Pak Yanto, gimana dengan lateral resolution ? ini biasanya sangat sangat membantu. kalau misalnya bin size nya 25 X 25 M2, maka geologic feature yang bisa terdeteksi adalah yang minimum (4 X 25)100 meter lebar nya (dari sisi salah satunya).
Diksusi geologic modeling diterusin juga dong... fbs --- Yanto Salim <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > All, > > Pertanyaan di e-mail di bawah ini mungkin bisa > dievaluasi kalau kita > kembali ke prinsip dasar dari resolusi seismic: > > Thin reservoirs/ resolusi vertical. > Faktor yang menentukan adalah kedalaman, velocity , > frequency dan tentu > saja parameter seismic acquisition. > > Jadi apakah 5 meter thin reservoir dan bisa > terdeteksi oleh seismic?. > Bisa kalau reservoirnya dangkal sekali dan > seismicnya high resolusi > seismic. > > Apakah 50 meter reservoir thickness selalu bisa > terdeteksi?. Belum > tentu, kalau kedalamannya mencapai 3500 meter dengan > velocity yang > tinggi. > > Effectifkah re-sampling?. > > Kalau seandainya resolusi vertical atau katakanlah > "detectable" > thickness dari reservoirs dengan sampling rate 2 ms. > adalah 30 meter. > Ambil formasi yang ketebalannya 30 meter ( shales > atau non reservoir) > lalu ditengahnya ada sisipan reservoir setebal 5 > meter, maka seismic > akan mendeteksi hanyalah yang 30 meter. > > Dengan re -sampling ( katakanlah linear > interpolation) yang sisipan 5- > meter tidak akan terwakili, seperti yang dibahas > dalm milis ini re- > sampling hanya akan menambah dense tapi tidak > mewakili kondisi geologi. > Logikanya, frequency data tidak bisa ditambah dengan > re-sampling. > Argumen akan timbul disini bahwa dengan re- sampling > naik frequencynya, > untuk ini telaah kata-kata Sdr. Paulus yang > mengatakan hanya tambah > dense. > > Modeling. > > Ini adalah hal yang sangat argumentable, modeling > adalah kalau, istilah > saya, sudah menjadi pilihan terakhir dengan tidak > adanya tool lain lagi. > Untuk thin reservoir atau under limitation of > seismic resolution, maka > modeling menjadi option dimana biaya dan waktu bisa > tak terbatas. > Kenapa?. > Karena unsur subjectivitas sangat berperan, > kemudian dengan modeling, > professional akan terpengaruh akan modelingnya > sesuai dengan waktu dan > akhirnya percaya bahwa hasilnya adalah benar. > Buntutnya pilihan menjadi > satu dan di drill dengan hasil?. > > Kalau memang akan di model untuk contoh diatas, > mungkin ada baiknya > geological modelnya dibikin simulasi seismic > (raytracing), dan modelnya > match dengan seismic asli dulu, lalu baru disisipkan > thin reservoirnya > dan diray tracing lagi, sekarang dengan sample rate > katakanlah 0.5 ms. > Kalau memang bagus, barulah seismic aslinya di > re-sampling dan > dibandingkan dengan hasil modeling. > Mungkin hal ini sudah dilakukan jadi ini hanyalah > masukan kalu belum > dilakukan. Adalah hal yang sangat mungkin terjadi > bahwa modelnya tidak > akan match dan akhirnya dengan berjalannya waktu > dipaksakan match. > > Business decision. > > GIGO, atau garbage in garbage out. > > Adalah kata kata skeptical yang mengandung kebenaran > beberapa dekade > silam. > > Maaf kalimat ini kurang enak didengar tetapi itulah > yang terkenal dulu > artinya komentar dari member milis ini mengenai > kalau pada saat akuisisi > sudah tidak ada datanya, maka usaha berikutnya untuk > menambah data dari > tiada menjadi ada adalah sangat ber resiko dan ini > tentunya tergantung > dari perusahan tempat kita masing-masing bekerja, > kalu perusahaan yang > mempunyai un-limited resourses maka hal ini sangat > menarik dan feasible > untuk dilakukan. > > Untuk perusahaan yang terbatas resourcesnya maka > akan terjadi keputusan > yang sangat cepat bor atau tidak dimana disini yang > berperan adalah > "business decision". > > Mohon maaf kalau opini diatas ada yang kurang sreg, > tujuannya adalah > untuk berbagi visi dan mengajak semua untuk kembali > ke prinsip dasar. > > Rgds, > > Yanto Salim > > > -----Original Message----- > From: Paulus Tangke Allo [mailto:[EMAIL PROTECTED] > > Sent: Sunday, September 11, 2005 7:56 PM > To: [email protected] > Subject: Re: [iagi-net-l] resampling - Re: > [iagi-net-l] 3D Modeling > untuk "thin reservoir" > > saya belum coba, > tapi dugaan saya tidak lebih bagus. > alasannya, karena tidak ada informasi tambahan > apapun dari seismik yg > di-resampling dari 2 ms ke 0.5 ms. memang sih > datanya jadi tambah > banyak, kembali lagi perlu ditanyakan, apakah yg > ditambahkan itu > memang benar2 data atau cuma noise? > > > --pta > > > On 09/09/05, Leonard Lisapaly > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Just curious : Apakah model-based inversion dengan > data seismik yang > > diresampling dari 2 ms ke 0.5 ms itu lebih bagus > karena kita harus > > menggunakan model yang juga diresampling dari 2 ms > ke 0.5 ms. > > > > LL > > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: > iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: > iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > IAGI-net Archive 1: > http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: > http://groups.yahoo.com/group/iagi > Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina > (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id > Komisi SDM/Pendidikan : Edy > Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) > Komisi Karst : Hanang > Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) > Komisi Sertifikasi : M. > Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) > Komisi OTODA : Ridwan > Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau > [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi > Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) > Komisi Database Geologi : Aria A. > Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) > --------------------------------------------------------------------- > > > --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) ---------------------------------------------------------------------

