Ya, ya, ya.
Betul sekali, absolutely benar Mas Natan ini. 
Teori SALAM adalah dengan statistik. 
Statistik digunakan untuk mengetahui pola.
Bila tahu pola, maka mungkin akan tahu sebab-akibat.
Tanpa tahu pola, maka sebab akibat akan tak bisa di ketahui.
Juga prediksi, dimanapun science bergerak.
Alat ini amat hebat.
Apasih sih pengolahan, lalu pencaraian pola tanpa statistik ?
Rasanya kok ga ada ya ? Atau ada yang mau menunjukkan pengolahan data
yang bukan ada statistiknya ?

Juga saya setuju sekali filosofinya yang ditulis Mas Natan : "saya
pribadi tidak yakin kalau semua masalah di jagad raya ini bisa
dipecahkan oleh statistika".
Ya, ya, statistik tak akan menyelesaikan semua hal. Tetapi banyak hal
yang menjadi mudah dengan statistik. 

Ya, senang juga filosofi di bawah  yang di tuliskan lagi :" teori SALAM
bisa disebut sebagai aparat penegak hukum tetapi kejadian-kejadian di
jagad raya adalah penjahat! aparat akan selalu kecolongan, dan penjahat
itu akan selalu menang satu langkah dibandingkan aparat. demikian pula
dengan teori SALAM vs kejadian di jagad raya."

Tak ada penyelesain manusia yang "tak melangkah dengan data yang minim,
tak menggunakan asumsi-asumsi terbatas, tak ambil sedikit saja data, tak
pakai waktu sedikit saja". 
 
Ya, teori SALAM itu cuma buatan manusia. Hanya sedikit hal yang bisa di
ketahui oleh manusia. Tentu ini menanti teori baru, yang memperbaiki.
Ini cuma buatan si Maryanto saja, orang Sempol itu. Kali saja Mas Natan
yang bikin  "Advace SALAM"nya ? Sebanyak, banyak yang diketahui
(manusia), maka siklus-siklus jutaan lainnya akan tak di ketahui. Inilah
lahirkan simpangan (error). Sementara ini, siklus SALAM itu dengan data
grafik energi utamanya dengan error kurang dari 10 %. Nah, turunan
parameter fisinya akan error lebih besar. Saya sendiri, dengan error 30
% dari suatu data, akan sudah sennag, karena polanya sudah amat bagus,
yang probabilitas akan kebenarannya menjadi 70 %. Nah kalao error 10 %,
wah makin mantab saja.

Nah, tentang error di andaikan sebagai penjahat, ya seneng juga saya.
Dan lebih suka nyatakan, kalau semua hal sudah semua sempurna, maka tak
akan ada kesempatan orang akan memperbaiki. Semakin rurak suatu hal,
maka semakin mudah usaha memperbaikinya. Lebih rusaj, maka dengan
langkah usaha yang sama besar, maka menjadi lebih besar manfaatnya
dibanding yang "pada kondisi yang bagus". 

Kalau tak ada yang "koruptor", tak ada kesempatan orang akan " hei,
korupsi itu jelek lho".
Kalau semua sudah tahu lokasi dimana minyak berada, tak ada ES yang
dapat duit lagi jualan kliniknya mencari minyak itu. Shareholder ngebor
sendiri, misalnya.
Kalau semua sudah tahu semua hal, tak ada dosen dapat duit dari jualan
"klinik" ngajar. Dst. (orang jawa lidahnya ngucapin klinik, menjadi
"klenik", dugaanku). 
Ga' begitu ya ?

Salam,
Maryanto.

-----Original Message-----
From: Nataniel Mangiwa [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Monday, January 09, 2006 7:11 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] KE NA PA

"Yang belum punya nih data "in the past". Perlu data panjang untuk
prediksi kedepan dengan eror rendah. Lalu membuat grafiknya, untuk
prediksi kedepan.

Semakin banyak data, biasanya erornya kecil."

Kalau menurut saya teori SALAM ini modalnya adalah data (statistika).
semua data dikumpulkan lalu diolah dan dari hasil statistika ini
munculah pemikiran-pemikiran ala SALAM (siklus 7 tahunan? dsb). saya
pribadi tidak yakin kalau semua masalah di jagad raya ini bisa
dipecahkan oleh statistika.

teori SALAM bisa disebut sebagai aparat penegak hukum tetapi
kejadian-kejadian di jagad raya adalah penjahat! aparat akan selalu
kecolongan, dan penjahat itu akan selalu menang satu langkah
dibandingkan aparat. demikian pula dengan teori SALAM vs kejadian di
jagad raya.

natan
"no offence just try to share"

On 1/6/06, Maryanto (Maryant) <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

He...he... Mas Rovicky tertegun. Kalo soal prediksi, aku sih suka aja.
Tapi tetep aja aku seneng untuk tetap yang nraktir menang atau kalah di
ketemu pakar hebat ini.

Yang belum punya nih data "in the past". Perlu data panjang untuk
prediksi kedepan dengan eror rendah. Lalu membuat grafiknya, untuk
prediksi kedepan. Semakin banyak data, biasanya erornya kecil. Siapa
punya data rp/dolar, dan gempa waktu yang lama, 100 th terakhir
misalnya?

Wassalam,
Maryanto.
Joke aja lho Mas Vicky : Gempa Nias akan terjadi di masa mendatang.
(mendatang kan juga jawaban kapan). Gempa kecil pun kini mungkin ada.
USD 12 Feb 2005 antara Rp 1.000,- sampai Rp 100.000,-. He...he..he...

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI
Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1:
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi
Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M.
Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan
Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi
Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------




---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke