Atau mungkin ada baiknya dana Konsorsium KPS ini dibuat sedemikian rupa
agar si penerima nantinya tidak berujung hanya jadi pekerja dan pekerja
lagi, tetapi akhirnya menciptakan lapangan kerja.....

kebanyakan kan para penerima, inginnya studi tentang segala sesuatu yang
berbau petroleum atau mining industry (mis. reservoir, geophysic, mine
planning, etc.), lha sedangkan sektor lain yang berhubungan dengan geologi
banyak..., dengan pemberian beasiswa ke studi yang lain (bukan hanya
petroleum atau mining industry), saya pikir akan lebih maksimal... ujungnya
nanti membuat mereka (penerima dana konsorsium) justru menciptakan lapangan
kerja saat kembali dari studinya...

Misal pemberian beasiswa untuk studi pengolahan limbah (bisa limbah dari
petroleum atau mining industry)
,studi lingkungan, studi tentang energi alternatif (bisa angin, matahari,
atau apa), studi Gemstone atau yang lain

sehingga sepulang studi tersebut (entah menjadi MSc atau Phd) nantinya bisa
berdaya guna.... yaitu menciptakan lapangan kerja...

Kebetulan ada temen kemarin cerita, dia habis mendapat Beasiswa dari Amrik,
sesaat akan pulang, dia mendapat pesan dari profesor-nya yang intinya
"saat ini negaramu bukan butuh orang pintar atau jenius, tetapi membutuhkan
orang cerdik... cerdik dalam melihat peluang, jangan kau berujung dengan
bekerja untuk orang (pekerja) tetapi buatlah lapangan kerja...
bla..bla..bla.."

Saat ini temen tersebut menggunakan ilmunya (kebetulan dia orang Ekonomi)
untuk main jual beli Saham hanya dengan langganan koran dan rutin cek
internet monitoring indeks harga saham, hm... smart....



anprax



                                                                                
                                                        
                      Minarwan                                                  
                                                        
                      <[EMAIL PROTECTED]        To:       [email protected]   
                                                         
                      m>                       cc:                              
                                                        
                                               Subject:  Re: [iagi-net-l] 
Beasiswa Konsorisum KPS Masih Adakah?                         
                      01/31/2006 02:12                                          
                                                        
                      PM                                                        
                                                        
                      Please respond to                                         
                                                        
                      iagi-net                                                  
                                                        
                                                                                
                                                        
                                                                                
                                                        




Mas Vicky,

Saya pikir untuk S3 ini agak unik, karena bukan soal luar negeri atau
dalam negerinya, tetapi siapa pembimbingnya, apa proyeknya dan seberapa
banyak sang pembimbing menguasai topik/konsep ilmu dan daerah penelitian
untuk ditularkan kepada mahasiswa bimbingannya. Daerah penelitian bisa
dari mana saja, tapi konsep ilmu yang digunakan saya pikir tidak berbeda
antara riset dari dalam negeri maupun luar negeri. Asumsi bahwa doktor
lulusan dalam negeri lebih menguasai daerah Indonesia mungkin akan sama
dengan asumsi bahwa ekspatriat yang bekerja di Indonesia tidak menguasai
geologi Indonesia. Padahal kan belum tentu demikian, karena semua bisa
dipelajari asal ada niat dan waktu. Lulusan S3 yang bagus, menurut saya
tergantung pada orangnya (mahasiswanya) dan pembimbingnya, bukan
institusinya.

Tetapi dalam hal fasilitas penelitian, akses ke jurnal ilmiah, akses ke
sumber teknologi dan konsep ilmu paling baru, dan potensi membangun
jaringan dengan orang-orang dari berbagai bangsa, saya pikir sekolah di
negara maju lebih baik daripada di dalam negeri.

Dana Konsorsium KPS menurut saya sebaiknya:
1. Sebagian digunakan untuk mengirimkan orang-orang S2 ke luar negeri
untuk memberikan mereka pengalaman berinteraksi dengan Geoscientists di
negara yang menjadi tempat perkembangan teknologi/ilmu Geosains
2. Sebagian untuk dana penelitian S3 di dalam negeri dalam rangka
menggalakkan penelitian geosains di universitas di Indonesia
3. Sebagian untuk S1 calon mahasiswa yang punya potensi tapi miskin,
supaya Pasal 33 UUD 45 diterapkan ke publik yang lebih luas, tidak cuma
dinikmati keluarga besar pekerja migas Indonesia

Mengapa saya tidak mengusulkan dana KPS untuk S2 Geosains di dalam
negeri saja?
Karena:
1. S2 di dalam negeri tanpa beasiswa pun bisa, apalagi banyak kantor
yang sekarang mau mengirimkan karyawan mereka kuliah seperti di UI, ITB
dan UGM.
2. Kalau bisa mendapatkan pilihan untuk kuliah di Colorado School of
Mines atau Imperial College masak nolak Mas?

Cuman Mas, cukup enggak dana Konsorsium KPS dibagi ke 3 arah?

Minarwan

Rovicky Dwi Putrohari wrote:
> Min,
>
> Setelah anda mengenyam pendidikan dalam dan luar negeri, manakah yg
> lebih berhasil guna antara kedua ini ?
>
> - Menyekolahkan di Dalam Negeri saja dengan jumlah yg lebihbesar.
> Toh pada kenyataannya banyak lulusan Sarjana (S1) Indonesia yg "laku"
> dipasaran luar negeri. Juga kebutuhan tenaga kerja level ini jauuh
> lebih besar ketimbang kebutuhan Doktor.  Juga doktor-doktor lulusan
> Indonesia mungkin (berpotensi) akan lebih banyak yg berkiprah lebih
> karena masalah yg diambil dr Indonesia, ketimbang lulusan luar negeri
> (mungkin lo:).
> Contoh lulusan S3  Indonesia sangat bagus ya misalnya Dr Andang
> Bachtiar dan Dr Sigit Sukmono yg asli lulusan S3 dalam negeri.
>
> - Menyekolahkan ke Luar Negeri untuk mendapatkan hasil yg lebih brillian.
> Lulusan Luar Negeri biasanya memiliki akses kepada the ultimate
> science, biasanya mereka yg lulusan luar negeri mengerti betul
> perkembangan riset2 mutakhir yg dilakukan di luar negeri. Memang
> banyak juga lulusan LN yg berkiprah sukses di Indonesia. Kalau disebut
> semua lulusan LN ya daftarnya sangat panjang. Keuntungan lain tentunya
> sangat banyak.
>
> Nah kalau dana KPS menurut Minarwan atau temen-temen lain sebaiknya
> difokuskan kemana ?
> (tentunya dana KPS ini ada yg utk studi geoscience ada yg non-geoscience)
>
> RDP
>

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------




This e-mail (including any attached documents) is intended only for the
recipient(s) named above.  It may contain confidential or legally
privileged information and should not be copied or disclosed to, or
otherwise used by, any other person. If you are not a named recipient,
please contact the sender and delete the e-mail from your system.


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke