Hmm, kalau aku koq sedikit worry ya...mungkin ini "pre-judice"....mudah-mudahan tidak beralasan. Misalnya, JV tersebut akan mengebor dengan biaya "sekian..sekian"... Nah karena partner-nya ndak punya duit, mereka akan bilang,...uupss, nice plan, tapi kita sekarang lagi bokek nih...bisa talangin kita-kita dulu ndak? Lha si operator bisa saja menjawab, "guys, ini proyek mahal...jadi ente-ente musti kudu punya duit donk"....kalau ente bilang "kagak punya duit sekarang", ya udah, gue bisa anggep ente-ente pada kagak mau sharing risk, jadi, gue akan "sole risk" dah...ente-ente kan ude pada tau kan artinya "sole risk"? hasilnya bakalan gue embat sendiri..!!!! Atau bisa juga, OK, gue bayarin dulu, ntar dipotong dari share ente-ente deh... Lha kalau begitu, maka akan terjadi "share dilution" donk. Nah ??? BSM
Buat pak Awang, Mungkin bisa "me-release" estimasi drilling cost dari operator disekitar blok tersebut untuk similar play? Sesama di onshore aja dah. Porong-1? Kembang Baru? Grigis Barat? Kedungtuban? Sukowati-nya Petrochina? Ntar dibandingin dengan proposal "beliau" ini? Apakah pemerintah aware terhadap hal yang satu ini? Kalau belum, duh, saying donk... -----Original Message----- From: Batara Sakti Simanjuntak [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Wednesday, August 10, 2005 4:44 PM To: [email protected] Subject: Re: [iagi-net-l] [FW] Pemerintah Menolak Permintaan Pertamina diBlok Cepu Pemerintah (pusat) memberi Pertamina 45 %, dan Pemda (beberapa) Kabupaten 10%, sedang Exxon juga 45%, lalu ketiganya mesti membentuk perusahaan baru, sehingga tak ada yang berfungsi sebagai mayoritas. Ini naif sekali. Lalu siapa yang memegang operatorship ?, logikanya perusahaan baru tsb. Siapa yang secara ril akan menyediakan dana di perusahaan baru tsb ?... Pemda toh tak kan punya dana, Pertamina pun sedang kesulitan...jadi Exxon akan mendominasi ??? Kalau Pertamina dan Pemda sama-sama berkehendak menyatukan kekuatan sahamnya sehingga menjadi mayoritas bersama boleh kan ?. Kalau pikirannya sama-sama soal kebangsaan (dalam jangka panjang, seperti pandangan pak Kwik) tidak dapatkah Pertamina & Pemda saling menyatukan diri ?. Gimana caranya Pertamina mendekati dan merayu Pemda ? -----Original Message----- From: Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Date: Wed, 10 Aug 2005 02:17:39 -0700 (PDT) Subject: Re: [iagi-net-l] [FW] Pemerintah Menolak Permintaan Pertamina di Blok Cepu > Paling juga karena dapat tekanan Paman Sam. Nanti juga di badan > pengelola baru Cepu bentukan Exxon, Pertamina, Pemda, hendaknya > Indonesia (Pertamina + Pemda) berdaya kuat. Harus siap menolak dan > memotong biaya-biaya supertinggi yang biasa diajukan Exxon. Di blok2 > lain di mana Pertamina memegang participating interests hendaknya juga > berdaya kuat sebab ada kasus di suatu blok di Jawa Timur Pertamina > sebenarnya memegang major share tetapi tak jadi operator. > > salam, > awang > > Ariadi Subandrio <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Kalao pemerintahnya melanggar aturan hukum gak dipersoalkan ama Rizal > Malarangeng, gimana seh ini orang. Lagian kalao yang mayoritas > Indonesia (55%) seperti yang disampaikannya, kok tendensinya gak > memperbolehkan bangsa Indonesia yang menjadi operatorship se..... ah, > negeri aneh2. > > lam-salam, > ar-. > > > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > http://mail.yahoo.com --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) --------------------------------------------------------------------- ---------------------------------------------------------------------- This e-mail, including any attached files, may contain confidential and privileged information for the sole use of the intended recipient. Any review, use, distribution, or disclosure by others is strictly prohibited. If you are not the intended recipient (or authorized to receive information for the intended recipient), please contact the sender by reply e-mail and delete all copies of this message. ---------------------------------------------------------------------- This e-mail, including any attached files, may contain confidential and privileged information for the sole use of the intended recipient. Any review, use, distribution, or disclosure by others is strictly prohibited. If you are not the intended recipient (or authorized to receive information for the intended recipient), please contact the sender by reply e-mail and delete all copies of this message. --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) ---------------------------------------------------------------------

