akan > terlaksana"??? Mumpung gas lagi US$ 8 per MMBTU nih... > > (Ferdiiiii...ini aku ketularan ????? mu lagiiiiii) > > Bambang --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) ---------------------------------------------------------------------

