Terimakasih atas pencerahan dari rekan-rekan semua.

Saya bekerja salah satu gas field di PMx, Malay Basin. Kalau dihitung, 
sekitar 40 level reservoir yang tersebar di H,I,J dan K horizon. Sedangkan, 
yang sudah dibukukan baru sekitar 70%nya ( karena merupakan producing 
reservoir, beberapa diantaranya adalah reservoir dengan ketebalan <8 m, 
tetapi reservoir2 tipis ini diproduksi secara cummingled, sehingga "menurut 
saya" walaupun reservoir ini tipis, reservoir2 ini harus dimodelkan juga ). 
Sedangkan yang 30% ini merupakan upside potential untuk kegiatan development 
lanjut.

Benar mas Oki, untuk seismik data pada saat ini, saya tidak bisa 
mengandalkannya 100% untuk meng-guide penyebaran facies. Ada bbrp level 
horizon (small cube) yang kita coba dengan reprosesing ulang dengan 
menggunakan Hi-Fi. Tetap saja, ketika saya coba untuk mengetahui koefisien 
korelasi dengan property yang lain, xplot masih menunjukkan angka yang 
kecil. Kalaupun saya pakai, berarti saya benar-benar "memaksa" seismic untuk 
meng-guide facies modeling. Jadi besar kemungkinan, kita harus melakukan 
study lanjut (AVO inversion dll, thanks to pak Frank yang memberikan 
pencerahan ke saya 1 minggu yl ). 

Sekarang saya mencoba metode Neural Net spt yang mas Oki sarankan. Tapi saya 
kesulitan men-trace back sebenarnya cut-off yang dipakai oleh metode ini itu 
apa. Misal, saya menggunakan GR,Por, Den dan Vclay untuk mengenerate Facies 
Tagging ( sebelumnya saya pakai " Calculator " ), yang saya dapatkan 
hanyalah hasil langsung, dan inipun harus dimodifikasi dulu dengan template 
yang ada dan editing secara manual. Untuk distribusi lateralnya......., saya 
sedang mencoba saat ini. 

Salam, Adi T



On 8/29/05, oki musakti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> Adi,
> Dalam kasus ini saya asumsikan bahwa anda tidak bisa lagi mengandalkan 
> seismik untuk meng-constraint facies modelling anda karena ketebalan lapisan 
> sudah dibawah resolusi seismik, benar ?
> 
> Dalam hal itu ya harus back to basic, kembali ke konsep geology. 'Driver' 
> geology apa yang mendasari penyebaran facies dari suatu endapan shallow 
> marine. Faktor2 seperti gross thickness, net to gross dll. mestinya bisa 
> dipetakan dengan di konstrain oleh data well/seismic dan pengetahuan geology 
> regional/lokal daerah tersebut. Pada gilirannya, peta atau lebih baik lagi 
> distribusi 3D dari driver 2 tersebut bisa dijadikan sebagai konstrain saat 
> membuat distribusi facies.
> 
> Kalau mau kelihatan agak canggih, bisa memakai neural network yang 
> modulnya ada di Petrel untuk memberikan 'weighting effect' pada tiap driver 
> tersebut.
> 
> Last but not least, a good picture does not necessarily mean a 'right' 
> solution....
> 
> Salam
> Oki
> 
> 
> Adi Trianto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Saya kebetulan lagi mengerjakan 3D Geological Modeling dengan
> menggunakan Petrel.
> 
> Untuk beberapa reservoir yang relatif tebal (>15-25 m) saya tidak
> mengalami kesulitan untuk membuat facies modeling dan petrophysical
> modelingnya. Untuk distribusi lateralnya, saya menggunakan metode (
> bbrp diantaranya adalah gabungan ) antara object based modeling
> (stochastic) atau SIS/SGS dengan menggunakan flowline atau 2D/3D
> trend dari seismic dan beberapa variasi dari variogram range. Dari
> bbrp reservoir tebal tersebut, saya coba juga menggunakan seismic
> (attribute) cube (dengan melihat xplot, bbrp diantaranya, saya melihat
> adanya korelasi positif antara property dan value dari seismic
> tersebut) untuk mengontrol distribusi facies/petrophysical modeling.
> Atau dengan menggunakan xplot lainnya, misalnya X=PhieT dan Y=Phie
> untuk porosity modeling atau X=Phie dan Y=Vclay untuk Vclay modeling
> (korelasi koefisien). Untuk permeability modeling dan SwJ Func saya
> "ikatkan" ke facies dan petrophyical modeling. Dan hasilnya, so far
> antara modeling dan kalkulasi engineering (dynamic modeling) dalam
> range yang bisa ditolerir.
> 
> Permasalahannya adalah, sekitar 70% dari reservoir di field saya
> (fluvial – marginal marine, di Malay Basin) mempunyai ketebalan
> sekitar 3-10m, dimana ketebalan ini jauh daripada tuning thickness
> dari seismic yang ada. Dan saya melihat, uncertainties memodelkan thin
> reservoirs (distribusi lateralnya, terutama facies modeling) ini
> sangat besar sekali, akhirnya, metode "trial/error" dengan bbrp
> realisasi saya coba lakukan. Dan tetap, hasilnya masih sangat sangat
> terbuka untuk diskusi.
> 
> Mohon pencerahan dari rekan2 yang terutama bekerja di "thin reservoir" ?
> 
> Terimakasih banyak,
> Adi Trianto
> 
> 
> ---------------------------------
> Start your day with Yahoo! - make it your home page
>

Kirim email ke