Shofi,
1. Shallow gas bisa terjadi di mana saja, di offshore maupun onshore, kebetulan
saja banyak kejadian dilaporkan di offshore. Contoh di onshore : di wilayah
Bentu, Segat, Sumatra Tengah. Kalau lihat penampang seismik wilayah ini, tak
ada bedanya dengan shallow gas di wilayah offshore Madura misalnya, atau di
utara Pulau Salawati persis di selatan Sorong Fault. Genesa shallow gas ya
tetap sama di mana juga, a.l. butuh rapid sedimentation dan lingkungan yang
semi tertutup - semi enclosed basin, dan masih di wilayah di mana bakteri
metanogen masih bisa hidup (< 80 deg C).
2. Shallow gas tak beda dengan biogenik, ada dalam fase diagenetik transformasi
source rocks, hanya dia lebih dangkal saja. Karena agen perubahannya adalah
bakteri, maka dia akan ada di lapisan-lapisan pasir misalnya yang temperaturnya
tak melebihi 80 deg C. Berapa dalam ? Itu akan bergantung kepada GG setempat,
semakin dingin bisa semakin dalam. Semakin panas akan semakin dangkal.
3. Shallow gas di laut dalam ada, tetapi sudah terkristal dalam kisi-kisi es di
antara butir batuan karena temperatur laut dalam yang sangat dingin (jauh lebih
dalam dari zone termohaline). Itulah yang kita sebut gas hydrate. Di Makassar
Strait banyak, di laut dalamnya, ini bisa jadi geo-hazard, tetapi ini pun
potensi gas yang lumayan.
Dua sumur di Selat Madura tahun 2000 blow-up gara-gara shallow gas. Setelah
itu, pengeboran di wilayah ini selalu menggunakan pilot hole. Di wilayah laut
dalam kalau target berada di wilayah gas hydrate, perlu juga pilot hole untuk
meyakinkan efek gas kick sejauh mana.
salam,
awang
Budi Satrio <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Tentang no.3, determinasi shallow gas hazard :
Untuk determinasi very shallow gas hazard, dalam hubungan dengan pembangunan
platform, determinasi gas hazard pada laut dangkal dilakukan dengan
melakukan high density shallow target seismic memakai vessel pada area
sekitar 2 km x 2 km dari titik yang akan dipasang platform ditambah dengan
data soil boring. Sedangkan untuk keperluan drilling ke target reservoir
dengan measured depth yang lebih dalam dan azimuth yang beragam arah,
tentunya bisa di guide dengan data seismik lokal/regional terhadap
trajectory propose well tsb. Semoga membantu
On 10/12/05, Shofiyuddin wrote:
>
> Barangkali ada rekans yang bisa bantu saya terhadap salah satu pertanyaan
> anak didik saya di kursus wellsite. Terus terang saja, saya gak punya
> knowledge untuk menjawabnya.
> 1. Adakah Shallow gas di daerah pengeboran onshore? kalo ada gimana
> genesanya? dan kalo gak ada apa alasannya.
> 2. Kira kira shallow gas itu ditemukan di daerah marine di kedalamaman
> sekitar berapa? dan apa alasannya?
> 3. Adakah shallow gas di laut dalam (deep water drilling). Pertanyaan
> terakhir ini muncul dalam diskusi determinasi shallow gas hazard dengan
> tim
> satu team. Tim berpendapat bahwa shallow gas tidak dijumpai di laut dalam
> dan karenanya tidak perlu pilot hole.
>
> --
> Salam hangat
>
> Shofi
>
>
--
Budi Satrio
---------------------------------
Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs. Try it free.