All,

Pertanyaan di e-mail di bawah ini mungkin bisa dievaluasi kalau kita
kembali ke prinsip dasar dari resolusi seismic:

Thin reservoirs/ resolusi vertical.
Faktor yang menentukan adalah kedalaman, velocity , frequency dan tentu
saja parameter seismic acquisition.

Jadi apakah 5 meter thin reservoir dan bisa terdeteksi oleh seismic?.
Bisa kalau reservoirnya dangkal sekali dan seismicnya high resolusi
seismic.

Apakah 50 meter reservoir thickness selalu bisa terdeteksi?. Belum
tentu, kalau kedalamannya mencapai 3500 meter dengan velocity yang
tinggi.

Effectifkah re-sampling?.

Kalau seandainya resolusi vertical atau katakanlah "detectable"
thickness dari reservoirs dengan sampling rate 2 ms. adalah 30 meter.
Ambil formasi yang ketebalannya 30 meter ( shales atau non reservoir)
lalu ditengahnya ada sisipan reservoir setebal 5 meter, maka seismic
akan mendeteksi hanyalah yang 30 meter.

Dengan re -sampling ( katakanlah linear interpolation) yang sisipan 5-
meter  tidak akan terwakili, seperti yang dibahas dalm milis ini re-
sampling hanya akan menambah dense tapi tidak mewakili kondisi geologi.
Logikanya, frequency data tidak bisa ditambah dengan re-sampling.
Argumen akan timbul disini bahwa dengan re- sampling naik frequencynya,
untuk ini telaah kata-kata Sdr. Paulus yang mengatakan hanya tambah
dense.

Modeling. 

Ini adalah hal yang sangat argumentable, modeling adalah kalau, istilah
saya, sudah menjadi pilihan terakhir dengan tidak adanya tool lain lagi.
Untuk thin reservoir atau under limitation of seismic resolution, maka
modeling menjadi option dimana biaya dan waktu bisa tak terbatas.
Kenapa?.
Karena  unsur subjectivitas sangat berperan, kemudian dengan modeling,
professional akan terpengaruh akan modelingnya sesuai dengan waktu dan
akhirnya percaya bahwa hasilnya adalah benar. Buntutnya pilihan menjadi
satu dan di drill dengan hasil?.

Kalau memang akan di model untuk contoh diatas, mungkin ada baiknya
geological modelnya dibikin simulasi seismic (raytracing), dan modelnya
match dengan seismic asli dulu, lalu baru disisipkan thin reservoirnya
dan diray tracing lagi, sekarang dengan sample rate katakanlah 0.5 ms.
Kalau memang bagus, barulah seismic aslinya di re-sampling dan
dibandingkan dengan hasil modeling.
Mungkin hal ini sudah dilakukan jadi ini hanyalah masukan kalu belum
dilakukan. Adalah hal yang sangat mungkin terjadi bahwa modelnya tidak
akan match dan akhirnya dengan berjalannya waktu dipaksakan match.

Business decision.

GIGO, atau garbage in garbage out.

Adalah kata kata skeptical yang mengandung kebenaran beberapa dekade
silam.

Maaf kalimat ini kurang enak didengar tetapi itulah yang terkenal dulu
artinya komentar dari member milis ini mengenai kalau pada saat akuisisi
sudah tidak ada datanya, maka usaha berikutnya untuk menambah data dari
tiada menjadi ada adalah sangat ber resiko dan ini tentunya tergantung
dari perusahan tempat kita masing-masing bekerja, kalu perusahaan yang
mempunyai un-limited resourses maka hal ini sangat menarik dan feasible
untuk dilakukan.

Untuk perusahaan yang terbatas resourcesnya maka akan terjadi keputusan
yang sangat cepat bor atau tidak dimana disini yang berperan adalah
"business decision".

Mohon maaf kalau opini diatas ada yang kurang sreg, tujuannya adalah
untuk berbagi visi dan mengajak semua untuk kembali ke prinsip dasar.

Rgds,

Yanto Salim


-----Original Message-----
From: Paulus Tangke Allo [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Sunday, September 11, 2005 7:56 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] resampling - Re: [iagi-net-l] 3D Modeling
untuk "thin reservoir"

saya belum coba,
tapi dugaan saya tidak lebih bagus.
alasannya, karena tidak ada informasi tambahan apapun dari seismik yg
di-resampling dari 2 ms ke 0.5 ms. memang sih datanya jadi tambah
banyak, kembali lagi perlu ditanyakan, apakah yg ditambahkan itu
memang benar2 data atau cuma noise?


--pta


On 09/09/05, Leonard Lisapaly <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> Just curious : Apakah model-based inversion dengan data seismik yang
> diresampling dari 2 ms ke 0.5 ms itu lebih bagus karena kita harus
> menggunakan model yang juga diresampling dari 2 ms ke 0.5 ms.
> 
> LL

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------


Kirim email ke