Selain pak Ketum (terpilih) beserta Tim yang ikutan terlibat pada peringatan 
tsunami nasional di Padang yang menggelar latihan evakuasi yang dikelola LIPI 
bersama Komunitas Siaga Tsunami (KOGAMI) Padang, Pada saat yang sama 
kawan-kawan IAGI Pengda dari daerah-daerah lain juga banyak melakukan aksi 
Siaga dengan menggugah kesadaran melalui acara2 diskusi/seminar/provoke dan 
Renungan untuk masyarakat dalam rangka menghidupkan terus momen kewaspadaan 
bencana di daerah-daerah.....
   
  Di Mataram, Akang Heryadi Rahmat dedengkot IAGI Nusra melakukan peringatan 
dengan menggelar Seminar di Gedung ....... full house, diskusi tetap rame 
dengan umumnya mempertanyakan KAPAN datangnya gempa/tsunami. Dicover oleh 14 
orang wartawan termasuk media TV.
   
  Dari Makasar, Pak Imran melaporkan bahwa acara peringatan 1 tahun tsunami 
berjalan sukses (antusias warga cukup banyak). Hasil-hasil Diskusi akan 
diterbitkan besok di Harian Fajar, Makasar.
   
  Dari Malang, mantan Ketua Umum Andang Bachtiar menyajikan sosialisasi 
gempa/tsunami di hadapan ratusan pecinta alam seluruh Malang yang juga dihadiri 
rekan2 dari Belanda. Antusiasme para kaum muda yang suka kluyuran di alam bebas 
ini cukup rame. Beritanya akan dimuat oleh Jawa Pos (+ wawancara nya).
   
  Dari Banyuwangi yang dilakukan oleh rekan-rekan IAGI Pengda Jatim belum ada 
khabarnya. Dari Yogyakarta dengan motor mas Agus Hendratno juga belum ada  
laporan, demikian pula berita dari mas Bambang penggiat IAGI Bengkulu.
   
  Seperti yang disampaikan akang Awang bahwa lesson tsunami adalah peringatan 
atas musibah meninggalnya warga Aceh yang mencapai 150.000 orang. Tak pernah 
dalam sejarah Indonesia kehilangan begitu banyak warganya oleh sekali bencana. 
Krakatau 1883 : 36.000 jiwa, Tambora 1815 : 90.000 jiwa. 
   
  Suatu Kelompok Kerja (Pokja) tsunami pertama kali dibentuk di Indonesia 
adalah Okt 1997 (2 bulan setelah bencana tsunami menyerang Sumba) dengan tugas 
a.l membangun sistem peringatan dini, Pokja tak jalan. Tsunami Flores 1979 
masih banyak memakan korban 540 jiwa. Pokja serius dibentuk lagi 1992 setelah 
tsunami menyerang Banyuwangi dengan korban 2000 jiwa. Pokja tak jalan juga, tak 
ada EWS dipasang di barat Sumatra, selatan Jawa - Nusa Tenggara, Utara 
Papua-Sulawesi yang merupakan tempat-tempat paling potential tsunami.
   
  Setahun lalu, saat Aceh dihantam mega tsunami dengan jumlah korban yang tak 
terbayangkan dalam benak manusia.... kita semangat lagi dengan pokja tsunami. 
Mudah-mudahan kali ini tidak hanya berupa gaung. Tsunami PASTI akan datang lagi 
dan sudah nasibnya Indonesia duduk diatas lempeng-lempeng yang sedang bergerak 
"cepat", we're living on the edges of active margins of tectonic plates. beware 
of tsunami-genic earthquakes. Maka, adalah semua yang kudu serius dengan 
tsunami early warning system, 70% episentrum gempa Indonesia ada di laut, kalau 
perlu pantai-pantai selayaknya dibarikade dengan benteng alam.
   
  Renungan satu tahun tsunami Aceh-Sumut tak kan punya makna apa2 tanpa usaha 
serius ke depan. Kita juga menunggu kiprahnya Badan Geologi ESDM yang baru 
terbentuk, mungkin salah satu tugasnya adalah dapat memberikan pelayanan 
informasi potensi bahaya kebencanaan bagi warga Indonesia.
   
  lam-salam,
  ar-.

                
---------------------------------
 Yahoo! DSL Something to write home about. Just $16.99/mo. or less

Kirim email ke